Senin, 02 November 2026
03:40 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Melaka Belanda

Melaka Belanda

kerajaan di Asia Tenggara

Bagikan:
Melaka Belanda
Gubernuran Melaka
Gouvernement Malacca
Bendera Malaka
Bendera
Lambang Malaka
Lambang
Lagu kebangsaan: Wilhelmus van Nassouwe
Malaka Belanda
Malaka Belanda
StatusKoloni Perusahaan Hindia Timur Belanda (1641–1795)
Bagian dari Hindia Belanda (1818–1825)
Ibu kotaKota Melaka
Bahasa umumBelanda, Melayu
Gubernur 
• 1641 - 1642
Johan van Twist
• 1824 - 1825
Hendrik S. van Son
Era SejarahImperialisme
• Didirikan
14 Januari 1641
• Pendudukan Britania
1795-1818
1 Maret 1825
Didahului olehDigantikan oleh
Malaka Portugis
Negeri-negeri selat
Koloni Inggris di Malaka
Hindia Belanda
Kegubernuran Malaka
Gouvernement Malacca
1818–1825
Flag of Melaka
Panji daerah
250px-Belanda_Melaka.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ibu kotaKota Melaka
Sejarah
 • JenisAdministrasi Kolonial
Sejarah 
• Pemisahan
1818
• Dibubarkan
1825
Didahului olehDigantikan oleh
Hindia Belanda
Negeri-Negeri Selat

Melaka Belanda (1641-1825) adalah periode terpanjang Malaka di bawah kekuasaan asing. Belanda menguasai Malaka selama hampir 183 tahun. Kekuasaan Belanda menunjukan tanda berkurangnya kepentingan Malaka di wilayah tersebut. Belanda lebih memilih Batavia (kini Jakarta) sebagai pusat ekonomi dan administratif di wilayah tersebut dan mereka menguasai Malaka untuk mencegah kota tersebut dikuasai oleh negara Eropa lainnya.

Gubernur

  • 1641-1642 Johan van Twist
  • 1642-1645 Jeremias van Vliet
  • 1645-1646 Arnold de Vlaming van Oudshoorn
  • 1646-1662 Jan Thijssen Payart
  • 1662-1665 Jan Anthonisz. van Riebeeck
  • 1665-1677 Balthasar Bort
  • 1677-1680 Jacob Joriszn. Pits
  • 1680-1684 Cornelis van Quaalberg
  • 1684-1685 Mr. Nicolaas Schag(h)en
  • 1685 François Tack
  • 1686-1691 Thomas Slicher
  • 1692-1696 Gelmer Vosburgh
  • 1697-1700 Govert van Hoorn
  • 1700-1704 Bernard Phoonsen
  • 1704 Johan Grotenhuys
  • 1704-1706 Carel Bolner
  • 1706-1709 Pieter Rooselaar
  • 1709-1711 Willem Six
  • 1711-1717 Willem Moerman
  • 1717-1727 Herman van Suchtelen
  • 1727-1730 Johan Frederik Gobius
  • 1731-1736 Pieter Rochus Pasques de Chavonnes
  • 1736-1743 Rogier de Laver
  • 1743-1749 Willem Bernhard Albinus
  • 1749-1753 Pieter van Heemskerk
  • 1754-1758 Willem Dekker
  • 1758-1764 David Boelen
  • 1764-1772 Thomas Schippers
  • 1772-1776 Jan Crans
  • 1776 Pierre Jean Louis de Fillietaz
  • 1776-1788 Pieter Gerardus de Bruijn
  • 1788-1795 Abraham Couperus
  • 1795-1818 Periode Inggris
  • 1818-1823 Jan Samuel Timmerman Thijssen
  • 1823-1824 A. Koek (sementara)
  • 1824-1825 Hendrik Stephanus van Son

Ekonomi

Melaka Belanda merupakan salah satu kawasan pelabuhan bagi sistem perdagangan maritim Belanda di Asia Tenggara. Belanda menjadikan Melaka Belanda sebagai pusat perdagangan barang bekas dari Tiongkok. Namun para pedagang Tiongkok tidak lagi menjual barang bekas di Melaka Belanda sejak tahun 1683 akibat liberalisasi dan institu­sionalisasi perdagangan luar negeri diberlakukan oleh Dinasti Qing yang berkuasa atas Tiongkok. Para pedagang Tiongkok lebih memilih pelabuhan-pelabuhan bebas di Asia Tenggara yang tidak berada dalam kekuasaan Belanda. Alasan utamanya ialah biaya pelabuhan yang mahal dan aturan yang rumit di pelabuhan-pelabuhan milik Belanda di Asia Tenggara termasuk di Melaka Belanda.[1]

Referensi

  1. ↑ Ota, Atsushi (2023). ""Perniagaan Haram" di Lampung: Respons Masyarakat Setempat terhadap Perluasan Perdagangan, Sekitar 1760-1800". Dalam Saputro, Christian Heru Cahyo (ed.). Lampung Tempo Doeloe. Semarang: Cipta Prima Nusantara. hlm. 39. ISBN 978-623-380-035-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Koloni dan pos dagang Vereenigde Oostindische Compagnie (1602–1798)
Kegubernuran Jenderal
Kegubernuran
Direktorat
Komandemen
Keresidenan
Permukiman Opperhoofd
Koloni dan pos dagang Geoctroyeerde Westindische Compagnie (1621–1792)
Koloni di Amerika
Pos dagang di Afrika
Permukiman Noordsche Compagnie (1614–1642)
Permukiman
Koloni Kerajaan Belanda (1815–1962)
Sampai 1825
Sampai 1853
Sampai 1872
Sampai 1945
Sampai 1954
Sampai 1962
Kerajaan Belanda (1954–sekarang)
Negara konstituen
Munisipalitas khusus Belanda
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan