Minggu, 20 September 2026
22:57 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Mokoginta

Mokoginta adalah salah satu marga Mongondow, marga ini terdapat dalam masyarakat Suku Mongondow,[1] di Provinsi Sulawesi Utara. Dalam Suku Mongondow Marga atau nama keluarga adalah nama pertanda dari keluarga mana seorang berasal. Marga menjadi identitas dalam masyarakat Suku Mongondow atau di daerah Bolaang Mongondow Raya.

Suku Mongondow mulai mengenal marga di akhir abad ke-17, yaitu di zaman Raja Manoppo atau Jacobus Manoppo anak dari Datu Loloda Mokoagow. Anak-anak dari Raja Jacobus Manoppo itu, sudah ditambahkan Manoppo dibelakang namanya dan akhirnya berkembang hingga sekarang ini.[2]

Raja Jacobus Manoppo mempunyai anak bernama Raja Salmon Manoppo. Raja Salmon Manoppo mempunyai beberapa orang isteri salah satunya bernama Into'. Raja Salmon Manoppo memperoleh anak dua orang yakni Abo' Itabo Manoppo (laki-laki) dan Bua' Umpo' Manoppo. Abo' Itabo menikah dengan Taboona (anak dari Sadaha Pakiara) memperoleh anak dua orang yakni Abo' [3]Mokoginta dan Abo' Abug. Abo' Mokoginta kawin dengan Bulan Boki anak dari Kapita laut Dondo.[4]

Tokoh

Beberapa tokoh yang bermarga Mokoginta, di antaranya adalah:

Referensi

  1. "Asal Usul Marga Suku Mongondow Menurut Sejarah". gorontalo.pikiran-rakyat.com. 28 November 2021. Diakses tanggal 25 Desember 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "Asal Usul Marga Mokoginta". bolmong.news. 14 Oktober 2021. Diakses tanggal 25 Desember 2022.
  3. Silsilah Mokoginta oleh Abo' Inel Mokoginta. Gogagoman 1 April 1960
  4. "Asal Usul Marga Mokoginta". mongondow.com. 14 Oktober 2021. Diakses tanggal 25 Desember 2022.
  5. "Hadidjah Lena Mokoginta, Penggagas Lahirnya Bhayangkari Polri". mongondow.com. 17 November 2017. Diakses tanggal 25 Desember 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. "Lena Soekanto Mokoginta Pendiri Bhayangkari". historia.id. 04 Juli 2022. Diakses tanggal 25 Desember 2022.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan