Kamis, 24 September 2026
04:32 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Kenari biasa

Kenari biasa

Untuk burung, lihat Kenari (burung).
Untuk Kacang kenari (Walnut), lihat Kacang kamiling.
Kenari
250px-Canarium_indicum_-_Icica_icicariba_-_K%C3%B6hler%E2%80%93s_Medizinal-Pflanzen-171.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Sapindales
Famili: Burseraceae
Genus: Canarium
Spesies:
C. indicum
Nama binomial
Canarium indicum
L.
Sinonim

C. amboinense Hochr.
C. moluccanum Blume
C. zephyrinum Rumphius
C.commune L.

Kenari (Bugis, Makassar: Kanare; Tidore, Ternate: Nyiha) adalah tumbuhan berbatang keras dan berkayu, yang banyak tumbuh liar di Kepulauan Maluku.[1] Tumbuhan ini memiliki potensi ekonomi yang merupakan anggota suku Burseraceae. Tumbuhan ini berasal dari kawasan Malesia timur dan diambil buahnya untuk dimakan, terutama bagian dalam bijinya. Buahnya berbentuk bulat dan bijinya dikenal dengan kacang kenari yang memiliki kandungan lemak tinggi dan banyak digunakan dalam kuliner khas Maluku.[1] Salah satunya adalah air guraka yang terbuat dari jahe parut, gula merah, serta rempah-rempah yang biasa disajikan dengan taburan kacang kenari parut.[1]

Daerah asalnya terutama adalah Kepulauan Maluku, Papua, sampai Vanuatu, kemudian diintroduksi di Sulawesi, Jawa, dan sekitarnya. Selain itu di Pulau Jawa, Nusa Tenggara, dan sekitarnya juga memiliki spesies Canarium vulgare Leenh. (Inggris: java almond) yang juga menghasilkan buah kenari. Kedua spesies ini berhubungan dekat dan saling tertukar karena sebelumnya disebut satu spesies C. commune, walaupun terdapat perbedaan pada daun penumpu (stipula) milik C. vulgare memiliki tepi daun lurus dan rata (Inggris: entire), mudah lepas (Inggris: caducous), dan kecil. Sedangkan stipula pada C. Indicum tepi daunnya bergerigi (Inggris: dentate), tidak mudah lepas, dan besar.[2][3] Selain itu C. harveyi dan C. solomonense juga memiliki daun penyangga yang kecil.[3]

Selain itu, dari luar Indonesia juga diperdagangkan buah dari spesies Canarium lainnya, yaitu C. harveyi dan C. solomonense, yang biasa disebut galip (dalam bahasa Papua Nugini) dan memiliki bentuk buah yang mirip.[3]

Produk

Produksi buah adalah yang diharapkan dari kenari. Buahnya berisi biji yang terbungkus cangkang (endokarp) yang keras dengan isi "daging" yang mengandung lemak dan protein tinggi dan dapat dimakan. Bagian dalam cangkang ini sering kali dipakai sebagai pengganti amandel (almond) untuk menghias kue. Minyak bijinya, yang diekstrak, dapat menggantikan minyak kelapa.[4]

Batangnya mengeluarkan resin yang diperdagangkan untuk campuran vernis dan melicinkan perahu.[4] Resin ini juga dapat digunakan sebagai balsem.

Kayunya berkualitas baik dan dipergunakan sebagai bahan pembuat perahu serta dayungnya.[4]

Referensi

  1. 1 2 3 Stephanie, Maria (2024). Ensiklopedia dari Bumi Nusantara ke Piring Kita. Yogyakarta: Guru Bumi. ISBN 978-623-10-4657-4.
  2. Van Steenis, C. G. G. J. (1958). Flora Malesiana, Series I: Spermatophyta. Vol. 5. Jakarta: Noordhoff-Kolff N.V.
  3. 1 2 3 Thomson LAJ & Evans B. 2006. Canarium indicum var. indicum and C. harveyi (canarium nut). Lembar informasi dari www.traditionaltree.org. Diakses 2 Januari 2013.
  4. 1 2 3 Canarium vulgare[pranala nonaktif permanen]. Dalam sheetfact World Agroforestry Centre.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik tumbuhan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan