Senin, 21 September 2026
05:29 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Mfecane

Mfecane

250px-Departure_of_the_Fingoes-1840.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan yang menggambarkan migrasi pertama Fengu, salah satu suku yang terkena dampak Mfecane.

Mfecane (pelafalan dalam bahasa Zulu:[m̩fɛˈkǀaːne], penghancuran), juga dikenal dengan istilah dalam bahasa Sesotho Difaqane (penghamburan paksa atau migrasi paksa[1]) atau Lifaqane, adalah periode peperangan dan kekacauan di Afrika bagian selatan dari tahun 1815 hingga 1840 yang berdampak terhadap penduduk asli Afrika. Setelah Raja Shaka mendirikan Kerajaan Zulu yang militeristik di wilayah yang terletak di antara Sungai Tugela dan Sungai Pongola, peperangan yang dikobarkan oleh pasukannya berdampak terhadap suku-suku lain. Perpindahan suku-suku tersebut diikuti oleh upaya untuk mendominasi suku lain di wilayah baru, yang pada gilirannya mengakibatkan peperangan. Sementara itu, kelompok-kelompok lain menjadi terkonsolidasi, seperti Matabele, Mfengu dan Makololo. Beberapa negara seperti Lesotho juga didirikan.

Mfecane terutama mengacu pada periode ketika raja Matabele Mzilikazi mendominasi wilayah Transvaal. Pada masa kekuasaannya (kurang lebih dari tahun 1826 hingga 1836), ia memerintahkan pembunuhan dan penghancuran besar-besaran untuk memberangus perlawanan. Ia mereorganisasi wilayahnya untuk mendirikan tatanan Ndebele yang baru. Jumlah korban yang jatuh belum diketahui secara pasti, tetapi hampir semua penduduk di wilayah tersebut tewas. Perkiraan berkisar dari 1 hingga 2 juta.[2][3][4][5]

Catatan kaki

  1. "General South African History Timeline: 1800s". South African History Online. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-04-21. Diakses tanggal 12 September 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Walter, Eugene Victor (1969). Terror and Resistance: A Study of Political Violence, with Case Studies of Some Primitive African Communities.
  3. Charters, R. A. (Major, Royal Artillery) (1839). "Notices Of The Cape And Southern Africa, Since The Appointment, As Governor, Of Major-Gen. Sir Geo. Napier". United Service Journal and Naval and Military Magazine. Vol. 1839, Part III, no. September, October, November. London: Henry Colburn. hlm. 19–25, 171–179, 352–359, page 24.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  4. Encyclopaedia Britannica, 15th edition
  5. Hanson, Victor Davis (2001). Carnage and Culture: Landmark Battles in the Rise to Western Power. New York: Knopf Doubleday Publishing Group. hlm. 313. ISBN 978-0-307-42518-8.

Bacaan lanjut

  • J.D. Omer-Cooper, The Zulu Aftermath: A Nineteenth-Century Revolution in Bantu Africa, Longmans, 1978: ISBN 0-582-64531-X; outstanding example of the traditional view.
  • Norman Etherington, The Great Treks: The Transformation of Southern Africa, 1815–1854, Longman, 2001: ISBN 0-582-31567-0; refutes accounts of the Mfecane
  • Carolyn Hamilton, The Mfecane Aftermath: Reconstructive Debates in Southern African History, Indiana University Press, 1995: ISBN 1-86814-252-3


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan