Kamis, 05 November 2026
22:39 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Paduka (sebutan kehormatan)

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Paduka" sebutan kehormatan – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR

Paduka, atau Sri Paduka, yang merupakan terjemahan dari Hoogheid[1] dalam bahasa Belanda atau Highness dalam Bahasa Inggris, adalah sebutan resmi yang digunakan untuk anggota keluarga bangsawan ataupun kerajaan yang sedang atau pernah berkuasa. Sebutan tersebut terkadang digabungkan dengan kata sifat "Kepangeranan", "Kerajaan", dan/atau "Kekaisaran" sehingga membentuk Paduka Kepangeranan (Princely Highness), Paduka Kerajaan (Royal Highness), Paduka Kekaisaran (Imperial Highness), ataupun Paduka Kekaisaran dan Kerajaan (Imperial and Royal Highness dalam bahasa Inggris). Selain itu, Paduka juga dapat digabungkan dengan frasa sifat seperti "yang tenteram", "yang terkemuka" ataupun "yang paling utama" (masing-masing membentuk Paduka yang Tenteram, Paduka yang Terkemuka dan Paduka yang Paling Utama).

Kegunaan di Indonesia

Kegunaan Sri Paduka di Indonesia antara lain adalah untuk merujuk ke penguasa-penguasa yang mendapatkan gelar Hoogheid dalam bahasa Belanda, seperti Paku Alam,[1] Mangkunegara,[2] Sultan Banjarmasin,[3] Sultan Sekadau,[4] ataupun Sultan Tidore,[5] serta penguasa monarki, seperti Pangeran Ratu, yang memiliki derajat di bawah penguasa yang berhak menyandang atau mengasumsikan gelar Baginda.[6]

Lihat juga

Referensi

  1. 1 2 Nurliana, Nana, ed. (1986). Buku kenangan (buku peringatan) yang diterbitkan dalam rangka memperingati 25 tahan bertahtanya Sri Paduka P.A.A. Paku Alam VII, kepala kerajaan Paku Alam, 1906-1931 [Gedenkschrift uitgegeven ter gelegenheid van het 25-jarig bestuursjubileum van Zijne Hoogheid P.A.A. Pakoe Alam VII, hoofd van het Pakoe Alamsche Huis, 1906-1931. 1931.]. Diterjemahkan oleh Tashadi. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional.
  2. ↑ "Jadi Komisaris PT KAI, Ini Profil Mangkunegara X". merdeka.com. 2022-08-17. Diakses tanggal 2025-07-14.
  3. ↑ Hindia Belanda (1965). Bandjermasin (Sultanate), Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 V.O.C.: Bataafse Republik, Inggeris dan Hindia Belanda 1635-1860 (PDF). Arsip Nasional Republik Indonesia, Kompartimen Perhubungan dengan Rakjat. hlm. 158.
  4. ↑ "Contract gesloten tussen den Assitent Resident van Pontianak als daartoe gemagtige door Z.E. Den Gouverneur Generaal en zijne Hoogheid Sulthan Anom van Sekadouw in onderlinge verhouding omtrent de volgende punten overeengekomen". 1847-10-24.
  5. ↑ Purnama, Ayu. "Mengenal Sultan Nuku: Profil hingga Kisah Perlawanannya terhadap Belanda". detiksulsel. Diakses tanggal 2025-07-14.
  6. ↑ Hindia Belanda (1965). Bandjermasin (Sultanate), Surat-surat perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan pemerintahan2 V.O.C.: Bataafse Republik, Inggeris dan Hindia Belanda 1635-1860 (PDF). Arsip Nasional Republik Indonesia, Kompartimen Perhubungan dengan Rakjat. hlm. 158.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan