Sabtu, 26 September 2026
04:24 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia

Operasi Merapi

Operasi Militer di Jawa tengah pada tahun 1965Templat:SHORTDESC:Operasi Militer di Jawa tengah pada tahun 1965
Operasi Merapi
Bagian dari Pembantaian di Indonesia 1965–1966
Tanggal1—14 Desember 1965
Lokasi
Hasil Kemenangan Indonesia
Pihak terlibat
40px-Flag_of_the_Communist_Party_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Partai Komunis Indonesia
Tokoh dan pemimpin
Indonesia Soeharto
Indonesia Sarwo Edhie Wibowo
40px-Flag_of_the_Communist_Party_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Sukirno  †
40px-Flag_of_the_Communist_Party_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Usman  †
40px-Flag_of_the_Communist_Party_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Maryono  †
40px-Flag_of_the_Communist_Party_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Sahirman  †
40px-Flag_of_the_Communist_Party_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Samadi  †
Pasukan
40px-Lambang_Kodam_Diponegoro.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Komando Daerah Militer IV/Diponegoro
40px-Lambang_Kopassus.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail RPKAD
Tidak diketahui

Operasi Merapi adalah operasi militer yang dilakukan RPKAD dengan tujuan menumpas kegiatan PKI di sekitar Gunung Merapi dan memberikan bantuan terhadap Komando Daerah Militer IV/Diponegoro menumpas PKI setelah terjadinya Gerakan 30 September. Operasi ini dikenal sebagai operasi yang memainkan peran krusial dalam menumpas PKI[1]

Latar belakang

Setelah kegagalan Gerakan 30 September,Suharto beserta jajarannya dengan cepat menyalahkan PKI sebagai pelaku utama kudeta tersebut. Pada tanggal 3 Oktober 1965 Sukarno menunjuk Suharto untuk melakukan operasi militer guna menumpas pergerakan PKI di Indonesia. Di tanggal 10 Oktober 1965 Suharto mendirikan Kopkamtib dengan tujuan melakukan berbagai operasi militer termasuk Operasi Merapi dalam melawan PKI.[2]

Terbentuknya Komando Merapi

Pada tanggal 1 Desember 1965 guna mengintensifkan operasi pencarian dan penghancuran terhadap sisa gerombolan PKI,Sarwo Edhie Wibowo sebagai komandan membentuk struktur komando yang disebut sebagai Komando Merapi yang memiliki susunan sebagai berikut:[3]

Posisi Pangkat Perwira yang menjabat
Komandan Kolonel Sarwo Edhie Wibowo
Seksi 1 Mayor Taher
Seksi 2 Mayor Sutjipto
Pelaksana Mayor dan Kapten C.I Santoro dan Darjono

Pasukan yang digunakan[3]

Daftar pasukan
Kompi Urip
Kompi Kajat
Kompi Tedja
Kompi Sembiring
Kompi Panzer 2 Ton (dibantu oleh 3 helikopter angkatan darat)

Operasi

Untuk meredam penyerangan dan pembunuhan yang dilakukan oleh gerombolan PKI di Klaten,Surakarta,dan Boyolali, maka Komando Merapi mengerahkan beberapa massa. Ratusan pemuda yang berada di kampung dilatih oleh RPKAD tentang cara menggunakan senjata dan keamanan di kampung masing-masing. Mereka dilatih juga untuk mengumpulkan informasi guna membantu ABRI dalam melawan PKI,taktik ini berhasil dan rakyat berhasil menumpas gerombolan PKI yang mengganggu mereka.[3][4]

Pada tanggal 8 Desember 1965 komando operasi merpati menerima informasi bahwa Kolonel Sahirman dan pasukannya berada di Merbabu. Untuk melakukan operasi pengejaran terhadap pasukan Sahirman maka dilakukan kontak dengan Battalion E bermarkas di Boyolali, Battalion E yang diikut oleh para permuda yang dilatih RPKAD menewaskan sebagian dari kelompok tersebut pada pukul 5 pagi. Selain menewaskan sebagian orang mereka juga menangkap seorang Gerwani yang bernama Lestari dan mengambil sebuah pistol milik Letkol Usman.[3] Pada pukul 11 siang Komando Merapi melakukan pengecekan di sekitar daerah tersebut dan menemukan yang tewas adalah:[4]

Orang yang tewas
Letkol Usman Sastrodibroto
Mayor Samadi
Kapten Sukirno
Darmin
Astiyo
Edi Bagiyo

Di hari itu juga ditangkap nya Letnan Udara Soekarno dengan dukungan oleh rakyat,dan berhasil menyita sebuah pistol dari Letnan tersebut. Sisa gerombolan PKI yang melarikan diri diperkirakan berjumlah 9 orang. Pada tanggal 10 Desember 1965 pasukan RPKAD melakukan operasi pengejaran di daerah Cemorosewu, di hari yang sama pasukan RPKAD menangkap seorang gerombolan PKI bernama Pawirdono dan menyita sebuah senjata Sten. Pada tanggal 13 Desember 1965 pasukan Indonesia kembali melakukan operasi pengejaran di daerah tersebut.[5]

Dengan tekanan terus menerus dari pasukan Battalion E dan F para gerombolan PKI yang berada di daerah cemorosewu akhirnya para gerombolan PKI tersebut memutuskan untuk meninggalkan wilayah tersebut dan disergap oleh pasukan Indonesia lalu ditembak mati oleh para pasukan RPKAD dan Battalion E dan F.[5]

Dampak

Dengan selesainya Operasi Merapi para pasukan RPKAD akhirnya meninggalkan wilayah Jawa Tengah pada tanggal 25-30 Desember 1965. RPKAD menyerahkan keamanan di wilayah Jawa Tengah kepada Kodam Diponegoro dan pulang ke Jakarta untuk menerima tugas lain.[6][7][8]

Setelah Operasi Merapi para pasukan Diponegoro melancarkan berbagai operasi militer guna menumpas pergerakan gerombolan PKI di sekitaran daerah tersebut seperti Operasi Trisula dengan misi menumpas pergerakan PKI di wilayah Blitar. Serta melancarkan Operasi Kikis di daerah perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur yang menggabungkan unsur militer,territorial,dan intelijen.[9][10]

Referensi

  1. ↑ Maarif, Syamsul Dwi. "Apa Saja Nama Operasi Penumpasan G30S?". tirto.id. Diakses tanggal 2025-09-18.
  2. ↑ Matanasi, Petrik. "Kopkamtib, Alat Soeharto Membubarkan PKI dan Menumbangkan Sukarno". tirto.id. Diakses tanggal 2025-09-18.
  3. 1 2 3 4 Saleh, Djamhari (2009). Komunisme Di Indonesia Jilid IV. Yayasan Kajian Citra Bangsa. hlm. 290–292.
  4. 1 2 Sejarah TNI-AD, 1945-1973: Peranan perjuangan TNI-AD dalam mempertahankan kemurnian Pancasila. Dinas Sejarah Militer tentara nasional Indonesia Angkatan Darat. 1980. hlm. 132–134.
  5. 1 2 Militer, Indonesia Angkatan Darat Komando Daerah Militer VII Diponegoro Sedjarah (1968). Sedjarah TNI-AD Kodam VII/Diponegoro: sirnaning jakso katon gapuraning ratu. Jajasan Penerbit Diponegoro. hlm. 214–215.
  6. ↑ Sejarah nasional Indonesia. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasion. 1984. hlm. 401.
  7. ↑ Media, Kompas Cyber (2023-10-03). "Operasi Penumpasan G30S". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-09-19.
  8. ↑ Notosusanto, Marwati Djoened, Poesponegoro, Nugroho (2008). Sejarah Nasional Indonesia Jilid 6: Zaman Jepang & Zaman Republik. Balai Pustaka (Persero), PT. ISBN 978-979-407-412-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  9. ↑ 40 tahun Angkatan Bersenjata Republik Indonesia: Masa pembangunan dan pemantapan ABRI (1965-1985). Markas Besar Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, Pusat Sejarah dan Tradisi ABRI. 1985. hlm. 5.
  10. ↑ Media, Kompas Cyber (2022-01-05). "Operasi Trisula, Penumpasan Sisa-sisa PKI di Blitar Selatan". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-09-19.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan