Senin, 21 September 2026
01:16 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Paduka (sebutan kehormatan)

60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Paduka" sebutan kehormatan  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR

Paduka, atau Sri Paduka, yang merupakan terjemahan dari Hoogheid[1] dalam bahasa Belanda atau Highness dalam Bahasa Inggris, adalah sebutan resmi yang digunakan untuk anggota keluarga bangsawan ataupun kerajaan yang sedang atau pernah berkuasa. Sebutan tersebut terkadang digabungkan dengan kata sifat "Kepangeranan", "Kerajaan", dan/atau "Kekaisaran" sehingga membentuk Paduka Kepangeranan (Princely Highness), Paduka Kerajaan (Royal Highness), Paduka Kekaisaran (Imperial Highness), ataupun Paduka Kekaisaran dan Kerajaan (Imperial and Royal Highness dalam bahasa Inggris). Selain itu, Paduka juga dapat digabungkan dengan frasa sifat seperti "yang tenteram", "yang terkemuka" ataupun "yang paling utama" (masing-masing membentuk Paduka yang Tenteram, Paduka yang Terkemuka dan Paduka yang Paling Utama).

Kegunaan di Indonesia

Kegunaan Sri Paduka di Indonesia antara lain adalah untuk merujuk ke penguasa-penguasa yang mendapatkan gelar Hoogheid dalam bahasa Belanda, seperti Paku Alam,[1] Mangkunegara,[2] Sultan Banjarmasin,[3] Sultan Sekadau,[4] ataupun Sultan Tidore,[5] serta penguasa monarki, seperti Pangeran Ratu, yang memiliki derajat di bawah penguasa yang berhak menyandang atau mengasumsikan gelar Baginda.[6]

Lihat juga

Referensi

  1. 1 2 Nurliana, Nana, ed. (1986). Buku kenangan (buku peringatan) yang diterbitkan dalam rangka memperingati 25 tahan bertahtanya Sri Paduka P.A.A. Paku Alam VII, kepala kerajaan Paku Alam, 1906-1931 [Gedenkschrift uitgegeven ter gelegenheid van het 25-jarig bestuursjubileum van Zijne Hoogheid P.A.A. Pakoe Alam VII, hoofd van het Pakoe Alamsche Huis, 1906-1931. 1931.]. Diterjemahkan oleh Tashadi. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional.
  2. "Jadi Komisaris PT KAI, Ini Profil Mangkunegara X". merdeka.com. 2022-08-17. Diakses tanggal 2025-07-14.
  3. Hindia Belanda (1965). Bandjermasin (Sultanate), Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 V.O.C.: Bataafse Republik, Inggeris dan Hindia Belanda 1635-1860 (PDF). Arsip Nasional Republik Indonesia, Kompartimen Perhubungan dengan Rakjat. hlm. 158.
  4. "Contract gesloten tussen den Assitent Resident van Pontianak als daartoe gemagtige door Z.E. Den Gouverneur Generaal en zijne Hoogheid Sulthan Anom van Sekadouw in onderlinge verhouding omtrent de volgende punten overeengekomen". 1847-10-24.
  5. Purnama, Ayu. "Mengenal Sultan Nuku: Profil hingga Kisah Perlawanannya terhadap Belanda". detiksulsel. Diakses tanggal 2025-07-14.
  6. Hindia Belanda (1965). Bandjermasin (Sultanate), Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 V.O.C.: Bataafse Republik, Inggeris dan Hindia Belanda 1635-1860 (PDF). Arsip Nasional Republik Indonesia, Kompartimen Perhubungan dengan Rakjat. hlm. 158.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan