Sabtu, 07 November 2026
17:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Huhate

Bagikan:

Huhate adalah metode penangkapan ikan tradisional asal Maluku. Metode penangkapan ini menggunakan teknik pancing tongkat (pole and line) yang terbuat dari bambu, tali nilon dan mata pancing. Huhate dianggap sebagai salah satu alat tangkap yang ramah lingkungan. Metode ini bersifat selektif karena hanya menangkap ikan target dan hampir tidak menghasilkan tangkapan sampingan. Selain itu, penggunaan mata kail tanpa kait balik membantu mengurangi luka pada ikan yang tidak diinginkan.

Spesifikasi alat tangkap

Huhate mirip seperti alat pancing modern, namun jorannya terbuat dari bambu. Ukuran panjang joran sekitar enam meter, yang terbuat dari bambu meruncing. Tali utama huhate sepanjang lima meter, dengan tali cabang sepanjang 30 cm. Di tali cabang inilah mata pancing akan dipasang.[1]

Cara kerja

Dalam praktiknya, kapal huhate terlebih dahulu mencari gerombolan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis), sering kali dengan bantuan pengamatan visual. Setelah gerombolan ditemukan, perahu pun diarahkan untuk mendekati posisi ikan, tepatnya dari sisi kiri atau kanan, bukan dari belakang. Kemudian, umpan hidup -- seperti ikan teri atau ikan Lemuru (Sardinella sp) -- ditebarkan ke laut untuk menarik dan mempertahankan ikan target di sekitar kapal. Menggunakan umpan hidup tersebut, ikan dituntun ke arah haluan perahu (depan). Bersamaan dengan itu, mesin penyemprot difungsikan agar ikan tetap berada dekat perahu. Nelayan kemudian memancing ikan menggunakan joran dan menariknya langsung ke atas kapal dengan gerakan cepat dan berulang. Teknik ini menuntut keterampilan dan koordinasi yang tinggi karena penangkapan dilakukan secara manual dan dalam waktu yang relatif singkat. Satu pemancing dengan satu joran menangkap satu ikan saat kegiatan penangkapan berlangsung.

Referensi

  1. ↑ Dhino Pattisahusiwa (2 Mei 2021) "Tradisi Nelayan dengan Teknik ‘Huhate’ di Maluku Terancam Punah" Berita Beta
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan