Minggu, 20 September 2026
22:36 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Baginda

Untuk kegunaan lain, lihat Baginda (disambiguasi).
Lihat entri baginda di kamus bebas Wikikamus.

Baginda, atau Sri Baginda adalah sebutan dari beberapa penguasa monarki, biasanya raja atau kaisar. Kata tersebut merupakan padanan dari kata Majesty, sebuah kata bahasa Inggris yang berasal dari kata Latin maiestas, yang artinya agung. Sebutan tersebut terkadang digabungkan dengan kata sifat "Kerajaan" dan/atau "Kekaisaran" sehingga membentuk Baginda Kerajaan (Royal Majesty dalam Bahasa Inggris), Baginda Kekaisaran (Imperial Majesty dalam Bahasa Inggris), ataupun Baginda Kekaisaran dan Kerajaan (Imperial and Royal Majesty dalam bahasa Inggris). Selain itu, Baginda juga dapat digabungkan dengan frasa sifat seperti "Yang Tenteram dan Berkuasa", sehingga membentuk Baginda yang Tenteram dan Berkuasa (Serene Reigning Majesty dalam Bahasa Inggris).

Sebutan Kepala Monarki

Istilah tersebut mula-mula ditujukan kepada Charles V, yang meyakini bahwa—setelah ia diangkat menjadi Kaisar Romawi Suci pada 1519—ia perlu menambahkan sebuah sebutan yang lebih agung ketimbang Paduka, yang digunakan oleh kaisar-kaisar dan raja-raja pendahulunya. Kemudian, Francis I dari Prancis dan Henry VIII dari Inggris mengikutinya.[1]

Thailand

Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Thailand menggunakan Sri Baginda sebagai padanan dari kata Majesty untuk raja Thailand.[2]

Yogyakarta

Di Yogyakarta, sebutan Jawa yang digunakan untuk Sultan Yogyakarta adalah Ngarsa Dalem,[3] yang dapat diterjemahkan menjadi Baginda.[4]

Referensi

  1. Royal Styles and the uses of "Highness"
  2. "Bangkok - Kebijakan - Hubungan Bilateral". Portal Kemlu. Diakses tanggal 2025-07-14.
  3. crew, kraton. "Yang Bertakhta". kratonjogja.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-07-14.
  4. Okezone (2022-09-01). "2 Dunia Sultan Hamengku Buwono IX, Raja yang Selalu Tersenyum Ketika Disapa : Okezone Nasional". https://nasional.okezone.com/. Diakses tanggal 2025-07-14.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |website=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan