Senin, 21 September 2026
00:40 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Mahatma

Mahatma berasal dari bahasa Sanskerta, berakar dari dua kata yaitu mahā (महा) (agung) + ātman आत्मं or आत्मन (jiwa): ". Mahatma yang berarti "Jiwa Agung". Kata ini dikenakan kepada orang-orang seperti Mohandas Karamchand Gandhi, yang mana terdapat beberapa sumber yang menyatakan pemberian Mahatma untuk pertama kalinya. Dalam Dutta and Robinson's Rabindranath Tagore: An Anthology, menyatakan bahwa Rabindranath Tagore)[1] yang pertama memberikan gelar tersebut. Sumber yang berbeda menyatakan bahwa gelar "Mahatma" disandangkan kepada Gandhi pada 21 Januari 1915 oleh Nautamlal Bhagavanji Mehta di Kamribai School di Jetpur, India[2]

Kata ini digunakan untuk mengacu kepada orang-orang yang cakap, jiwa yang merdeka, atau kaum profesional.

Kata ini dipopulerkan dalam sastra teosofi pada akhir abad ke-19 oleh Ny. Helena P. Blavatsky, salah seorang dari pendiri Perhimpunan Teosofi, yang mengklaim bahwa guru-gurunya adalah orang-orang yang cakap, atau para Mahatma, yang tinggal di Tibet.

Footnotes

  1. Dutta, Krishna and Andrew Robinson, Rabindranath Tagore: An Anthology, p. 2
  2. "Kamdartree.com". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-05-15. Diakses tanggal 2006-11-13.

Referensi

  • (Inggris) Dutta, Krishna and Andrew Robinson. Rabindranath Tagore: An Anthology. Picador/Macmillan: London, 1997.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan