Senin, 21 September 2026
00:41 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

PUREX

PUREX (plutonium uranium reduction extraction) adalah metode kimia yang digunakan untuk memurnikan bahan bakar reaktor nuklir atau senjata nuklir. Metode ini didasarkan pada pertukaran ion ekstraksi cair-cair. PUREX adalah metode pemrosesan ulang nuklir berbasis air standar de facto untuk pemulihan uranium dan plutonium dari bahan bakar nuklir bekas atau bahan bakar nuklir iradiasi). Metode ini juga merupakan proses standar yang digunakan dalam operasi skala industri.[1][2][3][4][5][6][7]

Jenis utama pemrosesan ulang nuklir adalah PUREX, yang memisahkan uranium dan plutonium dari bahan bakar bekas menggunakan ekstraksi pelarut. Metode lain yang lebih spesifik atau canggih termasuk UREX (untuk mengekstrak uranium saja), UREX+ (untuk uranium dan teknesium), dan metode ekstraksi aktinida seperti DIAMEX-SANEX untuk memisahkan aktinida minor.

PUREX diterapkan pada bahan bakar nuklir bekas, yang utamanya terdiri dari unsur-unsur berbobot atom sangat tinggi (aktinoid atau "aktinida") (misalnya uranium, plutonium, amerisium) bersama dengan sejumlah kecil material yang terdiri dari atom-atom yang lebih ringan, terutama produk fisi yang dihasilkan oleh operasi reaktor.

Proses ini bukan "produk" yang dijual, melainkan sebuah metode kimia industri yang digunakan untuk mendaur ulang bahan bakar bekas reaktor nuklir.

Proses PUREX adalah metode ekstraksi cair-cair yang menggunakan pelarut untuk memisahkan uranium dan plutonium dari produk fisi yang dihasilkan setelah batang bahan bakar nuklir terbakar.  Tujuan nya memulihkan uranium dan plutonium untuk digunakan kembali sebagai bahan bakar nuklir. Meminimalkan limbah nuklir tingkat tinggi dengan memisahkan komponen berharga.  Produk Fisi merupakan sisa-sisa reaksi fisi yang tidak dapat digunakan kembali dan tidak diekstrak oleh proses PUREX, seperti sesium-137 (\(Cs-137\)) dan strontium-90 (\(Sr-90\)). Campuran ini biasanya tersimpan dalam limbah cair yang disebut "rafinat PUREX". 

Unsur aktinoid dalam kasus ini terutama terdiri dari sisa bahan bakar asli yang belum terpakai (biasanya U-235, U-238, dan/atau Pu-239).

Polusi

Limbah dari proses komersial PUREX meliputi rafinat air asam dengan kadar bahan radioaktif tinggi (HLLW) serta aliran limbah tingkat rendah dan pelarut organik terdegradasi dalam jumlah besar. Pabrik PUREX di Hanford Site bertanggung jawab atas produksi 'limbah cair dalam jumlah besar', yang mengakibatkan kontaminasi radioaktif pada air tanah.

Pengukuran Greenpeace di La Hague dan Sellafield menunjukkan bahwa polutan radioaktif terus-menerus dilepaskan ke laut dan udara. Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di dekat pabrik pengolahan ini terpapar tingkat radiasi yang lebih tinggi daripada radiasi latar belakang alami. Menurut Greenpeace, radiasi tambahan ini kecil tetapi tidak dapat diabaikan.

Lihat pula

Referensi

  1. "Reprocessing plants, world-wide". European Nuclear Society. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Juni 2015. Diakses tanggal 29 Juli 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. An Evaluation of the Proliferation Resistant Characteristics of Light Water Reactor Fuel with the Potential for Recycle in the United States
  3. Is U.S. Reprocessing Worth The Risk?, Steve Fetter and Frank N. von Hippel, Arms Control Today, September 1, 2005.
  4. PUREX and PYRO are not the same, Hannum, Marsh, Stanford.
  5. Gregory Choppin; Jan-Olov Liljenzin; Jan Rydberg (2002). Radiochemistry and Nuclear Chemistry, Third Edition. hlm. 610. ISBN 978-0-7506-7463-8.
  6. Paiva, A. P.; Malik, P. (2004). "Recent advances on the chemistry of solvent extraction applied to the reprocessing of spent nuclear fuels and radioactive wastes". Journal of Radioanalytical and Nuclear Chemistry. 261 (2): 485–496. Bibcode:2004JRNC..261..485P. doi:10.1023/B:JRNC.0000034890.23325.b5. S2CID 94173845.
  7. Goldemberg, Jose’ (2009). Interactions: Energy / Environment (dalam bahasa Inggris). Oxford: EOLSS Publications. hlm. 227. ISBN 978-1-84826-540-0.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan