Minggu, 04 Oktober 2026
06:31 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Martanagara

Martanagara

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Martanagara" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(November 2022)
R.A.A.
Martanagara
Martanegara.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Bupati Bandungke-10
Masa jabatan
7 Juni 1893[1]
(Sumpah jabatan pada 15 Juli 1893)[2] –14 Oktober 1918[3]
PendahuluRaden Adipati Kusumahdilaga
PenggantiR.A.A. Wiranatakusumah V
Informasi pribadi
Lahir(1845-02-09)9 Februari 1845[2]
Meninggal2 September 1926(1926-09-02) (umur 81)
MakamKomplek Pemakaman Gunung Puyuh
Sukajaya, Sumedang Selatan, Sumedang
6°51′48″S 107°55′04″E / 6.8633911°S 107.9177567°E / -6.8633911; 107.9177567
Suami/istri
AnakDengan R. Ratnainten:
Aom Pahrussuhada (1868 - Desember 1870)[5]
Orang tua
Kerabat

Raden Adipati Aria Martanagara, atau Marta Negara, (9 Februari 1845 – 2 September 1926) adalah seorang Bupati kesepuluh Kabupaten Bandung. Ia adalah menak dari Sumedang yang merupakan anak dari Bupati R.A. Kusumahdilaga dan Raden Tejamirah.

Kehidupan awal

Martanagara merupakan anak kelima dari lima bersaudara. Adapun keempat kakaknya sudah meninggal lebih dulu ketika keempatnya masih belum berusia dua tahun. Pada usia balita, Martanagara dirawat oleh pamannya, R. Adipati Surianagara dan disunat di pendopo Kabupaten Sumedang.[7]

Pada akhir tahun 1857, Ia sempat tinggal di rumah Raden Saleh untuk sekolah dan sempat pindah sekolah ke Semarang. Di tahun 1859, ia kembali ke Batavia.[8]

Karier politik

Sebelum dan pada masa jabatannya sebagai Bupati Bandung, Ia memimpin sejumlah proyek pembangunan sejumlah infrastruktur. Proyek pertama yang ia pimpin adalah pembangunan jembatan Bayabang semi-permanen yang terbuat dari bambu yang menghubungkan Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung Barat di tahun 1890.[9] Pembangunan jembatan permanen ini dilanjutkan oleh Wiranatakusumah V sebagai Bupati Cianjur di tahun 1917 dan selesai sesudah Martanagara wafat atau beberapa waktu sesudah September 1926. Namun, jembatan ini hilang karena Bayabang sudah terendam Waduk Cirata.[2]

Sebelum menjadi Bupati Bandung, Martanagara pernah menjadi Patih untuk Afdeeling Mangunreja di tahun 1883 berdasarkan Besluit №18 per tanggal 29 April 1883.[10]

Martanegara mula-mula diminta oleh Asisten Residen Mangunreja yang bernama Revenswal pada bulan Mei 1893. Revenswaal meminta Martanagara menjadi Bupati Bandung untuk menggantikan R.A. Kusumahdilaga yang wafat pada bulan April yang lalu.[10]

Ia menyetujui proposal pembangunan sekolah khusus perempuan yang diajukan oleh Raden Dewi Sartika, yang kemudian berdiri pada 16 Januari 1904.[11]

Gelar

  • Martanagara, 9 Februari 1845
  • Raden Martanagara
  • Raden Aria Martanagara, mulai dari 12 Februari 1892[10]

Karya

Otobiografi

  • (Sunda) Babad Raden Adipati Aria Martanagara, Bandung: Aurora, Oktober 1923, dalam huruf latin[12]

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑
  2. 1 2 3 Arifianto 2022, hlm. 10.
  3. ↑ Ekadjati et al. 1994, hlm. 104.
  4. ↑ Ekadjati et al. 1994, hlm. 25.
  5. 1 2 Ekadjati et al. 1994, hlm. 100.
  6. ↑ Ekadjati et al. 1994, hlm. 24.
  7. 1 2 3 4 Ekadjati et al. 1994, hlm. 97.
  8. ↑ Kraus, Werner (8 Oktober 2018). Vogelsang, Irina (ed.). Raden Saleh dan Karyanya. Diterjemahkan oleh Setiadi, Hendarto; Effendi, Suchjar. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 114.{{cite book}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=
  9. ↑ Arifianto 2022, hlm. 1.
  10. 1 2 3 Ekadjati et al. 1994, hlm. 102.
  11. ↑ Astaningrum, Meita (1 Maret 2023). "Biografi Dewi Sartika, Pahlawan Pendidikan Perempuan". GNFI. Diakses tanggal 12 April 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ Ekadjati et al. 1994, hlm. 94.

Kepustakaan

  • Arifianto, Bambang (27 September 2022), "Martanagara, Bapak Pembangunan Bandung", Pikiran Rakyat{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Ekadjati, Edi S.; Hardjasaputra, A. Sobana; Anggawisastra, Ade Kosmaya; Masduki, Aam (1994), Empat Sastrawan Sunda Lama, Jakarta Pusat: Direktorat Jenderal Kebudayaan

Bacaan lebih lanjut

Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Martanagara.
Jabatan politik
Didahului oleh:
R.A. Kusumahdilaga
Bupati Bandung
7 Juni 1893 – 14 Oktober 1918
Diteruskan oleh:
R.A.A. Wiranatakusumah V
Bangsawan Sunda
Melalui
penunjukan
Melalui
pemilihan umum
Lambang Kabupaten Bandung


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan