Jumat, 06 November 2026
16:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Pancing

Pancing

Bagikan:
250px-Onkivapa.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pancing
1=Gagang/ joran
2=Tali
3=Pelampung
4=Pemberat
5=mata pancing

Pancing atau Joran adalah salah satu alat penangkap ikan yang terdiri dari dua komponen utama, yaitu: tali (line) dan mata pancing (hook). Jumlah mata pancing berbeda-beda, yaitu mata pancing tunggal, ganda, bahkan sampai ribuan.

Prinsip alat tangkap ini merangsang ikan dengan umpan alam atau buatan yang dikaitkan pada mata pancingnya. Alat ini pada dasarnya terdiri dari dua komponen utama yaitu tali dan mata pancing. Namun, sesuai dengan jenisnya dapat dilengkapi pula komponen lain seperti: tangkai (pole), pemberat (sinker), pelampung (float), dan kili-kili (swivel).

Cara pengoperasiannya bisa di pasang menetap pada suatu perairan, ditarik dari belakang perahu/kapal yang sedang dalam keadaan berjalan, dihanyutkan, maupun langsung diulur dengan tangan. Alat ini cenderung tidak destruktif dan sangat selektif. Pancing dibedakan atas rawai tuna, rawai hanyut, rawai tetap, pancing tonda, dan lain-lain.[1]

Jenis

Alat tangkap pancing dibagi menjadi dua, yaitu alat tangkap pancing tanpa umpan dan alat pancing berumpan.

Alat tangkap pancing tanpa umpan

Alat tangkap pancing tanpa umpan terdiri dari: (a) Pancing tonda (troll line); (b) pancing huhate (pole and line); dan (c) pancing yang ditarik (drag line).

Alat tangkap pancing berumpan

Sedangkan alat tangkap pancing berumpan dibagi lagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  1. Pancing tangan dan pancing ulur sederhana

Jenis pancing yang juga digunakan oleh sebagian besar nelayan di Indonesia ini ada yang memakai satu mata pancing dan ada juga yang memasang dua hingga empat mata pancing sekaligus. Pancing tangan (di tempat lain ada yang menamakan pancing usep, pancing jegog, pancing mungsing, pancing gambur, dan lain sebagainya) dapat digunakan di mana saja, seperti: tebing pantai, daerah bebatuan di tepi pantai, maupun di atas perahu. Sedangkan jenis-jenis ikan yang biasa dipancing menggunakan pancing tangan adalah ikan kakap merah, snapper, ekor kuning (ceasio sp.), Caranx sp., dan lain sebagainya.

  1. Pancing bergagang

Pancing bergagang pancing pada prinsipnya sama dengan pancing tangan dan pancing ulur. Bedanya hanyalah pada penggunaan gagang yang terbuat dari kayu, besi, atau bambu yang panjangnya antara 2 hingga 3 meter. Jenis pancing bergagang diantaranya adalah pancing welwsan, pancing tiger, pancing dewel, pancing sumbal, pancing pemaphav dan lain sebagainya. Sedangkan ikan-ikan yang menjadi tujuan tangkapannya adalah ikan kakap merah, ekor kuning, dan ikan belanak.

  1. Pancing dengan layang-layang (kite line)

Sesuai dengan namanya, kite line mengunakan layang-layang yang terbuat dari daun kiter (polypodium quercifollum). Sebagai ganti ekor layang-layang diikatkan tali pancing yang mata kailnya diganti dengan jerat berumpan. Sedangkan cara pengoperasiannya sama seperti orang yang sedang bermain layang-layang tetapi dilakukan di atas sebuah perahu atau kapal kecil. Layang-layang tersebut dinaikkan sedemikian rupa dan diusahakan agar ujung tali (yang berjerat dan berumpan) seakan-akan bermain di atas air sehingga ikan yang menjadi tujuan tangkapannya, yaitu ikan cendro (Tylosurus Melenotes blk.) mudah tertangkap.

  1. Pancing gurita (octopus jigg)

Pancing gurita bukanlah alat pancing yang bentuknya menyerupai gurita, melainkan alat pancing yang khusus digunakan untuk menangkap gurita (octopus). Pancing gurita bentuknya unik karena pada bagian ujungnya terdapat banyak sekali mata kail yang melengkung dan mencuat ke atas. Melalui tali pancing yang panjang, puluhan mata kail tersebut diberi sedikit umpan lalu diturunkan pada lokasi yang diduga banyak dihuni gurita. Manakala gurita memakan umpan yang ada di mata kail, maka sang pemancing akan melakukan sentakan mendadak pada tali pancing sehingga mulut sang gurita akan tersangkut pada mata pancing.

  1. Pancing rawai (long line).

Pancing rawai atau perawe atau prawe ini banyak digunakan oleh nelayan di Indonesia dengan berbagai macam bentuk, sesuai dengan lokasi penangkapan ikan (selasar benua maupun lautan lepas). Sedangkan ikan yang menjadi tujuan penangkapannya terutama adalah berbagai macam jenis ikan tuna dan beberapa ikan lainnya seperti: cucut, pari, layaran, setuhuk, ikan pedang atau ikan todak. Jadi, tidak mengherankan apabila ada nelayan menyebut pancing long line, maka yang diartikannya adalah pancing tuna long line.[2]

Catatan Kaki

  1. ↑ "Alat tangkap ikan". 29 Maret 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Tentang pancing". 29 Maret 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan