Senin, 21 September 2026
18:29 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Bisa

Bisa

Racun pada Hewan

"Venom" beralih ke halaman ini. Untuk Venom Karakter Marvel, lihat Venom (karakter Marvel Comics).
250px-Waspstinger1658-2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sengat lebah dengan butiran bisa di ujungnya

Bisa atau zootoksin (secara harfiah "racun hewan") adalah semua jenis toksin yang digunakan oleh beberapa kelompok spesies hewan, untuk keperluan pertahanan dan berburu mangsa. Bisa dibedakan dengan racun dengan pengertian bahwa bisa adalah toksin biologis yang disuntikkan oleh bagian tubuh tertentu, seperti gigi taring atau sengat, untuk menimbulkan efek terhadap sasaran, sedangkan racun adalah toksin biologis yang terdapat dalam suatu bagian tubuh tertentu dari hewan, yang diserap melalui lapisan epitel (baik dari usus maupun melalui kulit). Hewan-hewan yang memiliki bisa antara lain: ular, laba-laba, lipan, kalajengking, katak panah beracun, komodo, iguana, semut tomcat, lebah, dan tawon.

Racun bisa membunuh melalui aksi setidaknya empat kelas utama toksin, yaitu necrotoxins dan cytotoxins, yang membunuh sel; neurotoksin, yang memengaruhi sistem saraf; miotoksin, yang merusak otot; dan hemotoksin yang mengganggu pembekuan darah.

Bisa ular umumnya mengandung fosfolipase A2, sejenis enzim yang memicu proses lisis pada senyawa fosfolipid, sehingga bersifat toksik terhadap membran sel.

Burung dari genus Pitohui saat ini merupakan satu-satunya burung yang diketahui memiliki bisa atau racun di bulu dan kulitnya. Bisa ini hanya menimbulkan rasa geli hingga mati rasa pada kulit.[1]

Lihat pula

Lihat entri bisa di kamus bebas Wikikamus.

Referensi

  1. Hooded Pituhoi. Aquarium of the Pacific.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan