Senin, 28 September 2026
22:52 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Manusia Peking

Manusia Peking

subjenis marga Homo

Manusia Peking
Rentang waktu: Pleistosen
250px-Sinathropus_pekinensis.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tengkorak pertama Homo erectus pekinensis (Sinathropus pekinensis) ditemukan pada 1929 di Zhoukoudian, sekarang hilang (replika)
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Subfilum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
Subspesies:
H. e. pekinensis
Nama trinomial
Homo erectus pekinensis
(Black, 1927)
Sinonim

Sinanthropus pekinensis

Artikel takson sembarang

Manusia Peking (Hanzi:北京猿人; Hanzi tradisional: 北京猿人; Hanzi:Běijīng Yuánrén), disebut juga Sinanthropus pekinensis (kini Homo erectus pekinensis), adalah suatu contoh dari Homo erectus. Suatu kelompok spesimen fosilnya ditemukan pada tahun 1923-1927 sewaktu ekskavasi di Zhoukoudian (Chou K'ou-tien) di dekat Beijing (saat itu disebut Peking), Cina. Temuan tersebut telah ditanggali berasal dari sekitar 500 ribu tahun yang lalu,[1] walaupun kajian lanjutan mengajukan umur 600 sampai 780 ribu tahun yang lalu.

Zhoukoudian

Fosil Manusia Peking ditemukan di Zhoukoudien dekat Beijing.

Ciri-ciri

Kapasitas tulang tengkorak sekitar 1.000 kubik cm, walau beberapa individu dapat mencapai 1.300 kubik cm, hampir seukuran manusia modern. Manusia Peking memiliki tengkorak yang tampak pipih pada wajah, dahi kecil, sebuah lunas dekat atas kepala sebagai pelengkap otot rahang yang kuat, tulang tengkorak yang sangat tebal, jembatan alis yang keras, langit-langit mulut besar, serta rahang lebar tak berdagu. Gigi modern, taring dan geraham cukup besar dan enamel geraham kadang berkerut. Tulang organ tubuh tidak banyak berbeda dari manusia modern.

Fosil

Fosil Manusia Peking diduga telah hilang sejak tahun 1941 ketika akan hendak dikirim ke Amerika Serikat guna melindunginya dari ancaman perang di Tiongkok. Namun demikian, imitasi tengkorak masih ada.

Catatan kaki

  1. ↑ Ian Tattersall. "Out of Africa again...and again?". Scientific American. 276 (4): 60–68.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan