Senin, 19 Oktober 2026
06:18 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Perilaku agonistik

Perilaku agonistik

Bagikan:
250px-Zygoballus_sexpunctatus_male_agonistic_behavior.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perilaku agonistik di antara Zygoballus sexpunctatus jantan

Perilaku agonistik adalah perilaku sosial yang terkait dengan pertarungan. Istilah ini memiliki artian yang lebih luas daripada perilaku agresif, karena juga mencakup tindakan mengancam, menunjukkan kekuatan, mundur, memuaskan, dan berdamai. Istilah ini dicetuskan oleh Scott dan Fredericson pada tahun 1951.[1] Perilaku agonistik banyak diamati pada hewan-hewan akibat terbatasnya makanan, tempat tinggal, dan pasangan. Kadang-kadang hewan juga melakukan unjuk kekuatan yang membuat mereka terlihat besar dan lebih bugar, dan dengan tindakan tersebut mereka dapat mengakses sumber daya tanpa harus bertarung. Perilaku agonistik dapat bervariasi dari pertarungan sampai mati hingga perilaku ritualistik yang jauh lebih aman, walaupun perilaku ritualistik atau unjuk kekuatan adalah jenis perilaku agonistik yang paling umum ditemui.[2]

Catatan kaki

  1. ↑ Barrows, Edward (2001). Animal Behavior Desk Reference. Florida: CRC Press LLC.[halaman dibutuhkan]
  2. ↑ McGlone JJ (April 1986). "Agonistic behavior in food animals: review of research and techniques". Journal of Animal Science. 62 (4): 1130–9. PMID 3519555. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-05-28. Diakses tanggal 2018-09-20.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan