Minggu, 20 September 2026
07:59 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

LibraryThing

perusahaan asal Amerika Serikat

LibraryThing
250px-LibraryThing_Logo_medium.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jenis situs
Komunitas dan Katalog
Pemilik
Dibuat olehTim Spalding
URLwww.librarything.com
PendaftaranBebas
Diluncurkan29 Agustus 2005;21 tahun lalu (2005-08-29)
Status saat iniAktif

LibraryThing adalah aplikasi katalog sosial berbentuk aplikasi web yang bertujuan untuk menyimpan dan berbagi katalog buku dan berbagai jenis metadata buku yang digunakan oleh para penulis, perpustakaan, penerbit dan individu. LibraryThing dikembangkan oleh Tim Spalding yang berbasis di Portland, Maine[1] dan mulai ditayangkan sejak 29 Agustus 2005. Tercatat hingga bulan Februari 2021, LibraryThing memiliki 2.600.000 pengguna dan lebih 155 juta buku dalam katalog.[2]

Fitur

Fitur utama LibraryThing ("LT") adalah mengkatalogkan buku, film, musik, dan media-media lainnya dengan memasukkan data yang diambil dari perpustakaan-perpustakaan melalui koneksi Z39.50 (standar komunikasi jaringan dengan menggunakan protokol khusus yang umum digunakan oleh perpustakaan digital) dari enam toko Amazon.com. Sumber-sumber perpustakaan memasok kumpulan elemen metadata yang disebut dengan Dublin Core dan machine-readable cataloging (MARC) yakni standar katalog yang dapat dibaca oleh mesin ke sistem LT. Pengguna dapat mengimpor informasi lebih dari 2000 perpustakaan, termasuk di antaranya data dari Perpustakaan Inggris, Katalog Nasional Kanada, Perpustakaan Kongres, Perpustakaan Nasional Australia dan Universitas Yale.[3] Jika catatan tidak tersedia dari salah satu sumber tersebut, pengguna juga dapat memasukkan informasi buku secara manual melalui formulir.[4]

Setiap karya dapat mencakup edisi, terjemahan, cetakan, versi audio yang berbeda dan lain-lain. Para anggota didorong untuk menambahkan ulasan, deskripsi, pengetahuan umum dan informasi-informasi lain yang dapat dilihat publik tentang suatu karya, peringkat, koleksi dan membantu penandaan kategorisasi, juga berdiskusi dalam forum-forum.

Setiap item diklasifikasikan berdasarkan Klasifikasi Desimal Dewey edisi 1922 yang tidak memiliki hak cipta, menggunakan Sistem Desimal Melvil dengan modifikasi untuk ejaan pembagian nama (kebalikan dari nama asli, yang dieja sesuai dengan reformasi ejaan sesuai Dewey) dan terminologi yang dimodernisasi.[5]

Fitur sosial

Fitur sosial LibraryThing telah dibandingkan dengan pengelolaan marka buku Del.icio.us[6] dan layanan musik kolaboratif Last.fm.[7] Situs katalog buku lain yang serupa termasuk aNobii, BookLikes, Goodreads, Libib, Shelfari (kini bergabung dengan Goodreads] dan weRead.[8]

TinyCat

Tahun 2016 LibraryThing meluncurkan TinyCat, sebuah Katalog akses daring perpustakaan (OPAC) yang dirancang untuk mengkatalogkan dan sirkulasi pustaka hingga 20.000 item.[9] TinyCat dipasarkan ke perpustakaan mandiri skala kecil, seperti sekolah, pusat-pusat komunitas, lembaga keagamaan, departemen akademik, serta individu.[10]

Kepemilikan

LibraryThing mayoritas dimiliki oleh pendiri Tim Spalding.[11] Penjual buku daring AbeBooks membeli 40% saham LibraryThing pada Mei 2006 dengan jumlah yang tidak diungkapkan ke publik. AbeBooks menjadi anak perusahaan Amazon pada 2008.[12] Kemudian pada Januari 2009, Cambridge Information Group mengakuisisi saham minoritas di LibraryThing dan anak perusahaan mereka Bowker menjadi distributor resmi perpustakaan.[11]

Publisitas

Akhir Juni 2006, LibraryThing terkena efek Slashdot dari artikel Wall Street Journal.[13] Pengembang situs lalu menambahkan server-server untuk mengimbangi arus peningkatan lalu lintas data. Pada bulan Desember tahun yang sama, situs tersebut menerima lebih banyak perhatian dari Slashdot atas fitur UnSuggester-nya, yang mengambil petunjuk dari buku-buku yang kemungkinan kecil akan muncul di katalog yang sama, dengan buku tertentu.[14]

Lihat pula

Referensi

  1. "LibraryThing – Send us money".
  2. "Zeitgeist Overview". LibraryThing. Diakses tanggal 2021-02-08.
  3. "Add books to your library". Diakses tanggal 2008-06-03.
  4. "Manual Entry". Diakses tanggal 2010-10-13.
  5. Spalding, Tim (19 Agustus 2010). "Introducing the "Melvil Decimal System"". LibraryThing. Diakses tanggal 23 Juli 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. Regan, Jim (2005-11-09). "Do your own LibraryThing". Christian Science Monitor. Diakses tanggal 2007-03-13.
  7. Bain, Alistair (2007-04-28). "LibraryThing". Desert of Zin. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-11-03. Diakses tanggal 2007-06-20.
  8. Woodroof, Martha (2008-03-20). "Web Sites Let Bibliophiles Share Books Virtually". NPR. Diakses tanggal 2009-05-14.
  9. "Introducing TinyCat: The OPAC for Tiny Libraries". LibraryThing Blog. 5 April 2016. Diakses tanggal 26 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. Klein, Loren (19 Agustus 2015). "New LibraryThing OPAC, TinyCat, Announced". Public Libraries Online. Diakses tanggal 26 Juni 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. 1 2 "CIG Acquires Minority Stake in LibraryThing; Bowker to Distribute to Libraries". Diarsipkan dari asli tanggal 5 Agustus 2009. Diakses tanggal 3 April 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. Davies, Richard (2006-05-16). "ABEBOOKS.COM ACQUIRES MAJOR STAKE IN LIBRARYTHING.COM – A SOCIAL NETWORKING SITE FOR BIBLIOPHILES". AbeBooks.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-02-26. Diakses tanggal 2021-10-09.
  13. Rutkoff, Aaron (2006-06-27). "Social Networking for Bookworms". Wall Street Journal. Diakses tanggal 2006-12-15.
  14. "Unsuggester: Finding the Book You'll Never Want". Slashdot. 2006-12-04. Diakses tanggal 2006-12-15.

Pustaka lanjutan

Pranala luar

Tokoh
Produk dan jasa
Situs web
Layanan web
Digital
Teknologi
Penerbitan
Investasi
Lainnya
  • Laba tahunan Kenaikan US$48 miliar (2011)
  • Karyawan 56.200 (2012)
  • Simbol saham Nasdaq: AMZN
  • Situs web Amazon.com
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan