Minggu, 01 November 2026
06:28 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Lampu Nernst

Lampu Nernst

Bagikan:
Lampu Nernst, model B, DC 0,5 ampere, 95 volt. Dengan izin dari Landesmuseum für Technik und Arbeit Mannheim, Jerman, (Ind: Museum Negara Teknologi dan Buruh)
Lampu Nernst, model B, DC 0,5 ampere, 95 volt. Dengan izin dari Landesmuseum für Technik und Arbeit Mannheim, Jerman, (Ind: Museum Negara Teknologi dan Buruh)
Diagram lampu Nernst dari tahun 1903. Keramik pemancar cahaya disebut "glower"
Diagram lampu Nernst dari tahun 1903. Keramik pemancar cahaya disebut "glower"

Lampu Nernst adalah bentuk awal dari lampu pijar elektrik. Lampu Nernst tidak menggunakan filamen wolfram pijar, sebagai gantinya, digunakan sebatang keramik yang dipanaskan hingga memijar. Karena batang keramik tidak mengalami oksidasi ketika dipaparkan ke udara, tidak ada keharusan untuk mengemasnya pada tabung hampa atau gas mulia, batang keramik pada lampu Nernst dapat beroperasi pada udara bebas dan hanya ditutup dengan gelas untuk mengisolasi bahang yang dihasilkannya.

Dikembangkan oleh fisikawan dan kimiawan Jerman Walther Nernst pada tahun 1897 di Universitas Goettingen, lampu ini dua kali lipat lebih efisien dari lampu filamen karbon dan memancarkan cahaya yang lebih alami.

Satu kekurangan dari desain Nernst adalah batang keramik bukanlah konduktor pada suhu ruang jadi lampu memerlukan pemanas terpisah untuk memanaskan keramik hingga cukup panas untuk mulai menghantar dengan sendirinya.

Pranala luar

Konsep
Metode penyalaan
Pijaran
Luminesensi
Pembakaran
Busur listrik
gas
High-intensity
discharge (HID)
Stasioner
Portabel
Otomotif
  • Industrial
  • Scientific
Topik terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan