Kamis, 08 Oktober 2026
00:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Mako Tabuni

Bagikan:

Mako Tabuni (lahir di Wamena, Jayawijaya, Papua – meninggal di Jayapura, Papua, Indonesia, 14 Juni 2012)[1] adalah aktivis Papua dan wakil ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB), sebuah ormas yang berkampanye untuk kemerdekaan wilayah Papua Barat.

Kematian

Pada tanggal 14 Juni 2012, Mako tertembak dalam sebuah operasi oleh Kepolisian Papua di Kompleks Perumahan Waena di Jayapura. Menurut laporan resmi Foker LSM Pembunuhan Wakil Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Musa Mako Tabuni diduga untuk meredakan ancaman konflik penduduk asli dan pendatang di Papua. Mako Tabuni bersama 3 anak buahnya anggota dituduh terlibat serangkaian penembakan misterius di Papua selama awal Juni 2012 dan turis WNA Jerman. Tiga orang tersebut akhirnya ditangkap oleh kepolisian.[2][3]

Menurut saksi mata Ketika Musa Mako Tabuni sedang makan pinang bersama dua rekannya.saat itu juga tiga mobil kijang avanza, masing-masing warna biru, hitam dan silver melaju perlahan-lahan dari arah Abepura menuju putaran Perumnas 3.

Dua mobil berhenti di sekitar Pos Polisi (Yanmor) dan satu mobil berwarna biru langit terus melaju perlahan ke putaran taksi Perumnas III. Pas dekat dengan MusaMako Tabuni dari dalam mobil biru tersebut langsung melepas tembakan 5 kali dengan menggunakan senjata laras panjang Penembak menggunakan topeng dan berpakaian preman, dan belum diketahui apakah ada korban atau tidak dalam aksi tembakan 5 kali tersebut., Tembakan itulah yang menewaskan Mako Tabuni di hadapan warga masyarakat

Pelaku Penembakan Musa Mako Tabuni itu mengangkatnya ke mobil yang mereka tumpangi itu dan kabur dari TKP dalam perjalanan Musa Mako Tabuni masih bernyawa namun hingga sampai di Rumah Sakit Bhayangkara milik Polri di Jayapura Musa Mako Tabuni Tidak Bernyawa (Meninggal ) Dunia.

Sementara Kepolisian Polda Papua mengatakan Mako menolak penangkapan dan merebut pistol aparat saat hendak ditangkap, sehingga aparat menembaknya, melukai paha kirinya, Walaupun Mako Tidak melawan dan membawah Pistol dan beberapa butir Peluruhnya seperti yang dituduhkan oleh Kepolisian Polda Papua.[4][5] Penembakan Mako memicu kerusuhan besar-besaran dan kekerasan di Jayapura.[6] Aktivis pro-kemerdekaan Papua mengklaim bahwa Tabuni sengaja ditembak oleh kepolisian, yang merupakan pelanggaran hak asasi manusia. Mako dilaporkan masih hidup ketika ia dirujuk ke rumah sakit Bhayangkara di Jayapura dan bahwa ia meninggal karena pendarahan dari luka tembak yang dialaminya.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengatakan bahwa Tabuni ditembak setelah ia merebut senjata dari polisi yang berusaha menangkapnya dan melarikan diri,[7] sementara juga menambahkan bahwa penyelidikan menemukan bahwa Tabuni memiliki pistol dengan 18 peluru.[8] Ia dicari karena "menyebabkan keresahan di provinsi (Papua)", menurut Kepala Kepolisian Daerah Papua, Bigman Lumban Tobing. Setelah kematian Tabuni, sekelompok besar massa mengamuk di Jayapura, banyak dari mereka membawa parang dan panah.[9]

Pemakaman

Setelah kematian Tabuni, kepolisian awalnya menolak untuk melepaskan jenazahnya pada keluarganya, mengatakan bahwa mereka akan melakukan pemakaman Tabuni. Mereka mengubah keputusan tersebut, mengizinkan keluarga Tabuni mengambil jenazah Tabuni dari Rumah Sakit Bhayangkara milik Polri di Jayapura, untuk dimakamkan pada tanggal 16 Juni 2012 di Pos 7 Sentani, Jayapura.[10][11]

Referensi

  1. ↑ Kapolda Papua: Rusuh Papua Akibat Penangkapan Mako Tabuni Tribun News. Diakses 16 Juni 2012
  2. ↑ Prasetyo, Budi (2012-06-25). "Gelar Perkara Tersangka Pelaku Penembakan Turis Jerman". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2021-12-10.
  3. ↑ "Papuan 'separatists' vs Jihadi 'terrorists': Indonesian policy dilemmas". Crisis Group (dalam bahasa Inggris). 2013-12-05. Diakses tanggal 2021-12-10.
  4. ↑ Revianur, Aditya (15 Juni 2012). Wahono, Tri (ed.). "Penembakan Mako Tabuni Hingga Tewas Dipertanyakan". Kompas.com. Kompas.com. Diakses tanggal 21 Maret 2014.
  5. ↑ "Mako Tabuni Ditembak Di Dekat Kampus Uncen". Tempo.co. Tempo.com. 14 Juni 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-03-21. Diakses tanggal 21 Maret 2014.
  6. ↑ "Indonesia: Riots Erupt After Police Fatally Shoot Activist at His Arrest". New York Times. 15 Juni 2012. Diakses tanggal 16 Juni 2012.
  7. ↑ Mako Tabuni Was Shot for Resisting Arrest, Seizing Police Gun, Police Chief Says Pranala usang diarsipkan 2013-02-03 di archive.today Tempo Interactive. 15 Juni 2012
  8. ↑ "Police Detain 3 People Over Papua Attacks". Jakarta Globe. 15 Juni 2012. Diakses tanggal 15 Juni 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  9. ↑ Jefrey Pattirajawane 15 Juni 2012 Activist slaying sparks riot in Papua Diarsipkan 2012-06-16 di Wayback Machine The Jakarta Post. Diakses 15 Juni 2012
  10. ↑ Nethy Dharma Somba and Margareth S. Aritonang (16 Juni 2012) Approach on Papua slammed The Jakarta Post. Diakses 16 Juni 2012.
  11. ↑ Buchtar Tabuni Kunjungi Makam Mako Tabuni[pranala nonaktif permanen], 20 Juni 2013, diakses 21 Maret 2014.
Konflik Papua (1963–sekarang)
Latar belakang
Pihak terlibat
Operasi militer
Insiden/pelanggaran HAM
Tokoh Papua
Tokoh non-Papua
Lihat pula
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan