Rabu, 30 September 2026
20:21 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Malik Mahmud

Malik Mahmud

Wali Nanggroe Aceh ke 9

Bagikan:
Al-Mukarram Maulana Al-Mudabbir Al-Malik
Teungku
Malik Mahmud Al-Haythar
250px-Walinanggroe.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Malik Mahmud pada 2025
Wali Nanggroë Acèhke-9
Mulai menjabat
2 November 2012
Presiden
Gubernur
WakilMuzakir Manaf
(Waliyul 'Ahdi)
PendahuluHasan Tiro
Perdana Menteri Aceh Merdekake-3
Masa jabatan
2 Juni 2002 –15 Agustus 2005
PresidenHasan Tiro
PendahuluTeungku Ilyas Leube
Penggantijabatan dihapuskan
Informasi pribadi
Lahir29 Maret 1939 (umur 87)
Kewarganegaraan
Partai politik  Partai Aceh (2007—)
Anak4
Karier militer
PihakAceh
Dinas/cabangGerakan Aceh Merdeka
Pertempuran/perangPemberontakan di Aceh

Teungku Malik Mahmud Al Haythar (lahir 29 Maret 1939) adalah seorang politikus Indonesia dan mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang menjabat sebagai Wali Nanggroë Acèh sejak 2 November 2012.[1] Malik Mahmud menjadi perdana menteri aceh merdeka setelah gugurnya Teungku Ilyas Leube. Ia diangkat menjadi perdana menteri aceh merdeka pada tahun 2002 dan kemudian pada tahun 2007 mendirikan Partai Aceh, serta menjadi ketua majelis tuha peut partai tersebut.

Kehidupan

500px-Perjanjian_damai_helsinki.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hamid Awaluddin dan Malik Mahmud berjabat tangan setelah menandatangani MoU Helsinki yang dimediasi mantan Presiden Finlandia, Martti Ahtisaari.

Ibunya berasal dari Lampreh, Lambaro, Aceh Besar. Ayahnya bernama Haji Mahmud Haytar, berasal dari Lampuuk, Banda Aceh. Beliau hijrah ke Singapura ketika hendak ditangkap Tentara Indonesia di Aceh, karena diketahui sebagai seorang anggota DI/TII.

Almarhum pengusaha Aceh yang sukses, sangat kaya dan punya tanah di Singapore. Haji Mahmud juga salah satu gembong Darul Islam Aceh dan sangat bersahabat dengan Teungku Ilyas Leube serta Teungku Daud Beureueh. Hubungannya dengan Hasan di Tiro hampir seperti anak.

Hasan di Tiro selama Darul Islam sangat rapat dengan keluarga Mahmud, terutama dengan Amir Rashid Mahmud (abang Malik Mahmud, salah seorang Mentri dalam kabinet Aceh Merdeka).[2]

Haji Mahmud sangat berjasa bagi masyarakat Aceh di Singapura dan juga bagi orang Melayu, yang dikenali sebagai Ayah Aceh. Ketika terjadi "racial clash" di Singapura, orang Melayu seluruh Geylang lari berlindung ke rumahnya.

Para pengusaha Aceh Kongsi, Permi dan Permai merupakan perusahaan besar Aceh di Malaya, mereka kabanyakan mendapati hubungan awal di luar negeri melalui Haji Mahmud.[3]

Malik Mahmud punya banyak saudara sepupu di Indonesia. Salah satunya Raja Kopi Indonesia, almarhum Mustapha ("Van Mook"), adalah salah seorang sepupunya dari pihak ayah.

Saat pertemuan di Stavanger, Nur Djuli mengusulkan kepada Hasan di Tiro untuk mengangkat Malik Mahmud menjadi Perdana Menteri dan Zaini Abdullah sebagai Menteri Luar Negeri Neugara Acheh. Kesepakatan itu tertuang dalam Deklarasi Stavanger pada hari minggu, 2 Juni 2002.[4]

Setelah wafat Hasan di Tiro, Malik Mahmud di angkat menjadi pemangku Wali Nanggroë, dan tepat hari Jumat, 2 November 2012, Malik Mahmud resmi menjadi Wali Nanggroë Aceh perioe 2012-2019.[5]

Dalam qanun Aceh, Lembaga Wali Nanggroë merupakan pemimpin adat. Di antara tugasnya adalah mengukuhkan Parlemen Aceh dan kepala Pemerintahan Aceh secara adat, memberikan pandangan, arahan, dan nasihat kepada eksekutif dan legislatif.[6][7]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "PYM Teungku Malik Mahmud Dikukuhkan Kembali sebagai Wali Nanggroe Aceh - Acehkini.ID". 2023-12-15. Diakses tanggal 2023-12-29.
  2. ↑ Missbach, Antje (2017-05-31). Separatist Conflict in Indonesia: The Long-distance Politics of the Acehnese Diaspora (dalam bahasa Inggris). Routledge. ISBN 978-1-136-63109-2.
  3. ↑ MODUSACEH.CO. "Wali Nanggroe Aceh Teungku Malek Mahmud Al-Haytar: Itu Realitas Politik Pasca MoU Helsinki". MODUSACEH.CO. Diakses tanggal 2019-12-04.
  4. ↑ Reid, Anthony (2006-12-01). Verandah of Violence: The Background to the Aceh Problem (dalam bahasa Inggris). Singapore University Press. ISBN 978-9971-69-331-2.
  5. ↑ MODUSACEH.CO. "Keteguhan Diplomasi Tengku Malek Mahmud di Tengah Turbulensi Politik Aceh". MODUSACEH.CO. Diakses tanggal 2019-12-04.
  6. ↑ http://news-deva.blogspot.co.id/2012/04/profil-malik-mahmud-pemangku-wali.html
  7. ↑ MODUSACEH.CO. "Wakaf Sisa Perjuangan Tengku Malek Mahmud Untuk Masa Depan Damai Aceh". MODUSACEH.CO. Diakses tanggal 2019-12-04.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Hasan Tiro
Wali Nanggroe Aceh
2012—sekarang
Petahana
Didahului oleh:
Ilyas Leube
Perdana Menteri Gerakan Aceh Merdeka
2002—2005
Diteruskan oleh:
tidak ada ; jabatan terakhir
Wikisource logo
Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan