Sabtu, 07 November 2026
01:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Makale, Tana Toraja

Makale, Tana Toraja

ibu kota Kabupaten Tana Toraja, Indonesia

Bagikan:
Makale
Ikon Selamat Datang di Makale
Ikon Selamat Datang di Makale
Koordinat: 3°07′11″S 119°49′42″E / 3.1197°S 119.8283°E / -3.1197; 119.8283
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Selatan
KabupatenTana Toraja
Populasi
 • Total40.010 jiwa
 • Kepadatan1.006,54/km2 (2,606,9/sq mi)
Kode Kemendagri73.18.05 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS7318040 Suntingan nilai di Wikidata
Luas39,75 km2
Kepadatan1006,54
Desa/kelurahan1 lembang
14 kelurahan
Peta interaktif
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Makale%2C_Tana_Toraja&revid=28783888&groups=_376ff6c860dea9886ab290b0cfc152aaf6c03a35&parser=parsoid

Makale (ᨆᨀᨒᨙ) adalah sebuah kecamatan sekaligus menjadi ibu kota kabupaten dari Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Kecamatan Makale berjarak sekitar 310 km dari Kota Makassar. Perjalanan menuju ke kecamatan ini dapat dicapai dengan naik bus selama 7 jam atau menggunakan pesawat berukuran sedang selama 30 menit. Kecamatan Makale terletak di ketinggian sekitar 1500 dpl sehingga udara di kecamatan ini sangat sejuk. Kehidupan sehari-hari masyarakat masih banyak dipengaruhi oleh adat istiadat Toraja sehingga tempat ini sangat bagus untuk dijadikan tempat berlibur.

Wacana Pembentukan Kecamatan Makale menjadi Kota

Kecamatan yang mungkin bergabung untuk menjadi kota yang meliputi:

Sejarah pembentukan

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Vijver_in_het_centrum_van_Makale_Celebes_TMnr_10015009.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Makale pada tahun 1948-1949

Pada tahun 1961, administrasi pemerintahan di Kabupaten Daerah Tingkat II Tana Toraja mengalami perubahan. Perubahan ini terjadi karena diterbitkannya Surat Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Nomor 2067 A. Dalam surat ini, Tana Toraja yang awalnya terdiri dari 15 distrik dengan jumlah kampung sebanyak 410 kampung berubah menjadi terdiri dari 9 kecamatan dengan 135 kampung. Salah satu kecamatan yang dibentuk ialah Kecamatan Makale. Kemudian diadakan pembentukan desa gaya baru melalui Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Nomor 450/XII/1965. Surat keputusan ini diterbitkan tanggal 20 Desember 1965.[2]

Berdasarkan surat keputusan tersebut, ditetapkan lagi Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Tana Toraja Nomor 152/SP/1967. Penerbitan surat ini pada tanggal 7 September 1967 dan isinya tentang pembentukan Desa Gaya Baru. Sebanyak 65 Desa Gaya Baru ditetapkan dalam Kabupaten Daerah Tingkat II Tana Toraja. Desa-desa ini kemudian terbagi menjadi 186 Kampung. Pada ketetapan ini, Kecamatan Makale terbagi menjadi 7 desa dan 20 kampung.[2]

Demografi

Agama

Pada tahun 2020, penduduk Kecamatan Makale berjumlah 40.010 jiwa, laki-laki sebanyak 20.591 jiwa dan perempuan sebanyak 19.419 jiwa. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri tahun 2020 mencatat bahwa mayoritas penduduk Kecamatan Makale menganut agama Kristen yakni 81,11%, di mana Protestan 62,81% dan Katolik 18,30%. Kemudian sebagian besar lainnya beragama Islam yakni 18,77%, dan sebagian kecil beragama Hindu yakni 0,07%, kemudian Budha 0,03%, Konghucu 0,01% dan Kepercayaan 0,01%.[1][3]

Agama di Kecamatan Makale 2020
Agama Persen
Protestan
  
62,81%
Islam
  
18,77%
Katolik
  
18,30%
Hindu
  
0,07%
Buddha
  
0,03%
Lainnya
  
0,02%

Ekonomi

Sebagian besar masyarkat di Kecamatan Makale bekerja sebagai pedagang atau pegawai negeri.

Transportasi

Sarana transportasi umum di Kecamatan Makale sangat bagus. Sebagian besar menggunakan kendaraan pribadi.

Makanan Khas

Pa'piong

Pa'piong memiliki arti ayam dalam bahasa Toraja. Sesuai dengan namanya, makanan ini memilikibahan utama berupa ayam. Namun, sekarang Pa'piong dapat ditemui dengan bahan lain selainayam, seperti daging atau ikan. Pa'piong biasanya disajikan saat acara-acara penting, bahkan pernah menjadi sajian khusus di Istana. Kini, makanan ini dapat dinikmati oleh masyarakat di seluruh kalangan dan seringkali menjadi makanan wajib di perayaan natal.[4]

Pa'lawa

Pa'lawa memiliki cara penyajian yang mirip dengan ayam geprek, yaitu ayam yang dihancurkan. Rasanya sendiri berpadu antara pedas, asam, dan gurih yang menggunakan rempah-rempah sederhana yanga biasa ada di dapur. Makanan ini umumnya dijadikan sebagai lauk, tetapi juga dapat dijadikan camilan dan seringkali dijadikan oleh-oleh pengunjung Tana Toraja.[4]

Deppa Tori

Deppa tori ini merupakan kue kering berbahan dasar tepung beras, gula merah, beserta taburan wijen. Kue kering ini juga seringkali dijadikan sbagai oleh-oleh yang dapat ditemui di pasar tradisional atau pusat oleh-oleh.[4]

Pranala luar

Referensi

  1. 1 2 "Visualisasi Data Kependuduakan - Kementerian Dalam Negeri 2020". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 24 Februari 2021.
  2. 1 2 Patarai, M. I., Ibrahim, S., dan Tasbih, I. (Juni 2021). Toraja: Implikasi Budaya dalam Pemekaran Daerah (PDF). Makassar: Penerbit De La Macca. hlm. 23. ISBN 978-602-263-190-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ https://tatorkab.bps.go.id/backend/pdf_publikasi/Kecamatan-Makale-Dalam-Angka-2017.pdf
  4. 1 2 3 "6 Kuliner dan Makanan Khas Makale Kabupaten Tana Toraja". Sering Jalan (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2020-04-26. Diakses tanggal 2025-12-13.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan