Senin, 21 September 2026
05:38 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Opera Beijing

Opera Beijing

60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Opera Beijing"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Opera Beijing
330px-%E4%BA%8C%E8%BF%9B%E5%AE%AB143054.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
NegaraTiongkok
Referensi418
KawasanAsia-Pasifik
Sejarah Inskripsi
Inskripsi2010 (sesi ke-5)
330px-Pekingoper_2002.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pementasan sebuah opera Beijing.

Opera Beijing (Hanzi sederhana: 京剧; Hanzi tradisional: 京劇; Pinyin: Jīngjù) adalah seni pentas yang memadukan kemampuan seni drama, menyanyi, tari, dan tidak jarang pula diisi dengan aksi akrobat dan bela diri, dengan para pelakonnya memakai pakaian bercorak warna-warni diiringi musik dari instrumen tradisional Tiongkok.[1]

Menurut beberapa referensi, opera Beijing ini lahir di penghujung abad ke-18 saat kaisar Qianlong dari Dinasti Qing berkuasa. Pertunjukan yang berakar dari huabu, bentuk-bentuk opera yang lebih kuno dari sejumlah pelosok Tiongkok, itu langsung memikat permaisurinya.[2]

Etimologi

Di Tiongkok, bentuk seni ini telah dikenal dengan banyak nama yang berkembang seiring waktu dan tempat persebarannya. Nama Tiongkok awalnya, Pihuang, merupakan gabungan dari melodi xipi dan erhuang. Seiring dengan meningkatnya popularitasnya, namanya berubah menjadi Jingju atau Jingxi, yang mencerminkan kemunculan awalnya di ibu kota (bahasa Tionghoa: 京; pinyin: Jīng). Mulai tahun 1927 hingga 1949, ketika Beijing dikenal sebagai Beiping, opera Beijing dikenal sebagai Pingxi atau Pingju untuk mencerminkan perubahan ini. Akhirnya, dengan berdirinya Republik Rakyat Tiongkok pada tahun 1949, nama ibu kota kembali menjadi Beijing, dan nama resmi teater ini di Tiongkok Daratan ditetapkan sebagai Jingju. Nama Taiwan untuk jenis opera ini, Guoju, atau 'drama nasional'.[3]

Beberapa hal tentang Opera Beijing

120px-Pekingoper2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah topeng yang digunakan dalam opera Beijing.
  • Opera Beijing berakar dari sandiwara tradisional yang dipandu seni bercerita lewat nyanyian, gaoqiang. Kesenian rakyat tersebut dengan berbagai kekhasannya berkembang di wilayah Sungai Yangtze dan Sungai Kuning di wilayah tengah dan utara Tiongkok, serta wilayah Shandong di selatan.
  • Perpaduan dua cabang seni itu di kalangan rakyat jelata melahirkan opera huabu yang banyak menampilkan cerita-cerita rakyat. Pada tahun 1790, sekelompok sandiwara dari daerah Anhui datang ke Beijing. mereka menetap dan memodifikasi cerita, tata rias wajah, dan musik yang dikenal sebagai opera Beijing.
  • Di Beijing, banyak teater dan hotel yang secara berkala menampilkan opera tradisional tersebut dengan tarif yang relatif murah bagi opera yang hanya menyajikan beberapa babak dari sebuah atau sejumlah cerita. Opera yang menyajikan cerita yang relatif utuh lebih mahal.
  • Seperti banyak seni tradisional, menyaksikan opera Beijing tidak harus mengerti bahasa Mandarin. Penokohan dan alur cerita paling tidak tergambar dari cat wajah aktor dan nada musik yang dimainkan. Bagaimanapun, mengerti bahasa Tionghoa lebih baik untuk lebih mendalami alur cerita yang dimainkan.
  • Untuk kostum, warna merah umumnya untuk tokoh berkarakter berani dan loyal, ungu untuk yang bijaksana, hitam untuk tokoh yang tegas, kuning bagi tokoh yang brutal sedangkan warna emas dan perak untuk tokoh magis.
  • Melodi yang tenang dan dalam (er huang) yang dimainkan oleh instrumen-instrumen gesek dan petik mengiringi kisah babak opera yang mengisahkan kesedihan, cinta, dan dialog yang serius.
  • Melodi yang bersemangat dan cepat serta tegas (xi pi) umumnya untuk mengiringi babak drama yang mengisahkan kemenangan, pertarungan dan kegembiraan.

Referensi

  1. "UNESCO - Peking opera". ich.unesco.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-09-11.
  2. Xu, Cheng bei (2012). Peking opera. Introductions to Chinese culture. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-18821-0.
  3. Guy, Nancy A. (1995). "Peking Opera as "National Opera" in Taiwan: What's in a Name?". Asian Theatre Journal. 12 (1): 85–103. doi:10.2307/1124469. ISSN 0742-5457.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan