Jumat, 25 September 2026
00:30 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Coturnix

Coturnix

Coturnix
250px-Harlequin_Quail_%28Coturnix_delegorguei%29_%286035291347%29%2C_crop1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Puyuh harlequin, C. delegorguei
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Galliformes
Famili: Phasianidae
Subfamili: Phasianinae
Tribus: Coturnicini
Genus: Coturnix
Garsault, 1764
Spesies tipe
Tetrao coturnix
Linnaeus, 1758
Spesies

Lihat teks

Artikel takson sembarang

Coturnix adalah genus yang terdiri dari lima spesies yang masih hidup dan lima hingga delapan spesies puyuh Dunia Lama yang telah punah.[1]

Spesies-spesies ini tersebar di seluruh Afrika, Eurasia, Australia, dan dulunya Selandia Baru. Radiasi spesies kepulauan yang tidak bisa terbang dan telah punah diketahui melalui fosil-fosil dari Makaronesia, yang kemungkinan besar musnah akibat kedatangan manusia.

Spesies yang baru punah dan masih sintas

Nama umum dan ilmiah Gambar Deskripsi Sebaran
Puyuh hujan

(Coturnix coromandelica)

120px-Rain_Quail_Male.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Anak benua India, khususnya lembah Indus di Bangladesh tengah, India, Nepal, dan Pakistan; sebaran musim dingin meluas hingga Sri Lanka, Myanmar, Thailand, Kamboja, dan Vietnam.
Puyuh harlequin

(Coturnix delegorguei)

120px-Coturnix_delegorguei.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Afrika dan Semenanjung Arab
Puyuh biasa

(Coturnix coturnix)

120px-Coturnix_coturnix_%28Warsaw_zoo%29-1.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Sebaran kawinnya meliputi sebagian besar Eropa dan Asia barat; menghabiskan musim dingin di anak benua India dan Afrika. Beberapa subspesies berkembang biak di Afrika sub-Sahara.
Puyuh jepang

(Coturnix japonica)

120px-Japanese_Quail.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Biasanya berkembang biak di Asia Timur dan menghabiskan musim dingin di Vietnam, Kamboja, Laos, dan Tiongkok selatan, tetapi terlapor berkembang biak di Turki dan menghabiskan musim dingin di seluruh Afrika selatan.
Puyuh selandia baru

(Coturnix novaezelandiae)

120px-Coturnix_novaezelandiae.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Telah punah Selandia Baru
Puyuh tunggul

(Coturnix pectoralis)

120px-Stubble_Quail_%28Coturnix_pectoralis%29_male_%2814377891677%29%2C_crop.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Australia, khususnya wilayah pesisir New South Wales, Victoria, dan Australia Selatan. Punah secara lokal di Tasmania.

Referensi

  1. Rando, Juan C.; Alcover, Josep A.; Pieper, Harald; Olson, Storrs L.; Hernández, C. Nayra; López-Jurado, L. Felipe (2020). "Unforeseen diversity of quails (Galliformes: Phasianidae: Coturnix) in oceanic islands provided by the fossil record of Macaronesia". Zoological Journal of the Linnean Society. 188 (4): 1296–1317. doi:10.1093/zoolinnean/zlz107.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan