Kamis, 08 Oktober 2026
08:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Obolos Kharon

Bagikan:

Obolos Kharon adalah istilah kiasan untuk koin yang ditaruh di mulut mayat yang hendak dimakamkan.

Kebiasaan ini terutama dilakukan oleh bangsa Yunani dan Romawi kuno. Kebiasaan serupa juga ditemukan di daerah Timur Dekat, dan juga di Eropa Barat, terutama di daerah-daerah yang dihuni oleh suku Kelt dari budaya Romawi-Britania, Romawi-Hispania, dan Romawi-Galia, serta oleh suku-suku Jerman pada masa Zaman Kuno Akhir dan masa kristen awal, dengan contoh-contoh yang berlimpah sampai abad 20. Sastra Yunani dan Latin yang berasal dari abad ke-5 SM sampai abas ke-2 M, menyebutkan mengenai obolos Kharon dan kadang juga lelucon tentang koin tersebut sebagai uang suap untuk pendayung yang mengantarkan roh menyeberangi sungai yang memisahkan dunia kematian dari dunia manusia.

Arkeologi menunjukkan bahwa mitos mengenai obolos Kharon merefleksikan kebiasaan nyata, namun peletakan koin itu juga tidak meluas dan tidak pada terbatas pada satu koin di mulut jenazah.[1][2] Dalam banyak pemakaman, lempengan logam bertulisan atau eksonumia merupakan pengganti koin, atau salib berlapis emas pada masa Kristen awal. Kemunculan koin atau timbuanan koin dalam pemakaman pada kapal khas suku-suku Jerman mengindikasikan adanya konsep yang analog.

Cataatn kaki

  1. ↑ Gregory Grabka, “Christian Viaticum: A Study of Its Cultural Background,” Traditio 9 (1953), 1–43, khususnya hlm. 8
  2. ↑ Susan T. Stevens, “Charon’s Obol and Other Coins in Ancient Funerary Practice,” Phoenix 45 (1991) 215–229.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan