Sabtu, 26 September 2026
13:25 WIB
TERKINI
Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026

Pakubuwana

Gelar raja Jawa

Untuk kegunaan lain, lihat Pakubuwana (disambiguasi).

Pakubuwana (bahasa Jawa:ꦥꦏꦸꦧꦸꦮꦤ, translit. pakubuwana) adalah sebuah gelar yang diperoleh Pangeran Puger, putra dari Susuhunan Amangkurat I, ketika naik takhta menjadi Susuhunan Mataram. Awalnya, Pangeran Puger menggunakan gelar Amangkurat. Namun, pada Oktober 1704, ia menggantinya dan menambah sejumlah gelar yang kemudian menjadi panggilannya, yaitu Susuhunan Pakubuwana Senapati ing Alaga Abdurrahman Sayyidin Panatagama Khalifatullah Tanah Jawa.[1][2]

Gelar ini kemudian diteruskan ke keturunan-keturunannya sebagai Sri Susuhunan (Sunan) Kesunanan Surakarta beserta gelar lengkapnya, dengan segala variasinya,[3][4][5][6] yaitu Sahandhap Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Pakubuwana Senapati ing Alaga Abdurrahman Sayyidin Panatagama Ingkang Jumeneng Kaping ... (diisi dengan angka terbilang sesuai urutan gelar raja ke berapa) ing Nagari Surakarta Hadiningrat.

Dualisme

Setelah Pakubuwana XIII wafat pada 2 November 2025, terdapat dua tokoh yang secara bersamaan mendeklarasikan diri sebagai Pakubuwana XIV yaitu Purbaya dan Hangabehi.[7] Kedua tokoh tersebut merupakan anak laki-laki dari Pakubuwana XIII.[7]

Daftar

Nama
Jangka hidup
Awal memerintah
Akhir memerintah
Keterangan
Keluarga
Gambar
Pakubuwana I
Raden Mas Darajat
1648 – 22 Februari 1719 (umur 71) 6 Juli 1705 22 Februari 1719 Anak dari Amangkurat I
Pakubuwana II
Raden Mas Prabasuyasa
8 Desember 1711– 20 Desember 1749 (umur 38) 17 Februari 1726 20 Desember 1749 Anak dari Amangkurat IV; mendirikan Kesunanan Surakarta
Pakubuwana III
Raden Mas Suryadi
24 Februari 1732– 26 September 1788 (umur 56) 15 Desember 1749 26 September 1788 Anak dari Pakubuwana II
Pakubuwana IV
Raden Mas Subadya
2 September 1768 - 2 Oktober 1820 (umur 52) 29 September 1788 2 Oktober 1820 Anak dari Pakubuwana III
Pakubuwana V
Raden Mas Sugandi
13 Desember 1784– 5 September 1823 (umur 38) 10 Februari 1820 5 September 1823 Anak dari Pakubuwana IV
Pakubuwana VI
Raden Mas Sapardan
26 April 1807 - 2 Juni 1849 (umur 42) 15 September 1823 28 Maret 1830 Anak dari Pakubuwana V; ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia sebagai Pahlawan Nasional.
Pakubuwana VII
Raden Mas Malikis Solikin
8 Juli 1796 - 10 Mei 1858 (umur 61) 14 Juni 1830 10 Mei 1858 Anak dari Pakubuwana IV
Pakubuwana VIII
Raden Mas Kusen
20 April 1789 - 28 Desember 1861 (umur 72) 17 Agustus 1858 28 Desember 1860 Anak dari Pakubuwana IV
Pakubuwana IX
Raden Mas Duksino
22 Desember 1830 - 16 Maret 1893 (umur 62) 30 Desember 1860 16 Maret 1893 Anak dari Pakubuwana VI
Pakubuwana X
Raden Mas Sayiddin Malikul Kusno
29 November 1866 - 20 Februari 1939 (umur 72) 30 Maret 1893 20 Februari 1939 Anak dari Pakubuwana IX; ditetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia sebagai Pahlawan Nasional.
Pakubuwana XI
Raden Mas Antasena
[1 Februari 1886 – 1 Juni 1945 (umur 59) 26 April 1939 1 Juni 1945 Anak dari Pakubuwana X
Pakubuwana XII
Raden Mas Suryo Guritno
14 April 1925 – 11 Juni 2004 (umur 79) 11 Juni 1945 11 Juni 2004 Anak dari Pakubuwana XI; menyatakan bergabung dengan Republik Indonesia; menjabat Kepala Daerah Istimewa Surakarta (1945–1946).
Pakubuwana XIII
Raden Mas Suryo Partono
28 Juni 1948 – 2 November 2025 (umur 77) 10 September 2004 2 November 2025 Anak dari Pakubuwana XII

Garis waktu

6lnwpmlgizg7l7y8qbckl2pgdmv6qaw.png

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Surat dari Pangeran Puger yang sedang dalam pelarian kepada Pemerintahan Agung, 5 Mei 1704" (PDF). Sejarah Nusantara ANRI. Diakses tanggal 2021-04-13.
  2. ↑ "Paku Buwono I". Keraton Nusantara.
  3. ↑ Isnaeni, Hendri F. (2015-05-08). "Asal-Usul Gelar Khalifatullah di Kesultanan Yogyakarta". Historia.id. Diakses tanggal 2021-04-13. 'Oleh karena itu, di dalam literatur atau kesempatan resmi, sebutan untuk raja-raja Surakarta adalah Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Paku Buwana Senapati ing Alaga Abdur Rahman Sayidin Panatagama. Sementara sebutan untuk raja keraton Yogyakarta adalah Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Sultan Hamengku Buwana Senapati ing Alaga Abdur Rahman Sayidin Panatagama Kalifatullah,' tulis Djoko Marihandono dalam disertasinya tentang Herman Willem Daendels, di Universitas Indonesia tahun 2005.
  4. ↑ "Keraton Surakarta Punya Dua Raja". Tempo.co. 2004-09-10. Diakses tanggal 2021-04-13. Dia menyandang gelar Sahandhap Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Paku Buwono Senapati Ing Ngalaga Ngabdurrahman Sayyidin Panatagama Ingkang Jumeneng Kaping Tigawelas Ing Surakarta Hadiningrat.
  5. ↑ "Sri Susuhunan Pakubuwana X dan Islam". Republika Online. 2020-07-15. Diakses tanggal 2021-04-13. PB X bertahta di Surakarta Hadiningrat pada tanggal 30 Maret 1893 bertepatan 12 Ramadhan 1310 H dan memerintah hingga wafatnya 22 Pebruari 1939. Beliau adalah putra PB IX. Kawula negari Surakarta memberi gelar Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Paku Buwono Senopati Ing Ngalaga Ngabdurahman Sayidin Panatagama Hingkang Kaping X. Beliau juga dikenal sebagai Sultan Abdurahman al-Asyir (X).
  6. ↑ "PB XII, Raja Zaman Merdeka, Raja Tanpa Wilayah Kuasa". detiknews. Diakses tanggal 2021-04-13. Nama panjangnya, Sampeyan dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Sri Susuhunan Paku Buwana Senapati ing Alaga Kalifatullah Ngabdurrahman Sayidin Panatagama Ingkang Jumeneng Kaping Kalihwelas ing Karatondalem Surakarta Hadiningrat. Tapi, biasa disingkat Paku Buwono (PB) XII.
  7. 1 2 "Dua Putra Mendiang PB XIII Rebutan Takhta Keraton Solo". detikcom. 14 November 2025. Diakses tanggal 18 September 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pakubuwana II
PB II
(1745–1749)

Pakubuwana III
PB III
(1749–1788)

Pakubuwana IV
PB IV
(1788–1820)

Pakubuwana V
PB V
(1820–1823)

Pakubuwana VI
PB VI
(1823–1830)

Pakubuwana VII
PB VII
(1830–1858)

Pakubuwana VIII
PB VIII
(1858–1861)

Pakubuwana IX
PB IX
(1861–1893)

Pakubuwana X
PB X
(1893–1939)

Pakubuwana XI
PB XI
(1939–1945)

Pakubuwana XII
PB XII
(1945–2004)

Pakubuwana XIII
PB XIII
(2004–2025)

Pakubuwana XIV (Purbaya)
PB XIV
(Purbaya)

(2025–sekarang)

Pakubuwana XIV (Hangabehi)
PB XIV
(Hangabehi)

(2025–sekarang)

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan