Rabu, 23 September 2026
19:37 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Belatung

Belatung

fase larva dalam siklus metamorfosis lalat

Artikel ini berisi tentang larva lalat. Untuk desa di Kalimantan Barat, lihat Belatung, Embaloh Hilir, Kapuas Hulu. Untuk stasiun kereta api di Sumatera Selatan, lihat Stasiun Belatung.
250px-Decomposing_possum.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Belatung memakan bangkai opossum
250px-Decomposition00.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Belatung pada bangkai landak
250px-Likmaskar_fr%C3%A5n_Kanin_-_Ystad-2021.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Belatung dari kelinci.

Belatung atau bernga (bahasa Inggris:Maggot) adalah larva dari lalat.[1] Tempayak ini biasa ditemukan pada barang-barang yang membusuk seperti bangkai, buah, atau sayur-mayur yang rusak. Beberapa jenis belatung, seperti belatung lalat buah, bersifat merugikan; tetapi pada umumnya belatung berguna secara ekologis dalam proses dekomposisi bahan-bahan organik. Belatung-belatung jenis tertentu memiliki kegunaan yang khas.

Penggunaan

Forensik

Beberapa jenis belatung yang ditemukan dalam mayat dapat berguna bagi ilmuwan forensik.[2] Dari tahapan perkembangan, belatung ini dapat digunakan untuk menandakan lamanya waktu sejak kematian, dan juga tempat organisme bersangkutan mati. Identifikasi belatung menggunakan klasifikasi yang disebut tahapan "Instar", yang berlain-lainan ukuran dan waktunya menurut spesies belatungnya. Ukuran belatung lalat rumah adalah 9,5–19,1 mm. Belatung tahap instar I panjangnya 2–5 mm; instar II 6–14 mm; instar III 15–20 mm. Masing-masing tahap tersebut berlangsung selama berturut-turut 2–3 hari, 3–4 hari, dan 4–6 hari (rata-rata untuk lalat rumah) sejak telur diletakkan. Dengan menggunakan data tersebut dan tanda-tanda lain, waktu kira-kira sejak kematian dapat diperkirakan oleh ilmuwan forensik.

Terapi medis

Belatung hidup dari spesies lalat tertentu telah digunakan sejak zaman kuno untuk membersihkan luka (tetapi penggunaan spesies yang salah bisa menyebabkan miasis patologis.).[3] Belatung beberapa jenis lalat terbukti memakan daging-daging yang membusuk (Bld.: gangreen, Ingg.: gangrene) pada sebuah luka dan meninggalkan jaringan yang sehat untuk memulihkan diri; dan dengan ini dapat menghindari amputasi. Tentu saja dalam terapi ini digunakan belatung-belatung jenis tertentu yang telah didisinfeksi, dan dilakukan di bawah pengawasan dokter ahli.

Peternakan

Belatung tertentu sering kali dikembangbiakkan secara komersial, digunakan sebagai umpan pancing, dan juga makanan bagi binatang peliharaan karnivora seperti reptil atau burung.

Lihat pula

Pranala luar

  1. "Abundance of apple maggot, Rhagoletis pomonella, across different areas in central Washington, with special reference to black-fruited hawthorns". Oxford Journal of Insect Science. 12 (1): 124–148. Januari 2012.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Catts, E P; Goff, M L (January 1992). "Forensic Entomology in Criminal Investigations". Annual Review of Entomology. 37 (1): 253–272. doi:10.1146/annurev.en.37.010192.001345. PMID 1539937.
  3. James, M. T. (1947). The Flies That Cause Myiasis in Man. Washington D.C.: U.S. Dept. of Agriculture.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Maggots.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan