
Lightning Network (LN) adalah protokol pembayaran yang dibangun di atas rantai blok Bitcoin.[1] Lightning Network dirancang untuk memungkinkan transaksi cepat di antara node yang berpartisipasi (anggota jaringan yang beroperasi secara independen) dan telah diusulkan sebagai salah satu solusi untuk mengatasi masalah skalabilitas Bitcoin.[2][3]
Sejarah
Joseph Poon dan Thaddeus Dryja menerbitkan whitepaper Lightning Network pada Februari 2015.[4][5]
Lightning Labs meluncurkan Lightning Network pada 2018 dengan tujuan mengurangi biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi mata uang kripto. Secara khusus, rantai blok Bitcoin hanya dapat memproses sekitar 7 transaksi per detik, dibandingkan dengan Visa Inc. yang dapat memproses sekitar 24.000 transaksi per detik. Meskipun Lightning Network awalnya mendapat antusiasme tinggi, berbagai laporan di media sosial mengenai transaksi yang gagal, kerentanan keamanan, dan sistem yang dianggap terlalu rumit menyebabkan minat terhadap teknologi ini menurun.[6]
Tiga implementasi utama Lightning Network adalah Lightning Network Daemon (LND) yang dikembangkan Lightning Labs, Core Lightning (CLN) oleh Blockstream, dan Eclair oleh ACINQ. Implementasi lainnya, Lightning Development Kit (LDK), dikelola oleh Spiral, anak perusahaan Block, Inc.[7]
Pada 19 Januari, pengguna media sosial X (dulu Twitter) pseudonim bernama hodlonaut memulai sebuah eksperimen promosi Lightning Network berbentuk permainan dengan mengirimkan 100.000 satoshi (0,001 BTC) kepada penerima yang dipercaya. Setiap penerima kemudian menambahkan 10.000 satoshi (senilai sekitar US$0,34 saat itu) sebelum meneruskannya kepada penerima berikutnya. Eksperimen tersebut dikenal sebagai "Lightning Torch." Pembayaran Lightning Torch akhirnya mencapai sejumlah tokoh terkenal, termasuk mantan CEO X, Jack Dorsey, pencipta Litecoin Charlie Lee, CEO Lightning Labs Elizabeth Stark, serta CEO Binance Changpeng Zhao (CZ).[8][9]
Andreas Antonopoulos menyebut Lightning Network sebagai jaringan routing lapisan kedua.[10] Payment channel memungkinkan peserta mentransfer dana satu sama lain tanpa harus memublikasikan seluruh transaksi mereka ke rantai blok.[11][12] Sistem ini diamankan dengan mekanisme penalti terhadap peserta yang tidak kooperatif. Ketika membuka sebuah channel, peserta harus mengunci sejumlah dana di rantai blok melalui mekanisme yang disebut funding transaction.[13] Ekstensi script berbasis waktu seperti CheckSequenceVerify dan CheckLockTimeVerify memungkinkan mekanisme penalti tersebut diterapkan.
Pihak yang bertransaksi menggunakan Lightning Network dengan membuka payment channel dan mengalokasikan atau mengunci dana pada rantai blok layer-1 terkait, seperti Bitcoin, melalui sebuah kontrak pintar. Setelah itu, kedua pihak dapat melakukan transaksi Lightning Network secara off-chain dalam jumlah berapapun. Setiap transaksi memperbarui pembagian sementara dana yang terdapat dalam channel tanpa perlu menyiarkan setiap transaksi ke rantai blok. Setelah aktivitas transaksi selesai, kedua pihak dapat menutup payment channel. Kontrak pintar kemudian mendistribusikan dana yang sebelumnya dikunci sesuai dengan catatan transaksi terakhir.[14]
Implementasi
Manfaat
Menurut pendukung Bitcoin Andreas Antonopoulos, Lightning Network menawarkan keunggulan dibandingkan transaksi yang dilakukan secara langsung atau on-chain.
- Granularitas — Menurut Antonopoulos, beberapa implementasi Lightning Network memungkinkan pembayaran dalam nilai yang lebih kecil dari satu satoshi, yaitu unit terkecil Bitcoin pada base layer.[15]
- Privasi — Pembayaran Lightning Network dapat diteruskan melalui serangkaian channel. Setiap operator node dapat melihat pembayaran yang melewati channel miliknya, tetapi tidak dapat mengetahui sumber maupun tujuan akhir dana apabila pihak tersebut tidak berada tepat di sebelah pengirim atau penerima.[15]
- Kecepatan — Waktu penyelesaian transaksi Lightning Network berada di bawah satu menit dan bahkan dapat berlangsung dalam hitungan milidetik. Sebagai perbandingan, blok baru pada blockchain Bitcoin rata-rata dihasilkan sekitar setiap 10 menit.[15]
- Throughput transaksi — Protokol ini tidak memiliki batas fundamental terhadap jumlah pembayaran per detik yang dapat berlangsung. Jumlah transaksi pada praktiknya dibatasi oleh kapasitas dan kecepatan masing-masing node.[15]
Keterbatasan
Lightning Network bekerja melalui payment channel dua arah antara dua node. Channel tersebut membentuk kontrak pintar yang memfasilitasi transaksi secara off-chain. Jika salah satu pihak menutup channel, kondisi akhir transaksi akan diselesaikan dan dicatat pada rantai blok Bitcoin.[16] Meskipun desain tersebut memungkinkan transaksi berlangsung lebih cepat dan dengan biaya lebih rendah, kebutuhan untuk melakukan transaksi on-chain ketika membuka dan menutup channel tetap menimbulkan keterbatasan dalam hal skalabilitas.[17]
Routing
Untuk menjaga privasi dan keamanan, jaringan menggunakan protokol perutean bawang. Dalam mekanisme ini, setiap node yang berada pada jalur pembayaran hanya mendekripsi informasi secukupnya untuk menentukan node berikutnya yang harus dituju. Dengan demikian, node perantara tidak mengetahui asal pembayaran maupun tujuan akhirnya.[18]
Per Maret 2026, Lightning Network memiliki lebih dari 17.000 public node dan sekitar 40.000 public payment channel, dengan total kapasitas jaringan sekitar 4.900 BTC.[19]
Kegunaan
Bitcoin pada awalnya dirancang sebagai sistem uang elektronik mitra-ke-mitra. Salah satu contoh awal penggunaannya terjadi pada Mei 2010 ketika Laszlo Hanyecz membayar 10.000 BTC untuk membeli dua pizza.[20] Peristiwa tersebut kini diperingati setiap tahun sebagai Bitcoin Pizza Day.[21] Seiring meningkatnya nilai Bitcoin dan kepadatan jaringan, penggunaan Bitcoin untuk pembayaran seperti ini menjadi semakin tidak praktis.[22]
Lightning Network dirancang untuk mengatasi persoalan tersebut sekaligus membuat pembayaran Bitcoin secara peer-to-peer lebih praktis.[23]
Sejumlah dompet mata uang kripto telah mendukung Lightning Network, termasuk Phoenix, Cash App, Muun, Zeus, Strike, dan Breez.[24]
Lightning Network juga telah digunakan oleh sejumlah bisnis di Amerika Serikat, termasuk Steak ’n Shake dan beberapa Square Terminal.[25]
Referensi
| Tokoh | |
|---|---|
| Teknologi | |
| Pertukaran | |
| Teknologi | |||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Mekanisme konsensus | |||||||||||||||||
| Proof of work mata uang |
| ||||||||||||||||
| Proof of stake mata uang | |||||||||||||||||
| Token ERC-20 | |||||||||||||||||
| Mata uang lainnya | |||||||||||||||||
| Topik terkait | |||||||||||||||||
- ↑ lightningnetwork/lnd, 2026-08-28, diakses tanggal 2026-08-28
- ↑ Bloomberg. "MIT, Stanford Professors Are Designing a Cryptocurrency to Top Bitcoin". Fortune (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-08-28.
- ↑ "article about Lightning Network". The Boston Globe. 2017-08-15. hlm. C5. Diakses tanggal 2026-08-28.
- ↑ "Lightning Network". lightning.network. Diakses tanggal 2026-08-28.
- ↑ Lee, Timothy B. (2018-02-04). "Bitcoin has a huge scaling problem—Lightning could be the solution". Ars Technica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-08-28.
- ↑ Xie, Teresa (2023-10-16). "Bitcoin's Lightning Network Scaling Solution Seeks Resurgence After Losing Way". Bloomberg. Diakses tanggal 2026-08-28.
- ↑ Antonopoulos, Andreas M.; Osuntokun, Olaoluwa; Pickhardt, René (2021). Mastering the Lightning Network: A Second Layer Blockchain Protocol for Instant Bitcoin Payments. O'Reilly Media, Incorporated. ISBN 978-1-4920-5486-3.
- ↑ Browne, Ryan (2019-02-06). "Jack Dorsey says the 'only' cryptocurrency he owns is bitcoin". CNBC (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-08-28.
- ↑ Hackett, Robert; Roberts, Jeff John; Wieczner, Jen. "The Ledger: Cryptocurrency Custody, QuadrigaCX Quagmire, CEOs Pass Bitcoin 'Torch'". Fortune (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-08-28.
- ↑ Antonopoulos, Andreas M. (2017-07-01). Mastering Bitcoin: Programming the Open Blockchain. O'Reilly Media. ISBN 978-1-4919-5438-6. OCLC 990142087.
- ↑ Upson, Sandra (2018-01-19). "The Lightning Network Could Make Bitcoin Faster—and Cheaper". Wired (dalam bahasa American English). ISSN 1059-1028. Diakses tanggal 2026-08-28.
- ↑ "MIT, Stanford Academics Design Cryptocurrency to Better Bitcoin". Bloomberg.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-08-28.
- ↑ Burchert, Conrad; Decker, Christian; Wattenhofer, Roger (2018-08). "Scalable funding of Bitcoin micropayment channel networks". Royal Society Open Science (dalam bahasa Inggris). 5 (8): 180089. doi:10.1098/rsos.180089. ISSN 2054-5703. PMC 6124062. PMID 30225004.
{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam:|date=Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link) - ↑ Lee, Timothy B. (2018-02-04). "Bitcoin has a huge scaling problem—Lightning could be the solution". Ars Technica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-08-28.
- 1 2 3 4 Antonopoulos, Andreas M. (2017-07-01). Mastering Bitcoin: Programming the Open Blockchain. O'Reilly Media. ISBN 978-1-4919-5438-6. OCLC 990142087.
- ↑ Antonopoulos, Andreas M.; Osuntokun, Olaoluwa; Pickhardt, René (2021). Mastering the Lightning Network: A Second Layer Blockchain Protocol for Instant Bitcoin Payments. O'Reilly Media, Incorporated. ISBN 978-1-4920-5486-3.
- ↑ Tikhomirov, Sergei; Moreno-Sanchez, Pedro; Maffei, Matteo (2020-09). "A Quantitative Analysis of Security, Anonymity and Scalability for the Lightning Network". 2020 IEEE European Symposium on Security and Privacy Workshops (EuroS&PW). IEEE: 387–396. doi:10.1109/eurospw51379.2020.00059.
{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam:|date= - ↑ Antonopoulos, Andreas M.; Osuntokun, Olaoluwa; Pickhardt, René (2021). Mastering the Lightning Network: A Second Layer Blockchain Protocol for Instant Bitcoin Payments. O'Reilly Media, Incorporated. ISBN 978-1-4920-5486-3.
- ↑ "The Mempool Open Source Project®". mempool.space (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-08-28.
- ↑ Suderman, Alan; Press, The Associated. "15 years ago, a software developer paid for two pizzas with 10,000 bitcoin. Those pies would be worth $1.1 billion today". Fortune (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-08-28.
- ↑ "What is Bitcoin Pizza?". www.coinbase.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-08-28.
- ↑ Lee, Timothy B. (2018-02-04). "Bitcoin has a huge scaling problem—Lightning could be the solution". Ars Technica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-08-28.
- ↑ Lee, Timothy B. (2018-02-04). "Bitcoin has a huge scaling problem—Lightning could be the solution". Ars Technica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-08-28.
- ↑ Leonard, Jay (2023-07-30). "Best Bitcoin Lightning Wallets". Hedge With Crypto (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-08-28.
- ↑ Zimmerman, Micah (2025-11-10). "Square Bitcoin Payments Goes Live Bringing BTC To Millions" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-08-28.
| Basis data pengawasan otoritas: Nasional |
|---|