Senin, 21 September 2026
05:11 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Lord Mountbatten

Lord Mountbatten

Earl Mountbatten Pertama dari Burma
250px-Lord_Mountbatten_Navy_Allan_Warren_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret oleh Allan Warren, 1976
Gubernur Jenderal India
Masa jabatan
15 Agustus 1947 –21 Juni 1948
Penguasa monarkiGeorge VI
Pendahuluia sendiri (Raja Muda India)
PenggantiChakravarti Rajagopalachari
Raja Muda India
Masa jabatan
12 Februari 1947 –15 Agustus 1947
Penguasa monarkiGeorge VI
PendahuluArchibald Wavell
Penggantiia sendiri (Gubernur Jenderal India)
Muhammad Ali Jinnah (Gubernur Jenderal Pakistan)
Informasi pribadi
Lahir25 Juni 1900
Meninggal27 Agustus 1979(1979-08-27) (umur 79)
Mullaghmore, County Sligo, Irlandia
Sebab kematianPembunuhan
Suami/istri
(m. 1922;meninggal 1960)
AnakPatricia Knatchbull, Countess Mountbatten dari Burma ke-2
Lady Pamela Hicks
Orang tua
AlmamaterChrist's College, Cambridge
Tanda tangan
Karier militer
PihakBritania Raya
Dinas/cabangAngkatan Laut Britania Raya
Pertempuran/perangPerang Dunia I
Perang Dunia II

Louis Francis Albert Victor Nicholas Mountbatten, Earl Mountbatten Pertama dari Burma (lahir sebagai Pangeran Louis dari Battenberg; 25 Juni 1900 – 27 Agustus 1979), yang lebih dikenal sebagai Lord Mountbatten, adalah seorang negarawan Britania Raya, perwira Angkatan Laut Britania Raya, dan kerabat dekat keluarga kerajaan Inggris. Ia lahir di Britania Raya dalam keluarga Battenberg yang terkemuka. Ia adalah paman dari pihak ibu Pangeran Philip, Adipati Edinburgh, dan sepupu kedua Raja George VI. Ia bergabung dengan Angkatan Laut Britania Raya selama Perang Dunia I dan ditunjuk sebagai Panglima Sekutu Tertinggi, Komando Asia Tenggara, dalam Perang Dunia II. Ia kemudian menjabat sebagai Raja Muda terakhir India dan sempat menjabat sebagai Gubernur Jenderal pertama Dominion India.

Pada tahun 1979, Lord Mountbatten bersama tiga orang lain, termasuk cucunya, Nicholas, tewas dalam suatu ledakan bom yang dilakukan oleh Provisional Irish Republican Army (IRA). IRA menanam suatu bom pada kapal memancingnya, Shadow V, di Mullaghmore, Irlandia.

Kehidupan awal

Mountbatten yang sebelumnya dikenal sebagai Pangeran Louis dari Battenberg lahir di Frogmore House, Windsor, Berkshire pada 25 Juni 1900.[1] Ia adalah anak paling bungsu dan putra kedua dari Pangeran Louis dari Battenberg dan Putri Victoria dari Hessen-Darmstadt.[2] Kakek neneknya dari pihak ibu adalah Ludwig IV dari Hessen-Darmstadt dan Putri Alice dari Britania Raya. Putri Alice sendiri merupakan putri dari Victoria dari Britania Raya dan Albert, Pangeran Permaisuri Britania Raya. Dari pihak ayahnya, kakek neneknya adalah Pangeran Aleksander dari Hessen dan Rhein dan Julia, Putri dari Battenberg.[3] Pernikahan kakek-nenek dari pihak ayah Mountbatten bersifat morganatik karena neneknya bukan keturunan kerajaan; akibatnya, ia dan ayahnya dijuluki "Yang Mulia" daripada "Yang Mulia Raja", dan tidak berhak mewarisi tahta Pangeran Hessen dan diberi gelar Battenberg yang kurang terhormat. Louis memiliki beberapa saudara tua, yakni Alice, Putri Andrew dari Yunani dan Denmark (ibunda Philip, Adipati Edinburgh), Louise Mountbatten (kelak menjadi Ratu Swedia) dan Pangeran George Mountbatten.[3]

Mountbatten dibaptis di ruang tamu besar Frogmore House pada 17 Juli 1900 oleh Dekan Windsor, Philip Eliot. Wali baptisnya adalah Ratu Victoria (nenek buyut dari pihak ibu), Nicholas II dari Rusia (paman dari pihak ibu melalui pernikahan dan sepupu kedua dari pihak ayah, diwakili oleh ayah anak tersebut), dan Pangeran Francis Joseph dari Battenberg (paman dari pihak ayah, diwakili oleh Lord Edward Clinton).[4]

Nama panggilannya antara keluarga dan teman dekat adalah "Dickie"; namun kadang secara lazim ia dipanggil "Richard". Ini semua karena nenek buyutnya, Victoria, awalnya ingin memberi nama panggilan "Nicky" tetapi tidak jadi karena menghindari kebingungan dari kebanyakan Nicky yang ada di Wangsa Romanov (paling terkenal dipakai sebagai nama panggilan untuk Tsar Nikolai II). "Nicky" kemudian diganti menjadi "Dickie".

Marga Mountbatten diadopsi pada saat Perang Dunia I. Antara 1914 sampai 1918, Inggris dan sekutunya sedang berperang melawan Blok Sentral. Untuk menenangkan sentimen nasionalisme, pada 1917 George V dari Britania Raya mengeluarkan titah bahwa ia akan mengganti nama wangsa yang semulanya dari Wangsa Sachsen-Coburg dan Gotha yang berbahasa Jerman menjadi Wangsa Windsor yang lebih kedengaran berbahasa Inggris. Kerabat kerajaan yang tinggal di Inggris mematuhi titah tersebut dengan ayah Mountbatten mengganti marganya dari Battenberg menjadi Mountbatten, sebuah bentuk anglikisasi dari kata Battenberg (Berg di bahasa Inggris bisa berarti Mount). Ayahnya kemudian diberi gelar Tumenggung Milford Haven.[5]

Perang Dunia I

250px-Lord_Louis_Mountbatten1925.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan potret oleh Philip de László, 1925

Louis Mountbatten mengabdi di Angkatan Laut Britania Raya sebagai seorang kadet di kapal penjelajah tempur HMS Lion pada Juli 1916 dan setelah beraksi di Agustus 1916, ia dipindahkan ke kapal tempur HMS Queen Elizabeth pada masa-masa akhir Perang Dunia I.[6] Pada bulan Juni 1917, ketika keluarga kerajaan berhenti menggunakan nama dan gelar Jerman mereka dan mengadopsi "Windsor" yang lebih terdengar seperti bahasa Inggris, Mountbatten memperoleh gelar kehormatan yang sesuai untuk putra bungsu seorang marquess, yang kemudian dikenal sebagai Lord Louis Mountbatten (singkatnya Lord Louis) hingga ia diangkat menjadi bangsawan pada tahun 1946.[7] Ia mengunjungi Front Barat selama 10 hari pada Juli 1918.[8]

Periode Antarperang

Mountbatten ditugaskan di HMS Renown pada Maret 1920 dan menemani Edward, Pangeran Wales dalam sebuah tur kerajaan di Australia.[7] Ia kemudian naik pangkat menjadi letnan pada 15 April 1920.[9] HMS Renown kembali ke Portsmouth pada 11 Oktober 1920.[10] Pada awal tahun 1921, personel Angkatan Laut Kerajaan dikerahkan untuk tugas-tugas pertahanan sipil karena kerusuhan industri yang serius tampaknya akan segera terjadi. Mountbatten harus memimpin satu peleton stoker, banyak di antaranya belum pernah memegang senapan sebelumnya, di Inggris Utara.[10] Ia kemudian ditugaskan ke HMS Repulse dan menemani Pangeran Wales dalam sebuah tur kerajaan di India dan Jepang.[7][11] Edward dan Mountbatten keduanya membangun persahabatan yang hangat dalam perjalanan tersebut.[7] Mountbatten hampir dipecat karena Kapak Geddes, sebuah pemotongan anggaran yang keras terhadap anggaran pertahanan Inggris. 52% perwira dari angkatannya dipaksa mengundurkan diri dari Angkatan Laut Britania Raya pada akhir 1923; Meskipun ia sangat dihormati oleh atasannya, beredar rumor bahwa perwira yang kaya dan memiliki koneksi luas lebih mungkin dipertahankan.[12] Mountbatten kemudian ditugaskan ke HMS Revenge di Armada Mediterania pada Januari 1923.[7]

Perang Dunia II

Pada Agustus 1941, Mountbatten ditunjuk sebagai kapten kapal induk HMS Illustrious yang bermuara di Norfolk, Virginia untuk perbaikan setelah aksi di Malta pada Januari.[13] Selama periode nganggur, Mountbatten mengunjungi Pearl Harbor tiga bulan sebelum Jepang menyerangnya. Mountbatten terkejut melihat kondisi pangkalan tersebut, mengomentari bahwa Jepang memiliki reputasi licik dan memulai perang dengan menyerang secara bertubi-tubi serta kesuksesan Inggris dalam Pertempuran Taranto yang secara efektif menghancurkan Regia Marina keluar dari perang, efektivitas pesawat melawan kapal perang, dan memprediksi bahwa Amerika Serikat akan bergabung dalam perang setelah Jepang menyerang secara kejutan di Pearl Harbor.[13][14] Prediski Mountbatten sangat akurat. Setelah Jepang menghancurkan Pearl Harbor, Franklin D. Roosevelt mendeklarasikan perang.

Mountbatten merupakan perwira favorit Winston Churchill.[15] Pada 27 Oktober 1941, Mountbatten menggantikan Laksamana Armada Roger Keys sebagai Kepala Combined Operations Headquarters dan dipromosikan menjadi komodor.[13]

Referensi

  1. "Louis Mountbatten, 1st Earl Mountbatten of Burma". British Museum. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 25 September 2021. Diakses tanggal 7 September 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Zuckerman (1981), hlm. 355–364
  3. 1 2 Montgomery-Massingberd (1973), hlm. 303–304
  4. Queen Victoria (17 Juli 1900). "Journal Entry : Tuesday 17th July 1900". queenvictoriasjournals.org. Diakses tanggal 5 Agustus 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Hough (1984), hlm. 317
  6. Heathcote (2002), hlm. 183.
  7. 1 2 3 4 5 Heathcote (2002), hlm. 184.
  8. Ziegler (1985), hlm. 46
  9. "No. 32461". The London Gazette. 20 September 1921. hlm. 7384.{{cite magazine}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. 1 2 Ziegler (1985), hlm. 59
  11. Ziegler (1985), hlm. 60 states that he actually joined HMS Repulse on 25 June 1921
  12. Ziegler (1985), hlm. 73
  13. 1 2 3 Heathcote (2002), hlm. 186
  14. O'Toole, Thomas (7 Desember 1982). "Mountbatten Predicted Pearl Harbor". The Washington Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 28 Agustus 2017. Diakses tanggal 9 Juli 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. Gilbert (1988), hlm. 762
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan