Jumat, 06 November 2026
01:18 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Trinomen

Bagikan:

Pada tatanama hewan, sebuah trinomen (plural: trinomina), nama trinominal, atau nama ternary, merujuk pada nama sebuah subspesies. Sebagai contoh: "Gorilla gorilla gorilla" (Thomas S. Savage, 1847) untuk gorila barat dataran rendah (genus gorila, spesies gorila barat). Juga, "Bison bison bison" (Linnaeus, 1758) untuk bison dataran (genus bison, spesies bison Amerika).

Sebuah trinomen adalah nama dengan tiga bagian: nama umum, nama spesifik dan nama subspesifik. Dua bagian pertama merupakan binomen atau nama spesies. Semua bagian ditulis dengan huruf miring, dan hanya huruf pertama dari nama umum yang dikapitalkan. Adapun yang tidak seperti itu: pada zoologi, subspesies hanya urutan spesies itu. Contoh : "Buteo jamaicensis borealis adalah salah satu subspesies elang ekor merah (Buteo jamaicensis)."

Pada sebuah publikasi taksonomi, sebuah nama tidak lengkap jika tidak disertai rincian kutipan dan publikasi penulis, seperti nama penerbit, dalam publikasi apa, dan tanggal publikasi. Sebagai contoh: "Phalacrocorax carbo novaehollandiae (Stephens, 1826)" menunjukkan subspesies dari dandang (Phalacrocorax carbo) yang diperkenalkn oleh James Francis Stephens pada tahun 1826[1] di bawah nama subspesies novaehollandiae ("of New Holland").

Jika nama umum dan spesifik telah disebutkan dalam paragraf yang sama, nama-nama itu sering disingkat menjadi huruf awal. Contoh, seseorang mungkin menulis: "Dandang besar Phalacrocorax carbo memiliki subspesies berbeda di Australasia, rambut hitam P. c. novaehollandiae".

Tatanama binomial muncul dan segera memperoleh penerimaan luas di pertengahan abad ke-18, tidak ketika awal abad ke-20 bahwa standar terpadu saat ini tatanama trinominal diterima. Ini menjadi dasar karena promosi tanpa lelah oleh Elliott Coues –meskipun trinomina dalam penggunaan modern dipelopori pada tahun 1828 oleh Carl Friedrich Bruch dan seitar 1850 digunakan secara luas oleh Hermann Schlegel dan John Cassin. Ketika akhir tahun 1930s,penggunaan trinomina tidak sepenuhnya ditemukan di semua bidang zoologi.[2][3] Jadi, ketika merujuk karya-karya Eropa dari era sebelumnya, tatanama yang digunakan biasanya tidak sesuai dengan standar kontemporer.

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ General zoology, or Systematic natural history London, Printed for G. Kearsley, Aves (1815–26).
  2. ↑ Allen, J.A. (1884). "Zoölogical Nomenclature" (PDF). Auk. 1 (4): 338–353. doi:10.2307/4067227.
  3. ↑ Stresemann, Ernst (1936). "The Formenkreis-Theory" (PDF). Auk. 53 (2): 150–158. doi:10.2307/4077273.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan