Selasa, 20 Oktober 2026
05:59 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Ayam hutan

Ayam hutan

genus burung

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Ayam hutan" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Ayam hutan
250px-Gallus_gallus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ayam hutan merah
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Galliformes
Famili: Phasianidae
Tribus: Gallini
Genus: Gallus
Brisson, 1766
Spesies
  • Gallus gallus
  • Gallus lafayetii
  • Gallus sonneratii
  • Gallus varius
Artikel takson sembarang

Ayam hutan adalah nama umum bagi jenis-jenis ayam liar yang hidup di hutan, kesemuanya dalam genus Gallus. Ayam hutan merupakan leluhur dari ayam kampung.

Ayam-ayam ini dari segi bentuk tubuh dan perilakunya sangat serupa dengan ayam-ayam peliharaan, karena memang merupakan leluhur dari ayam peliharaan. Jantan dengan betina berbeda bentuk tubuh, warna dan ukurannya (dimorfisme seksual, sexual dimorphism). Ayam hutan jantan memiliki bulu yang berwarna-warni dan indah, berbeda dengan ayam betinanya yang cenderung berwarna monoton dan kusam. Ukuran tubuh ayam hutan cenderung lebih kecil dibandingkan dengan ayam lainnya, gerakannya juga relatif lebih cepat dibanding ayam pada umumnya, hal ini karena sifat ayam hutan yang masih asli sesuai dengan kondisi sekitarnya yang liar.

Ragam jenis dan Penyebaran

Seluruhnya, ada empat spesies ayam hutan yang masih ada. Keempat spesies tersebut menyebar mulai dari India, Sri Lanka sampai ke Asia Tenggara termasuk Kepulauan Nusantara. Keempat spesies itu adalah:

Dua jenisnya terdapat di Indonesia, menyebar alami terutama di bahagian barat kepulauan. Kedua jenis itu ialah ayam-hutan merah, yang menyukai bahagian hutan yang relatif tertutup; dan ayam-hutan hijau, yang lebih menyenangi hutan-hutan terbuka dan wilayah berbukit-bukit.

Ayam hutan merah adalah moyang dari ayam peliharaan, sedangkan keturunan filius 1 dari persilangan antara ayam kampung dan ayam hutan hijau menghasilkan ayam bekisar.

Selain itu terdapat juga spesies-spesies ayam hutan yang telah punah antara lain:[1]

Kebiasaan

Ayam hutan adalah pemakan segala, meskipun cenderung sebagai pemakan biji-bijian. Namun sebagaimana ayam umumnya, ayam hutan juga memakan pucuk-pucuk rumput, serangga dan berbagai hewan kecil yang ditemuinya.

Burung ini biasanya hidup berpasangan atau dalam kelompok kecil. Tidur di atas ranting perdu atau pohon, tidak terlalu jauh dari atas tanah. Pada musim bertelur, betina membuat sarang sederhana di atas tanah dan mengerami telurnya hingga menetas. Anak-anak ayam hutan diasuh oleh induk betinanya.

Tidak seperti ayam peliharaan, ayam hutan pandai terbang; tidak lama setelah meninggalkan sarang tempatnya menetas.

Domestikasi

Ayam hutan merupakan salah satu jenis unggas yang telah didomestikasi manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Ayam hutan merah diketahui sebagai nenek-moyang langsung dari aneka jenis ayam peliharaan.

Referensi

  1. ↑ Mourer-Chauviré, Cécile (1989). "A peafowl from the Pliocene of Perpignan, France" (PDF). Palaeontology. 32 (2): 439 – via The Palaeontological Association.
Genera Pangalliformes beserta kerabat punahnya
incertae sedis
†Gallinuloididae
†Paraortygidae
†Quercymegapodiidae
†Sylviornithidae
Galliformes
    • lihat di bawah ↓
Sylviornis neocaledoniae
Megapodiidae
Alecturini
Megapodiini
Cracidae
Penelopinae
Cracinae
Cracini
Phasianoidea
    • lihat di bawah ↓
Mitu mitu
Numididae
Odontophoridae
Ptilopachinae
Odontophorinae
Phasianidae
    • lihat di bawah ↓
Numida meleagris
Rollulinae
Pavoninae
Coturnicini
Gallini
Pavonini
Polyplectronini
Phasianinae
Lophophorini
Phasianini
Tetraonini
Rollulus rouloul
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan