Selasa, 22 September 2026
04:56 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Sihotang

salah satu marga Batak Toba

Artikel ini bukan mengenai Sitohang. Keduanya merupakan marga yang berbeda tanpa hubungan kekerabatan.
Untuk kegunaan lain, lihat Sihotang (disambiguasi).
Sihotang
Aksara Batakᯘᯪᯂᯬᯖᯰ
(Surat Batak Toba)
Nama margaSihotang
Silsilah
Generasi dari Si Raja Batak
1Si Raja Batak
2Raja Isumbaon
3Tuan Sorimangaraja
4Tuan Sorbadibanua
(Nai Suanon)
5Siraja Oloan
6Sigodang Ulu (Sihotang)
Nama lengkap tokohRaja Sigodang Ulu Sihotang
Nama istri
Nama anak (putra)
Nama boru (putri)Si Boru Sobosihon
(Dinikahi oleh Raja Marsundung Simanjuntak)
Kekerabatan
Induk margaSiraja Oloan
KlanSiraja Oloan
Marga sekerabat
Turunan
Mataniari binsarTamba
Padan
Asal
SukuBatak
EtnisBatak Toba
Daerah asalHarian, Samosir

Sihotang (Surat Batak: ᯘᯪᯂᯬᯖᯰ ) adalah salah satu marga Batak Toba yang berasal dari Harian, Samosir, yang merupakan keturunan dari Sigodang Ulu, anak kedua dari Siraja Oloan.

Rumpun keturunan Si Raja Oloan

Dalam silsilah Batak, Si Raja Oloan memiliki enam orang putra yang dilahirkan oleh dua orang istri. Istri pertama adalah Boru Limbong, yang melahirkan dua orang putra, yaitu: Naibaho dan Sihotang. Sedangkan, istri kedua adalah Boru Pasaribu yang melahirkan empat orang putra, yaitu: Bakara, Sinambela, Sihite, dan Simanullang.[1]

Tarombo (Silsilah)

Siraja Oloan
1. Boru Limbong
2. Boru Pasaribu
Siganjang Ulu
(Naibaho)
Sigodang Ulu
(Sihotang)

1. Boru Tamba
2. Boru Simbolon
Toga BakaraToga SinambelaToga SihiteToga Simanullang
SipardabuanSorganimusu
Boru Tamba
Sitorbandolok
Boru Tamba
SirandosSimarsoit
Boru Manik
Raja Tunggal (Hasugian)
Boru Nainggolan Lumbanraja
Orang Kaya Tua (Hasugian)
Boru Tinambunan
Sipardabuan UrukDatu BungkukPangulu Baringin
Boru Tamba Sitonggor
Sondi PatarTuan DibahalnaOmpu Tuan BinurOmpu Raja Pandapotan
Boru Aritonang Rajagukguk
Ompu Pasir Barus
Boru Manik
Ompu Pargonditen
Boru Siahaan
Raja BukitTuan PandakTupik NapunuRancaranOrang Kaya BaleOrang Kaya PenaliOrang Kaya Muda
Ompu Tuan NajoloOmpu Bursok
Aman Saga Pulo
(Matanari)
Raja Jatima
(Manik Siketang)
Mpu Barita Laut
(Manik Siketang)

Nama asli nenek moyang pertama yang menurunkan marga Sihotang ini adalah Sigodang Ulu. Setelah beranjak dewasa, Sigodang Ulu membuka perkampungan di daerah yang ditumbuhi banyak rotan. Dalam bahasa Batak, rotan dikenal dengan nama hotang. Oleh karena itu, keturunan Sigodang Ulu disebut dengan nama marga "Sihotang".

Turunan Marga

250px-Tugu_Sihotang.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tugu Raja Sigodang Ulu Sihotang

Raja Sigodang Ulu Sihotang memiliki tujuh orang putra yang dilahirkan oleh dua orang istri. Istri pertama adalah Boru Tamba, sedangkan istri kedua adalah Boru Simbolon. Berikut ini adalah nama-nama putra Sigodang Ulu secara berurutan:[2]

  1. Sipardabuan
  2. Sorganimusu
  3. Sitorbandolok
  4. Sirandos
  5. Simarsoit
  6. Raja Tunggal (Hasugian)
  7. Orang Kaya Tua (Hasugian)

Dalam lirik lagu Mars Sihotang, disebutkan bahwa Sigodang Ulu juga memiliki satu putri yang bernama Si Boru Sobosihon. Putri ini menikah dengan Raja Marsundung Simanjuntak. Hingga kini dalam sistem kekerabatan termasuk tatanan masyarakat adat terdapat suatu perlakuan khusus antara keturunan Raja Marsundung Simanjuntak dan Raja Sigodang Ulu Sihotang. Marga Sihotang memperoleh penghormatan secara khusus dan istimewa sebagai hula-hula (mataniari binsar) dalam kehidupan sehari-hari oleh marga Simanjuntak sebagai boru sihabolonan.[3]

Pada generasi-generasi berikutnya, keturunan dari Raja Sigodang Ulu Sihotang ada yang merantau ke Tanah Pakpak, Tanah Dairi dan berasimilasi dengan Batak Pakpak-Dairi. Keturunannya yang dikenal bermarga Matanari, Manik Siketang, dan Manik Pegagan.[4]

Sedangkan di Tanah Karo, keturunan Siraja Oloan termasuk Sihotang memperoleh penambalan marga Karokaro. Marga Ginting juga menjadi salah satu marga dari keturunan Naibaho dan Hasugian, yakni Ginting Capah dari marga Capah, Ginting Babo dari marga Bako, dan Ginting Sugihen keturunan Raja Tunggal Hasugian.[5]

Dongan padan (Hubungan perjanjian) dengan marga Marbun

Toga Marbun adalah salah satu putra dari Raja Naipospos. Berdasarkan penuturan para tetua marga Sihotang maupun Marbun, disebutkan bahwa marga Sihotang dan Marbun memiliki sebuah ikatan perjanjian khusus ’'(padan) tidak boleh saling kawin. Perlu penelusuran lebih lanjut, pada generasi keberapa terjadi ikatan perjanjian ini. Namun, hingga kini, hubungan perjanjian ini tetap dipegang teguh bahwa seluruh marga keturunan Sigodang Ulu (Sihotang) dan Toga Marbun menjadi saudara (dongan padan) yang antar keturunannya tidak boleh saling kawin. Bahkan pada perkembangannya kini, marga-marga keturunan Naipospos lainnya, saudara Marbun yakni marga Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang juga menganggap Sihotang menjadi saudara yang disarankan untuk tidak saling kawin.[6]

Tokoh

Beberapa tokoh yang bermarga Sihotang, di antaranya adalah:

Referensi

  1. "Negeri Bakara: Si Raja Oloan". oleh blogspot Haposan Bakara. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-10-21.
  2. "Sejarah Marga Sihotang". Sihotang Blog - Pasadahon Sude Pomparan Sihotang.
  3. "Mars Sihotang". ciptaan Juara Tua Sihotang.
  4. "Asal-Usul dan Persebaran Orang Pakpak". website Dinas Pariwisata Kabupaten Pakpak Bharat.
  5. "Merga Silima Menjadi Identitas". website Perpustakaan Digital Budaya Indonesia.
  6. "Ini Dia Ikrar Marpadan Naipospos (Marbun) Untuk Tidak Saling Menikah Dengan Keturunan Sihotang". oleh Tobatabo.com.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan