Minggu, 20 September 2026
10:52 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Leymah Gbowee

Leymah Gbowee

aktivis dan pejuang HAM-Perdamaian asal Liberia

Leymah Roberta Gbowee
250px-Leymah-gbowee-at-emu-press-conference.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir1 Februari 1972 (umur 54)
Liberia Tengah
PekerjaanAktivis perdamaian
Dikenal karenaWanita Gerakan Masal Liberia untuk Perdamaian dan Pray the Devil Back to Hell
PenghargaanHadiah Nobel Perdamaian 2011

Leymah Roberta Gbowee (lahir 1 Februari 1972) adalah aktivis perdamaian Afrika, yang berperan dalam pergerakan perdamaian yang mengakhiri Perang Saudara Liberia Kedua tahun 2003, sehingga terpilihnya Ellen Johnson Sirleaf di Liberia, negara Afrika pertama yang memiliki presiden perempuan.[1] Ia bersama Ellen Johnson Sirleaf dan Tawakkul Karman dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian "untuk perjuangannya tanpa kekerasan untuk keamanan perempuan dan untuk hak-hak wanita untuk berpartisipasi penuh dalam karyanya membangun perdamaian".[2]

Karya

  • Mighty Be Our Powers: How Sisterhood, Prayer, and Sex Changed a Nation at War, Beast Books (13 September 2011), ISBN 978-0-9842951-5-9

Referensi

  1. "African women look within for change". CNN. 31 Oktober 2009.
  2. "The Nobel Peace Prize 2011 – Press Release". Nobelprize.org. 7 Oktober 2011. Diakses tanggal 7 Oktober 2011.

Pranala luar

Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Leymah Gbowee.


Flag of LiberiaBiography icon

Artikel bertopik biografi Liberia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan