Jumat, 23 Oktober 2026
20:37 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Mamalia berbisa

Mamalia berbisa

Bagikan:
Dixi-Solenodon_cubanus.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Solenodon Kuba (Atopogale cubana) memiliki gigitan yang berbisa

Mamalia berbisa adalah hewan-hewan pada kelas Mamalia yang dapat memproduksi bisa, yang mereka gunakan untuk membunuh atau melumpuhkan mangsa, untuk melindungi diri sendiri dari konspesifik, predator, atau pertemuan agonistik. Bisa mamalia membentuk sebuah kelompok heterogen dengan komposisi dan mode aksi yang berbeda, dari empat ordo mamalia: Eulipotyphla, Monotremata, Primata dan Chiroptera. Untuk menjelaskan kelangkaan penyuntikan bisa pada Mamalia, Mark Dufton dari Universitas Strathclyde telah menyarankan bahwa predator mamalia modern tidak membutuhkan bisa karena mereka dapat membunuh mangsanya dengan cepat menggunakan gigi atau cakar mereka, sementara bisa, mau se-ampuh apapun, membutuhkan waktu untuk membunuh mangsanya.[1]

Meski langka pada mamalia modern, bisa barangkali merupakan sebuah ciri leluhur pada mamlia, karena bisa seperti pada platipus modern dapat ditemukan di kebanyakan kelompok-kelompok Mammaliaformes non-theria.[2]

Bisa lebih sering dijumpai pada vertebrata lainnya; terdapat lebih banyak spesies reptil berbisa (seperti ular berbisa) dan ikan berbisa (seperti ikan batu). Beberapa burung beracun bila dipegang atau dimakan (seperti pada pitohui kepala-hitam), tetapi tidak ada spesies burung yang diketahui memiliki bisa.[3] Terdapat segelintir spesies amfibi berbisa; beberapa salamander salamandrid dapat mencuatkan rusuk berbisa tajam.[4][5]

Referensi

  1. ↑ Dufton, Mark (1992). "Venomous mammals". Pharmacology and Therapeutics. 53 (2): 199–215. doi:10.1016/0163-7258(92)90009-o. PMID 1641406.
  2. ↑ Jørn H. Hurum, Zhe-Xi Luo, and Zofia Kielan-Jaworowska, Were mammals originally venomous?, Acta Palaeontologica Polonica 51 (1), 2006: 1-11
  3. ↑ Gong, Enpu; Larry B Martin; David A Burnham; Amanda R Falk (12 Januari 2010). "The birdlike raptor Sinornithosaurus was venomous". Proc. Natl. Acad. Sci. USA. 107 (2): 766–768. Bibcode:2010PNAS..107..766G. doi:10.1073/pnas.0912360107. PMC 2818910. PMID 20080749.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Venomous Amphibians (Page 1) - Reptiles (Including Dinosaurs) and Amphibians - Ask a Biologist Q&A". Askabiologist.org.uk. Diakses tanggal 2010-07-28.
  5. ↑ Robert T. Nowak & Edmund D. Brodie Jr. (1978). "Rib penetration and associated antipredator adaptations in the salamander Pleurodeles waltl (Salamandridae)". Copeia. 1978 (3): 424–429. doi:10.2307/1443606. JSTOR 1443606.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan