Rabu, 04 November 2026
20:45 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Pakubuwana VIII

Pakubuwana VIII

Susuhunan dari Surakarta

Bagikan:
Pakubuwana VIII
ꦥꦏꦸꦧꦸꦮꦤ꧇꧘꧇
Sri Susuhunan Pakubuwana VIII
250px-Pakoe_Boewono_VIII%2C_soesoehoenan_van_Soerakarta.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Susuhunan Surakarta ke-7
Berkuasa1858 – 1861
PendahuluSusuhunan Pakubuwana VII
PenerusSusuhunan Pakubuwana IX
Gubernur JenderalCharles Ferdinand Pahud
Ary Prins
Lahir(1789-04-20)20 April 1789
Hindia Belanda Surakarta, Koloni VOC Belanda
Meninggal28 Desember 1861(1861-12-28) (umur 72)
Hindia Belanda Surakarta, Hindia Belanda
Pemakaman
AyahSusuhunan Pakubuwana IV
IbuKRAy. Rantansari
PasanganGKR. Pakubuwana
Nama lengkap
Gusti Raden Mas Kuseini
Nama takhta
Sahandhap Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Pakubuwana Senapati ing Alaga Abdurrahman Sayyidin Panatagama Khalifatullah Ingkang Jumeneng kaping Wolu ing Nagari Surakarta Hadiningrat
WangsaMataram
AgamaIslam
lossy-page1-250px-Groepsportret_met_Pakoe_Boewono_VIII_%282e_v.l.%29%2C_soesoehoenan_van_Soerakarta%2C_KITLV_183759.tiff.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Susuhunan Pakubuwana VIII berfoto bersama tiga orang putrinya, tahun 1860. Duduk paling kiri dalam foto adalah GKR. Kencana, putri Susuhunan Pakubuwana VIII yang menjadi salah satu permaisuri Sultan Hamengkubuwana VI

Sri Susuhunan Pakubuwana VIII (sering disingkat sebagai PB VIII; 20 April 1789 – 28 Desember 1861) adalah susuhunan Surakarta ketujuh yang memerintah tahun 1858 – 1861. Nama aslinya adalah Gusti Raden Mas Kuseini, putra Pakubuwana IV yang lahir dari istri selir bernama KRAy. Rantansari putri R.Ng. Jayakartika, seorang menteri Surakarta.

Pemerintahan

Pakubuwana VIII naik takhta pada tanggal 17 Agustus 1858 menggantikan adiknya (lain ibu) yaitu Pakubuwana VII yang meninggal dunia sebulan sebelumnya. Pakubuwana VIII naik takhta pada usia lanjut, yaitu pada usia 69 tahun karena Pakubuwana VII tidak memiliki putra mahkota. Ia sendiri adalah raja dari wangsa Mataram pertama yang tidak melakukan poligami.[1] Pemerintahannya berjalan selama tiga tahun hingga akhir hayatnya, sehingga menjadikannya penguasa Surakarta yang paling singkat masa jabatannya. Pakubuwana VIII digantikan putra Pakubuwana VI sebagai susuhunan Surakarta selanjutnya, yang bergelar Pakubuwana IX.

Galeri

  • Lukisan potret Pakubuwana VIII
    Lukisan potret Pakubuwana VIII

Referensi

  1. ↑ Iswara N Raditya (2017). "Pakubuwana VIII, Raja Jawa Pertama yang Tidak Berpoligami". Tirto.id. Diakses tanggal 25 Januari 2021.

Bacaan lanjutan

  • Andjar Any. 1980. Raden Ngabehi Ronggowarsito, Apa yang Terjadi? Semarang: Aneka Ilmu
  • Purwadi. 2007. Sejarah Raja-Raja Jawa. Yogyakarta: Media Ilmu

Lihat pula

Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Susuhunan Pakubuwana VII
Susuhunan Surakarta
1858-1861
Diteruskan oleh:
Susuhunan Pakubuwana IX

Pakubuwana II
PB II
(1745–1749)

Pakubuwana III
PB III
(1749–1788)

Pakubuwana IV
PB IV
(1788–1820)

Pakubuwana V
PB V
(1820–1823)

Pakubuwana VI
PB VI
(1823–1830)

Pakubuwana VII
PB VII
(1830–1858)

Pakubuwana VIII
PB VIII
(1858–1861)

Pakubuwana IX
PB IX
(1861–1893)

Pakubuwana X
PB X
(1893–1939)

Pakubuwana XI
PB XI
(1939–1945)

Pakubuwana XII
PB XII
(1945–2004)

Pakubuwana XIII
PB XIII
(2004–2025)

Pakubuwana XIV (Purbaya)
PB XIV
(Purbaya)

(2025–sekarang)

Pakubuwana XIV (Hangabehi)
PB XIV
(Hangabehi)

(2025–sekarang)


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Kota Surakarta ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan