Sabtu, 31 Oktober 2026
00:26 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Lycopodiopsida

Lycopodiopsida

Bagikan:
Lycopodiopsida
250px-Lycopodium_plant.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lycopodiella cernua, paku kawat
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Lycophyta
Kelas: Lycopodiopsida
Bangsa
Artikel takson sembarang

Lycopodiopsida (kelas tumbuhan paku kawat) mencakup berbagai jenis tumbuhan berpembuluh berspora dengan struktur pembuluh yang primitif dengan daun yang sempit dan cenderung duduk. Dalam klasifikasi tumbuhan versi awal yang diajarkan di tingkat sekolah menengah, paku kawat ditempatkan bersama-sama dengan rane ke dalam satu kelas tumbuhan paku yang disebut Lycopodiinae.[1] Menurut sistem klasifikasi masa kini, yang memasukkan informasi pendukung dari data molekuler, rane dipisahkan ke dalam kelas Isoetopsida, bersama-sama dengan Isoetes.

Di dalam sistematika tumbuhan yang dianut banyak peneliti (lihat Smith et al. 2006[2]), tumbuhan paku kawat tidak lagi dimasukkan ke dalam kelompok paku-pakuan sejati (divisi Pteridophyta arti sempit, sensu stricto) melainkan ke dalam divisi tersendiri untuk menghindari terbentuknya pengelompokan yang parafiletik.

Anggota Lycopodiopsida mempunyai daun yang sempit dan duduk, sehingga terkadang mirip rambut keras atau sisik. Paku ini juga memiliki batang yang kaku seperti kawat. Karena itulah paku ini sering disebut sebagai paku kawat. Pada beberapa jenis, daunnya mempunyai lidah-lidah (ligula). Sporangium pada likofita tersusun dalam strobilus dan terbentuk di ujung cabang.

Lycopodiopsida beranggotakan satu bangsa dan satu suku, dengan empat marga yang hidup pada masa kini: Lycopodium, Lycopodiella, Huperzia, dan Phylloglossum. Berbagai spesies fosil anggota kelas ini, yang hidup di Zaman Karbon, telah membentuk batu bara. Contoh-contohnya adalah Asteroxylon dan Drepanophycus.

Referensi

  1. ↑ Buku sekolah elektronik Idun Kistinnah, Endang Sri Lestari (2009). Biologi 1 : Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. ISBN 978-979-068-129-3 (no. jilid lengkap) / ISBN 978-979-068-131-6.{{cite book}}: Periksa nilai |authorlink=; Tautan eksternal dalam |authorlink=
  2. ↑ Smith AR, Pryer KM, Schuettpelz E, Korall P, Schneider H, Wolf PG 2006. A classification for extant ferns. Taxon 55:705-731.
Rhodophyta
Glaucocystophyceae
Viridiplantae/
Plantae
sensu stricto
Chlorophyta/
Alga hijau (I)
Streptophyta
Charophyta/
Alga hijau (II)
Embryophyta/
Plantae
sensu strictissimo
Bryophyta
(tumbuhan darat
tidak berpembuluh
)
Marchantiophyta · Anthocerotophyta · Musci (Bryophyta sensu stricto) · Horneophytopsida
Tracheophyta
Lycophyta
Euphyllophyta
Ikon rintisan

Artikel bertopik tumbuhan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan