Selasa, 22 September 2026
00:17 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Mitratel

perusahaan asal Indonesia

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk
250px-Logo_Mitratel.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
JenisPublik
BEI: MTEL
Komponen LQ45
IndustrITelekomunikasi
Wilayah yang dilayani
Indonesia
Tokoh kunci
Fadli Tri Hartono (Komisaris Utama)
Theodorus Ardi Hartoko (Direktur Utama)
ProdukInfrastruktur telekomunikasi
PendapatanKenaikan Rp 9,3 triliun (2024)
Kenaikan Rp 2.1 triliun (2024)
Total asetKenaikan Rp 58.1 triliun (2024)
Total ekuitasPenurunan Rp 33.3 triliun (2024)
PemilikTelkom Indonesia (71,83%)

INA (5.9%) [1]

Government of Singapore (5.3%)
Jumlah karyawan
603 (2024)

Dayamitra Telekomunikasi (berbisnis dengan nama Mitratel) adalah anak usaha Telkom Indonesia yang bergerak di bidang penyediaan infrastruktur telekomunikasi. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, perusahaan ini memiliki empat kantor area, yakni di Medan, Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Hingga akhir tahun 2020, perusahaan ini memiliki 18.473 menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia.[2]

Sejarah

Perusahaan ini memulai sejarahnya pada tahun 1995[3] di Kalimantan dengan nama PT Dayamitra Malindo dan sahamnya dimiliki oleh perusahaan asal Indonesia (PT Intidaya Sistelindo Mitra, PT ALatief Nusakarya) dan luar Indonesia (Telekom Malaysia, AIA).[4][5] Belakangan, mayoritas saham Telekom Malaysia diakuisisi oleh Cable & Wireless plc, sebuah perusahaan telekomunikasi asal Inggris, sehingga namanya sejak 28 Agustus 1997 menjadi PT Dayamitra Telekomunikasi[6] dengan nama dagang Cable & Wireless Mitratel.[7] Saat itu, perusahaan ini bergerak di bidang kerja sama operasi dalam pembangunan jaringan PSTN sebanyak 237.000 sambungan di pulau Kalimantan.[5]

Pada tanggal 14 Desember 2004, seluruh saham perusahaan ini resmi dipegang oleh Telkom.[3] Telkom lalu memfokuskan bisnis Mitratel pada penyewaan dan pengelolaan menara telekomunikasi sejak tahun 2007.[6] Perusahaan ini kemudian mulai menyewakan menara telekomunikasinya ke Telkom Indonesia dan Excelcomindo Pratama, yang disusul ke Natrindo Telepon Seluler dan 3 Indonesia pada tahun 2009. Pada tahun 2010, penyewaan menara telekomunikasi ke Telkom Indonesia berakhir dan kemudian dilanjutkan oleh Telkomsel. Perusahaan ini lalu mendirikan sepuluh kantor regional di seluruh Indonesia dan meneken perjanjian untuk dapat menjadi agen penyewaan bagi menara telekomunikasi milik Telkom Indonesia, Telkomsel, dan XL Axiata. Perusahaan ini kemudian mulai menyediakan jasa perawatan untuk menara telekomunikasi milik Telkomsel.

Pada tahun 2011, perusahaan ini mulai menyewakan menara telekomunikasinya ke Indosat dan Smartfren. Perusahaan ini juga mulai mengelola 1.401 unit menara telekomunikasi milik Divisi Infratel dan DTF dari Telkom Indonesia. Perusahaan ini kemudian mulai menyediakan jasa perawatan untuk 2.337 unit menara telekomunikasi milik Telkom Flexi. Perusahaan ini lalu mulai membangun menara IBS di sembilan gedung. Perusahaan ini kemudian mengakuisisi 913 menara IBS dan mulai menawarkan 1.300 menara IBS milik Telkomsel ke operator telekomunikasi lain. Pada tahun 2011 juga, untuk pertama kalinya, perusahaan ini membangun menara BTS di sebuah hotel di Sentul. Perusahaan ini kemudian bekerja sama dengan Telkom Indonesia untuk menyiapkan pembangunan wifi.id. Pada tahun 2012, perusahaan ini bermitra dengan Le Blanc Technologies untuk membangun 54 unit menara telekomunikasi di Timor Leste milik Telin. Perusahaan ini kemudian membeli 56 unit CDC milik Indo Matra Lestari. Pada tahun 2016, perusahaan ini menjadi yang pertama di Indonesia untuk memiliki 1.000 unit smartpole, yakni menara telekomunikasi dengan ketinggian kurang dari 20 meter. Pada tahun 2017, perusahaan ini telah memiliki 10.000 unit menara telekomunikasi. Pada tahun 2019, perusahaan ini mengakuisisi Persada Sokka Tama yang memiliki 1.017 unit menara telemunikasi[8] dan mengakuisisi 2.100 unit menara telekomunikasi milik Indosat Ooredoo.[9] Pada tahun 2020, perusahaan ini mengakuisisi 6.050 unit menara telekomunikasi milik Telkomsel.[2] Pada akhir tahun 2021, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia.[10]

Bisnis penyewaan menara pemancar

Saat ini perusahaan telah menyediakan penyewaan tower untuk beberapa operator telekomunikasi antara lain: PT. Telekomunikasi Seluler, PT. XL Axiata, Tbk, PT. Indosat, Tbk, PT. Axis Telekom Indonesia, PT. Hutchison 3 CP Telecommunications, PT. Bakrie Telecom, Tbk, PT. Smartfren Telecom, Tbk, Divisi Telkom Flexi yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Batam, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Papua.[3]

Saat ini, Mitratel tengah mengembangkan layanan penyediaan mircrocell dan multi operator in-building solution (indoor antenna-pico).[3]

Monetisasi Mitratel

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk atau Telkom berencana merealisasikan rencana monetisasi Mitratel pada tahun 2015.[11] Aset-aset Mitratel akan dilepas ke Tower Bersama Infrastructure.[12] Pelepasan aset-aset tersebut dinilai akan merugikan negara oleh beberapa pihak, salah satunya oleh Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra).[12][13]

Lihat pula

Referensi

  1. https://www.indopremier.com/ipotnews/newsDetail.php?jdl=INA_Kantongi_5__Saham_Mitratel_(MTEL)&news_id=392146&group_news=RESEARCHNEWS&taging_subtype=INDONESIA&name=&search=y_general&q=INDONESIA,%20&halaman=1. {{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  2. 1 2 "Profil Perusahaan". PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. Diakses tanggal 2 Januari 2022.
  3. 1 2 3 4 (Indonesia) Mitratel. "About Mitratel". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-01-18. Diakses tanggal 23-Januari-2015.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=; Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  4. Project and Trade Finance, Masalah 171-174
  5. 1 2 Fast Learner: Cara, Gaya, dan Tips Beradaptasi dengan Keadaan
  6. 1 2 Untold Story IPO Telkom di NYSE & BEJ
  7. Indonesia News Service, Masalah 1788-1871
  8. "Perkuat Jaringan, Anak Usaha Telkom Akuisisi Persada Sokka". cnbcindonesia.com. Diakses tanggal 9 Januari 2020.
  9. "Indosat Ooredoo Akhirnya Selesaikan Transaksi Penjualan 2.100 Menara ke Mitratel". liputan6.com. Diakses tanggal 9 Januari 2020.
  10. Ariesta, Anggie (21 November 2021). "Resmi IPO, Ini Harapan Bos Mitratel (MTEL)". IDXChannel. Diakses tanggal 13 April 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. (Indonesia) Tempo. "Telkom Lepas Mitratel Tahun 2015". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-01-23. Diakses tanggal 23-Januari-2015.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=; Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  12. 1 2 (Indonesia) Okezone. "Barter Mitratel Telkom Dinilai Rugikan Negara". Diakses tanggal 23-Januari-2015.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=; Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  13. (Indonesia) Tempo. "Pemerintah Diminta Batalkan Penjualan Mitratel". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-01-23. Diakses tanggal 23-Januari-2015.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=; Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan