Senin, 12 Oktober 2026
10:05 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Nutrisi hewan

Nutrisi hewan

ilmu tentang nutrisi pada hewan

Bagikan:
250px-Dry_cat_food_03_ft._Remus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
POV: kucing Anda, Remus, mencoba mengambil makanan kering sementara Anda memotret makanannya. Menurutnya, “ini hanya untuk membantu”.

Di alam bebas, hewan mempunyai jenis makanan tersendiri. Sumber makanan hewan dikelompokkan ke dalam dua macam, yaitu tumbuhan dan hewan. Makanan yang berasal dari tumbuhan di antaranya dapat berupa daun, batang, buah, biji-bijian, dan akar atau umbi-umbian. Sedangkan makanan yang berasal dari hewan dapat berupa daging, ikan, tulang, dan serangga.[1]

Makanan berupa tumbuhan

Artikel utama: Herbivora

Tumbuhan merupakan sumber makanan yang banyak dimanfaatkan oleh makhluk hidup. Hampir semua bagian tumbuhan dapat di makan oleh hewan. Dari daun, batang, buah, bunga, biji, sampai akarnya pun bisa dijadikan sumber makanan.[2]

Daun

Bagian tumbuhan yang paling umum dijadikan makanan hewan adalah daun, mislanya saja ulat. Ulat banyak terdapat di daun-daun tumbuhan. Ulat memakan daun-daun tumbuhan tempat dia berada. Selain ulat, masih banyak hewan lain yang makanan utamanya adalah daun. Misalnya, kambing, jerapah, kijang, zebra, sapi, dan kelinci.[2]

Batang

Di desa, banyak petani yang memelihara sapi atau kerbau. Selain bisa diambil tenaganya, hewan tersebut juga bisa dijadikan penghasilan tambahan bagi para petani. Salah satu jenis makanan sapi adalah batang tumbuhan padi dan jagung. Tumbuhan lain yang biasa dimakan batangnya adalah pohon bambu. Panda sangat menyukai batang bambu muda.[2]

Buah

Ada beberapa jenis ulat yang makanan utamanya adalah buah. Jenis ulat ini biasanya dianggap hama bagi para petani buah karena merugikan.[2]

Biji

Biji merupakan bagian tumbuhan yang disukai oleh berbagai jenis hewan, terutama jenis burung. Biji padi dan jagung merupakan makanan lezat bagi burung pipit. Selain itu biji kenari banyak diincar tupai.[2]

Makanan berupa hewan

Artikel utama: Karnivora

Banyak bagian hewan yang bisa dimakan oleh hewan karnivora misalnyanya dagingnya, tulangnya, juga telurnya. Hewan-hewan kecil banyak yang menjadi mangsa bagi hewan yang lebih besar. Hewan yang bertubuh besar juga dapat menjadi makanan hewan lain. Tikus menjadi mangsa kucing. Kelinci menjadi makanan elang. Bahkan di hutan, hewan besar seperti jerapah, kijang, dan kerbau dijadikan mangsa oleh harimau dan singa.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Buku sekolah elektronik Heri Sulistyanto dan Edy Wiyono (2008). Ilmu Pengetahuan Alam 4 untuk SD dan MI Kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. ISBN 979-462-953-7.{{cite book}}: Periksa nilai |authorlink=; Tautan eksternal dalam |authorlink=
  2. 1 2 3 4 5 6 Buku sekolah elektronik Budi Wahyono, Setya Nurachmandani (2008). Ilmu Pengetahuan Alam 4: untuk SD/MI kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. ISBN 979-462-945-6.{{cite book}}: Periksa nilai |authorlink=; Tautan eksternal dalam |authorlink=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan