Senin, 12 Oktober 2026
05:14 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Belatung

Belatung

fase larva dalam siklus metamorfosis lalat

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang larva lalat. Untuk desa di Kalimantan Barat, lihat Belatung, Embaloh Hilir, Kapuas Hulu. Untuk stasiun kereta api di Sumatera Selatan, lihat Stasiun Belatung.
250px-Decomposing_possum.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Belatung memakan bangkai opossum
250px-Decomposition00.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Belatung pada bangkai landak
250px-Likmaskar_fr%C3%A5n_Kanin_-_Ystad-2021.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Belatung dari kelinci.

Belatung atau bernga (bahasa Inggris:Maggot) adalah larva dari lalat.[1] Tempayak ini biasa ditemukan pada barang-barang yang membusuk seperti bangkai, buah, atau sayur-mayur yang rusak. Beberapa jenis belatung, seperti belatung lalat buah, bersifat merugikan; tetapi pada umumnya belatung berguna secara ekologis dalam proses dekomposisi bahan-bahan organik. Belatung-belatung jenis tertentu memiliki kegunaan yang khas.

Penggunaan

Forensik

Beberapa jenis belatung yang ditemukan dalam mayat dapat berguna bagi ilmuwan forensik.[2] Dari tahapan perkembangan, belatung ini dapat digunakan untuk menandakan lamanya waktu sejak kematian, dan juga tempat organisme bersangkutan mati. Identifikasi belatung menggunakan klasifikasi yang disebut tahapan "Instar", yang berlain-lainan ukuran dan waktunya menurut spesies belatungnya. Ukuran belatung lalat rumah adalah 9,5–19,1 mm. Belatung tahap instar I panjangnya 2–5 mm; instar II 6–14 mm; instar III 15–20 mm. Masing-masing tahap tersebut berlangsung selama berturut-turut 2–3 hari, 3–4 hari, dan 4–6 hari (rata-rata untuk lalat rumah) sejak telur diletakkan. Dengan menggunakan data tersebut dan tanda-tanda lain, waktu kira-kira sejak kematian dapat diperkirakan oleh ilmuwan forensik.

Terapi medis

Belatung hidup dari spesies lalat tertentu telah digunakan sejak zaman kuno untuk membersihkan luka (tetapi penggunaan spesies yang salah bisa menyebabkan miasis patologis.).[3] Belatung beberapa jenis lalat terbukti memakan daging-daging yang membusuk (Bld.: gangreen, Ingg.: gangrene) pada sebuah luka dan meninggalkan jaringan yang sehat untuk memulihkan diri; dan dengan ini dapat menghindari amputasi. Tentu saja dalam terapi ini digunakan belatung-belatung jenis tertentu yang telah didisinfeksi, dan dilakukan di bawah pengawasan dokter ahli.

Peternakan

Belatung tertentu sering kali dikembangbiakkan secara komersial, digunakan sebagai umpan pancing, dan juga makanan bagi binatang peliharaan karnivora seperti reptil atau burung.

Lihat pula

Pranala luar

  1. ↑ "Abundance of apple maggot, Rhagoletis pomonella, across different areas in central Washington, with special reference to black-fruited hawthorns". Oxford Journal of Insect Science. 12 (1): 124–148. Januari 2012.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Catts, E P; Goff, M L (January 1992). "Forensic Entomology in Criminal Investigations". Annual Review of Entomology. 37 (1): 253–272. doi:10.1146/annurev.en.37.010192.001345. PMID 1539937.
  3. ↑ James, M. T. (1947). The Flies That Cause Myiasis in Man. Washington D.C.: U.S. Dept. of Agriculture.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Maggots.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan