Kamis, 22 Oktober 2026
01:24 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Kusumahdilaga

Kusumahdilaga

Mantan Bupati Bandung

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Kusumahdilaga" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Infobox orangKusumahdilaga
Kusumahdilaga.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
KematianApril 1893 Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanpolitikus Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
AnakRaden Aria Adipati Wiranatakoesoema Suntingan nilai di Wikidata

Raden Adipati Kusumahdilaga adalah Bupati Bandung tahun 1874-1893. Ia menggantikan Wiranatakusumah IV, bupati sebelumnya yang sekaligus saudaranya, yang wafat pada tahun 1874. Sebenarnya Wiranatakusumah IV memiliki banyak anak baik laki-laki maupun perempuan, tetapi tidak ada yang dipandang cakap untuk memangku jabatan bupati sehingga yang diangkat adalah saudaranya. Bupati Raden Adipati Kusumahdilaga tidak memiliki gelar Wiranatakusumah, mungkin karena ia bukan putera bupati sebelumnya.

Peristiwa penting yang dapat diungkapkan pada masa pemerintahan Bupati ini ialah dibukanya secara resmi jalan kereta api yang menghubungkan Bandung dengan Cianjur. Sementara itu, jalan kereta api Cianjur-Jakarta telah dibuka sebelumnya. Dengan dibukanya jalan kereta api itu, maka perhubungan lalu lintas antar Bandung-Jakarta makin cepat dan aman. Karena sebelum itu hubungan lalu-lintas Bandung-Jakarta hanya dilakukan dengan menggunakan sado, kahar balon atau kereta pos yang tentunya memakan waktu lama, ongkos lebih besar dan keamanan di perjalanan kurang terjamin.

Selanjutnya hubungan kereta api lebih diperluas lagi dengan dibukanya berturut-turut hubungan antara Bandung-Cicalengka pada tanggal 10 September 1884, Cicalengka-Garut 15 Agustus 1889, sehingga kota Bandung-Garut dihubungkan dengan jalan kereta api. Selain itu, pada tanggal 1 November 1884, dibuka jaringan kereta api Jakarta-Surabaya lewat bogor; Bandung, Maos, Yogyakarta, dan Solo.

Bupati Rd. Adipati Kusumahdilaga memerintah Kabupaten Bandung selama 19 tahun (1874-1893). Berdasarkan pertulisan yang terdapat pada batu nisannya.

Dalam Besluit (Surat Perintah) dari Pemerintahan Hindia Belanda tertanggal 27 Oktober 1874. Pada tanggal 23 Mei 1886, ia mendapat gelar Adipati dengan Besluit nomor 28. Dan pada tanggal 15 Februari 1890, ia mendapat anugerah "Medali Emas" dari Pemerintah Hindia Belanda.

Bupati R.A. Kusumahdilaga memegang pemerintahan sampai wafatnya pada hari jum'at jam 11 siang tanggal 20 Ramadhan 1310 Hijriah atau bulan April 1893. Jenazahnya dimakamkan di perkuburan Karanganyar bersama Bupati -bupati yang lebih dahulu. Ia meninggalkan putra, bernama Raden Mucharam, yang waktu itu masih kecil, baru berusia lima tahun.[1]

Referensi

  1. ↑ Bupati R.A. KUSUMAHDILAGA Periode 1874-1893 Diarsipkan 2013-12-18 di Wayback Machine. Situs Web Resmi Pemkab Bandung.
Jabatan politik
Didahului oleh:
R. Wiranatakusumah IV
Bupati Bandung
1874 – 1893
Diteruskan oleh:
R.A.A. Martanegara
Bangsawan Sunda
Melalui
penunjukan
Melalui
pemilihan umum
Lambang Kabupaten Bandung


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan