Rabu, 30 September 2026
00:38 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Unggas

Unggas

burung domestik yang dipelihara manusia untuk diambil daging, telur, dan bulunya

Bagikan:
500px-Poultry_of_the_world.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Unggas di Dunia (c. 1868)

Unggas (Bahasa Inggris:Poultry) adalah kelompok burung hasil domestikasi yang dipelihara manusia untuk diambil produk hewaninya seperti daging, telur, atau bulu.[1] Praktik beternak unggas dikenal sebagai peternakan unggas. Unggas-unggas ini umumnya merupakan anggota superordo Galloanserae terutama ordo Galliformes (yang mencakup ayam, burung puyuh, dan kalkun).[2] Istilah ini juga mencakup burung dari famili Anatidae (keluarga bebek), tetapi tidak mencakup burung liar yang diburu untuk makanan yang dikenal sebagai buruan atau daging semak.

Studi genomika terbaru yang melibatkan empat spesies ayam hutan yang masih ada mengungkapkan bahwa domestikasi ayam, spesies unggas yang paling banyak jumlahnya, terjadi sekitar 8.000 tahun yang lalu di Asia Tenggara.[3] Sebelumnya, hal ini diyakini terjadi sekitar 5.400 tahun yang lalu, juga di Asia Tenggara.[4] Proses ini kemungkinan awalnya terjadi sebagai hasil dari penetasan dan pemeliharaan anak burung dari telur yang dikumpulkan dari alam liar, tetapi kemudian melibatkan pemeliharaan burung secara permanen di penangkaran hewan. Ayam peliharaan mungkin awalnya digunakan untuk sabung ayam[5] dan burung puyuh dipelihara untuk kicauan mereka, tetapi orang-orang segera menyadari keuntungan memiliki sumber makanan hasil penangkaran. Pembiakan selektif untuk pertumbuhan cepat, kemampuan bertelur, konformasi, bulu, dan kepatuhan terjadi selama berabad-abad, dan ras modern sering kali terlihat sangat berbeda dari leluhur liar mereka. Meskipun beberapa burung masih dipelihara dalam kawanan kecil dalam sistem yang luas, sebagian besar burung yang tersedia di pasaran saat ini dipelihara dalam perusahaan komersial intensif.

Bersama dengan daging babi, unggas adalah salah satu dari dua jenis daging yang paling banyak dimakan secara global, dengan lebih dari 70% pasokan daging pada tahun 2012 di antara keduanya;[6] unggas menyediakan makanan yang bermanfaat secara gizi yang mengandung protein berkualitas tinggi disertai dengan proporsi lemak yang rendah. Semua daging unggas harus ditangani dengan benar dan dimasak dengan cukup untuk mengurangi risiko keracunan makanan. Semi-vegetarian yang mengonsumsi unggas sebagai satu-satunya sumber daging dikatakan menganut pollotarianisme.

Referensi

  1. ↑ "Consider These 6 Types Of Poultry For Your Farm". Hobby Farms (dalam bahasa American English). 2017-08-14. Diakses tanggal 2021-01-20.
  2. ↑ "Fowl". HowStuffWorks (dalam bahasa Inggris). 2008-04-22. Diakses tanggal 2021-01-20.
  3. ↑ Lawal, Raman Akinyanju; Martin, Simon H.; Vanmechelen, Koen; Vereijken, Addie; Silva, Pradeepa; Al-Atiyat, Raed Mahmoud; Aljumaah, Riyadh Salah; Mwacharo, Joram M.; Wu, Dong-Dong; Zhang, Ya-Ping; Hocking, Paul M.; Smith, Jacqueline; Wragg, David; Hanotte, Olivier (Desember 2020). "The wild species genome ancestry of domestic chickens". BMC Biology. 18 (1): 13. doi:10.1186/s12915-020-0738-1. PMC 7014787. PMID 32050971.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Killgrove, Kristina (23 November 2017). "Ancient DNA Explains How Chickens Got To The Americas". Forbes (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-01-20. Chickens were likely first domesticated about 5,400 years ago in Southeast Asia [...].{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Chickens Were Initially Domesticated for Cockfighting, Not Food". Today I Found Out (dalam bahasa American English). 2013-08-30. Diakses tanggal 2021-01-20.
  6. ↑ "Sources of the world's meat supply in 2012". FAO. Diakses tanggal 26 Agustus 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan lanjut

  • Benson, D. (1999): Presbyornis isoni and other late Paleocene birds from North Dakota. Smithsonian Contributions to Paleobiology 69: 253–266.
  • Chubb, A. (2004): New nuclear evidence for the oldest divergence among neognath birds: the phylogenetic utility of ZENK(i). Molecular Phylogenetics and Evolution 30: 140–151
  • Feduccia, A. (1999): The Origin and Evolution of Birds, Second Edition. Yale University Press, New Haven.
  • Kriegs, Jan Ole; Matzke, Andreas; Churakov, Gennady; Kuritzin, Andrej; Mayr, Gerald; Brosius, Jürgen & Schmitz, Jürgen (2007): Waves of genomic hitchhikers shed light on the evolution of gamebirds (Aves: Galliformes). BMC Evolutionary Biology 7: 190 (Fulltext).
  • Kulikova, Irina V.; Drovetski, S.V.; Gibson, D.D.; Harrigan, R.J.; Rohwer, S.; Sorenson, Michael D.; Winker, K.; Zhuravlev, Yury N. & McCracken, Kevin G. (2005): Phylogeography of the Mallard (Anas platyrhynchos): Hybridization, dispersal, and lineage sorting contribute to complex geographic structure. Auk 122 (3): 949–965. [English with Russian abstract] DOI: 10.1642/0004-8038(2005)122[0949:POTMAP]2.0.CO;2 PDF fulltext. Erratum: Auk 122 (4): 1309. DOI: 10.1642/0004-8038(2005)122[0949:POTMAP]2.0.CO;2
  • Sibley, C.G.; Ahlquist, J.E. & Monroe, B.L. (1988): A classification of the living birds of the world based on DNA-DNA hybridization studies. Auk 105: 409–423.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan