Selasa, 29 September 2026
09:26 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Puyuh himalaya

Puyuh himalaya

Spesies burung

Bagikan:
Puyuh himalaya
250px-Ophrysia_superciliosa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan oleh John Gould bedasarkan spesimen-spesimen di Derby Museum (kini World Museum) (jantan dan betina pada 1 April 1836 di Nainital). Keduanya adalah spesimen tipe. (D259 dan D259a).
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Galliformes
Famili: Phasianidae
Tribus: Coturnicini
Genus: Ophrysia
Bonaparte, 1856
Spesies:
O. superciliosa
Nama binomial
Ophrysia superciliosa
(Gray, JE, 1846)
250px-Ophrysia_map.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sinonim

Rollulus superciliosus
Malacortyx superciliaris
Malacoturnix superciliaris[2]

Puyuh himalaya[3] (Ophrysia superciliosa) atau puyuh gunung, adalah sebuah spesies burung puyuh berukuran sedang yang termasuk dalam famili Phasianidae. Spesies ini terakhir dilaporkan pada tahun 1876 dan dikhawatirkan telah punah. Spesies ini hanya diketahui dari dua lokasi (dan 12 spesimen) di Himalaya barat di Uttarakhand, India barat laut. Catatan terakhir yang dapat diverifikasi adalah pada tahun 1876 di dekat kawasan kota kecil Mussoorie.

Paruh dan kaki merah dari puyuh kecil dan gelap ini, ditambah bintik-bintik putih di depan dan di belakang matanya, membuatnya mudah dikenali. Jantan berbulu kelabu gelap dengan garis-garis pucat dan dahi serta alis berwarna putih. Burung betina berbulu cokelat dengan garis-garis gelap dan alis keabu-abuan. Seperti jantan, mereka memiliki bintik putih di depan mata dan bintik yang lebih besar di belakang mata.[4] Diyakini bahwa burung ini hanya terbang bila dikejutkan dari jarak dekat dan ditemukan dalam kelompok beranggotakan lima atau enam ekor. Habitatnya adalah lereng bukit curam yang ditutupi rumput panjang.[5] Nama genusnya berasal dari ophrys, yang merujuk pada alis.[6]

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2018). "Ophrysia superciliosa". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2018 e.T22679141A132051220. doi:10.2305/IUCN.UK.2018-2.RLTS.T22679141A132051220.en. Diakses tanggal 12 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Blyth E (1867). "Further addenda to the Commentary on Dr Jerdon's 'Birds of India'". Ibis. 3 (11): 312–314. doi:10.1111/j.1474-919X.1867.tb06433.x.
  3. ↑ Andaruisworo, Sapta (April 2015). Agribisnis Aneka Ternak (PDF) (Edisi 1). Surabaya: Jenggala Pustaka Utama. hlm. 2. ISBN 978-979-3613-67-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Blanford, WT (1898). The Fauna of British India, Including Ceylon and Burma. Birds. Vol. 4. Taylor and Francis. hlm. 104–106.
  5. ↑ Rasmussen PC; JC Anderton (2005). Birds of South Asia: The Ripley Guide. Volume 2. Smithsonian Institution and Lynx Edicions. hlm. 129.
  6. ↑ Le Messurier, A (1904). Game, shore and water birds of India (Edisi 4th). W. Thacker and Co, London. hlm. 91.
Genera Pangalliformes beserta kerabat punahnya
incertae sedis
†Gallinuloididae
†Paraortygidae
†Quercymegapodiidae
†Sylviornithidae
Galliformes
    • lihat di bawah ↓
Sylviornis neocaledoniae
Megapodiidae
Alecturini
Megapodiini
Cracidae
Penelopinae
Cracinae
Cracini
Phasianoidea
    • lihat di bawah ↓
Mitu mitu
Numididae
Odontophoridae
Ptilopachinae
Odontophorinae
Phasianidae
    • lihat di bawah ↓
Numida meleagris
Rollulinae
Pavoninae
Coturnicini
Gallini
Pavonini
Polyplectronini
Phasianinae
Lophophorini
Phasianini
Tetraonini
Rollulus rouloul
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan