Minggu, 04 Oktober 2026
05:33 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Ikan batu

Ikan batu

Bagikan:
Ikan batu
250px-Stone_Fish_at_AQWA_SMC2006.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
S. verrucosa
Nama binomial
Synanceia verrucosa
Artikel takson sembarang

Ikan batu, Synanceia verrucosa, juga disebut sebagai batu karang atau dornorn, adalah ikan karnivora dengan jarum beracun yang tinggal di dasar terumbu karang, berkamuflase sebagai batu. Ikan ini merupakan ikan paling beracun di dunia.[1][2] Ikan ini memiliki panjang sekitar 30–40 cm.

Perawatan Racun

Racun ikan batu sangat menyakitkan dan berpotensi mematikan.[3] Dua perawatan yang paling direkomendasikan adalah dengan pemberian panas ke area yang terkena, dan antivenom. Air panas (pada suhu setidaknya 45 °C (113 °F))[4] yang dioleskan ke area luka diketahui dapat mendenaturasi racun ikan batu, dan meminimalisir rasa sakit korban. Antivenom digunakan dalam kasus yang lebih ekstrem. Cuka dapat ditemukan di beberapa pantai Australia karena diketahui dapat mengurangi rasa sakit.[5]

Referensi

  1. ↑ "Synanceia verrucosa". FishBase. Ed. Ranier Froese and Daniel Pauly. 5 2007 version. N.p.: FishBase, 2007.
  2. ↑ "Petplace". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-12-03. Diakses tanggal 2008-06-16.
  3. ↑ "The Most Excruciating Pain Known to Man | Scienceray". web.archive.org. 2013-05-23. Diarsipkan dari versi asli pada 2013-05-23. Diakses tanggal 2022-11-29.
  4. ↑ White, Julian (2013). A Clinician's Guide to Australian Venomous Bites and Stings: Incorporating the Updated Antivenom Handbook. Melbourne, Victoria: CSL Ltd. ISBN 978-0-646-57998-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Taylor, G (2000). "Toxic fish spine injury: Lessons from 11 years experience". South Pacific Underwater Medicine Society Journal. 30 (1). Diarsipkan dari asli tanggal 2008-06-29. Diakses tanggal 2022-11-29.

Pranala dalam


Ikon rintisan

Artikel bertopik ikan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan