Minggu, 20 September 2026
16:29 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Masamper

Masamper

250px-Masamper.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Masamper adalah kesenian tradisional masyarakat ''Noorder Einlanden'' dalam bahasa Belanda yang berarti pulau-pulau lebih utara atau populer disebut Nusa Utara, atau Kabupaten Kepulauan Sangihe , Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro di Sulawesi Utara. merupakan kegiatan bernyanyi bersama-sama secara berkelompok dan saling berbalas-balasan nyanyian.[1][2]

Kesenian Masamper merupakan grup seni bernyanyi yang memadukan dua unsur utama, yaitu vokal dan sentuhan geraka harus seirama,[3] disertai dengan gerak tari dari si pembawa lagu (pengaha) dalam tradisi Masamper, tidaklah sekadar menyanyi bersama anggota. Bagian tengah lokasi masamper dibiarkan kosong, menjadi tempat bagi mereka yang mendapat giliran memimpin lagu.[4]

Pada hakikatnya Masamper merupakan media pengungkapan jiwa, mengekspresikan jati diri dan secara khusus memiliki nilai yang universa, religius, interaksi sosial, historis, cinta bangsa dan tanah air, pendidikan dan identitas kultural.[1]

Asal Usul

Pada zaman dahulu, sebelum masuknya agama Kristen dan Islam, masyarakat suku sangir talaud sudah memiliki tradisi menyanyi. Pada masa itu, masyarakat menganut kepercayaan animisme, sehingga menyanyi yang di gunakan pada saat upacara pemujaan, di adakan untuk dewa. Menyanyi pada saat itu dikenal sebagai ; Sasambo,[5] kakalanto,[6] kakumbaede,[7] papantung,[8] tatingung, mengonong / mamuna U wera yang dalam modus non diatonis dilantunkan secara berbalas-balasan dengan syair dalam bahas daerah / sasra sasahara / sasalili.[9] Kemudian dengan seiring perkembangan zaman menyanyi ini dikenal dengan sebutan “mebawalase” yang terkait dengan bahas Indonesia “balaas” atau “nyanyi baku balas” yang menjadi ciri khas utama.[10] Karena masuknya Agama Kristen yang di bawah oleh para Zending dari belanda, kegiatan menyanyi kembali mendapat sentuhan dan memberikan warna tersendiri dalam konteks musik diatonik barat, pada akhirnya mebawalase mulai di kenal dengan sebutan Masamper yang diambil dari bahasa Belanda “Zangfereeninging /Zangfeer” atau paduan suara atau kegiatan menyanyi secara bersama-sama.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 "Masamper". www.wisatasia.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-11-28. Diakses tanggal 2019-11-20.
  2. Wahyono, Ary (1992). Bebalang: memudarnya fungsi seke. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kemasyarakatan dan Kebudayaan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. hlm. 29.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. Kompas.com. (2021, Februari 7). Lagu Terpesona yang kini viral dan usaha melestarikan seni Masamper. Kompas.com.
  4. "Masamper, Dulu dan Eksistensinya Kini". Barta1.com. 2019-06-22. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-11-30. Diakses tanggal 2019-11-20.
  5. Lalira, James Edward (2025-02-17). Sejarah, Bahasa dan Budaya Desa Gemeh Dari Cikal Bakal Hingga Pemekaran Wilayah. Gema Edukasi Mandiri. hlm. 166. ISBN 978-623-10-7338-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. Adat Istiadat Daerah Sulawesi Utara. Direktorat Jenderal Kebudayaan. 1980-01-01. hlm. 217.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. Sejarah Daerah Sulawesi Utara. Direktorat Jenderal Kebudayaan. hlm. 95.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. Adat Istiadat Daerah Sulawesi Utara. Direktorat Jenderal Kebudayaan. 1980-01-01. hlm. 291.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. Soputan, N., Semen, J. W., Lakat, A., & Talumepa, Y. B. (1983). Pengaruh migrasi penduduk terhadap perkembangan kebudayaan daerah Sulawesi Utara. Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  10. Lawendatu, Frangky; Batubara, Junita; Lestari, Dewi Tika (2025-07-05). "Daralo Song Composition: Mebawalase Mesampere Style". Jurnal Riset Ilmu Pendidikan (dalam bahasa Inggris). 5 (3): 515–522. doi:10.56495/jrip.v5i3.1182. ISSN 2808-750X.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan