Minggu, 20 September 2026
23:28 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Max Maramis

Max Maramis

Max_Maramis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Max Maramis

Max Maramis adalah seorang diplomat dan politikus Indonesia. Dari 1950 sampai 1956, ia menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat.[1] Dari 1956 sampai 1957, ia menjabat selaku Duta Besar Indonesia untuk Austria.[2][3] Dari 30 Agustus 1957 sampai 11 November 1959, ia menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Belanda.[4] Dari 1965 sampai 1967, ia menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Tunisia.[5][6] Dari 1967 sampai 1970, ia menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Uni Soviet merangkap Mongolia.[7]

Referensi

  1. Tim Penyusun Sejarah 1970, hlm. 592-605
  2. "Ambassadors List". Kedutaan Besar Republik Indonesia di Wina, Austria. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-03-26. Diakses tanggal 2019-08-10.
  3. Sejarah Perwakilan Republik Indonesia di Luar Negeri. Jakarta: Departemen Luar Negeri Republik Indonesia. 1995. hlm. 333.
  4. "Daftar Duta Besar". Kedutaan Besar Republik Indonesia di Den Haag, Belanda. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-08-11. Diakses tanggal 2019-08-10.
  5. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 1965 (1965-05-04).
  6. Who's who in Indonesia. Jakarta: Gunung Agung. 1971. hlm. 214.
  7. Statistical Pocketbook of Indonesia 1968–1969 [Buku Saku Statistik Indonesia 1968–1969]. Jakarta: Biro Pusat Statistik. 1971. hlm. 424.

Daftar Pustaka

20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan