Senin, 21 September 2026
02:22 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Panas

Panas

Energi yang berpindah akibat perbedaan suhu

250px-Hot_metalwork.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Logam yang dipanaskan akan membuat atom-atom pada logam bergetar semakin cepat. Akibatnya atom-atom tersebut menghasilkan gelombang elektromagnetik (cahaya)
250px-171879main_LimbFlareJan12_lg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Proses pemanasan berkelanjutan dapat ditemukan pada matahari dan bumi. Beberapa radiasi termal matahari menyerang dan memanaskan bumi. Dibandingkan dengan matahari, bumi memiliki suhu yang jauh lebih rendah sehingga mengirimkan radiasi termal yang jauh lebih sedikit ke matahari. Panas dari proses ini dapat diukur dengan jumlah bersih, dan arah energi yang dikirimkan dari matahari ke bumi dalam periode waktu tertentu dapat diketahui.

Panas atau bahang, atau kalor dalam istilah fisika, adalah energi yang berpindah akibat perbedaan suhu. Satuan SI untuk panas adalah joule. Panas dalam bahasa Indonesia juga berarti suhu yang tinggi.[1]

Panas bergerak dari daerah bersuhu tinggi ke daerah bersuhu rendah.[2][3] Setiap benda memiliki energi dalam yang berhubungan dengan gerak acak dari atom-atom atau molekul penyusunnya.

Energi dalam ini berbanding lurus terhadap suhu benda. Ketika dua benda dengan suhu berbeda bergandengan, mereka akan bertukar energi internal sampai suhu kedua benda tersebut seimbang. Jumlah energi yang disalurkan adalah jumlah energi yang tertukar. Kesalahan umum untuk menyamakan panas dan energi internal. Perbedaannya adalah panas dihubungkan dengan pertukaran energi internal dan kerja yang dilakukan oleh sistem. Mengerti perbedaan ini dibutuhkan untuk mengerti hukum pertama termodinamika.

Radiasi inframerah sering dihubungkan dengan panas, karena objek dalam suhu ruangan atau di atasnya akan memancarkan radiasi kebanyakan terpusat pada rentang inframerah-tengah (lihat badan hitam).

Notasi

Ketika suatu benda melepas panas ke sekitarnya, Q < 0. Ketika benda menyerap panas dari sekitarnya, Q > 0. Jumlah panas, kecepatan penyaluran panas, dan fluks panas semua disimbolkan dengan perbedaan permutasi huruf Q. Mereka biasanya diganti dalam konteks yang berbeda.

Jumlah panas dinotasikan sebagai Q, dan diukur dalam joule dalam satuan SI.

Q = m c Δ t {\displaystyle {\frac {}{}}Q=mc\Delta t} {\displaystyle {\frac {}{}}Q=mc\Delta t}

di mana

Q {\displaystyle {\frac {}{}}Q} {\displaystyle {\frac {}{}}Q} adalah banyaknya kalor (jumlah panas) dalam joule
m {\displaystyle {\frac {}{}}m} {\displaystyle {\frac {}{}}m} adalah massa benda dalam kg
c {\displaystyle {\frac {}{}}c} {\displaystyle {\frac {}{}}c} adalah kalor jenis dalam joule/kg °C, dan
Δ t {\displaystyle {\frac {}{}}\Delta t} {\displaystyle {\frac {}{}}\Delta t} adalah besarnya perubahan suhu dalam °C.

Kecepatan penyaluran panas, atau penyaluran panas per unit, ditandai

Q ˙ = d Q d t {\displaystyle {\dot {Q}}={dQ \over dt}} {\displaystyle {\dot {Q}}={dQ \over dt}}

untuk menandakan pergantian per satuan waktu. Dalam Unicode, adalah , meskipun ada kemungkinan tidak dapat ditampilkan secara benar di seluruh browser. Diukur dalam unit watt.

Flux panas didefinisikan sebagai jumlah panas per satuan waktu per luas area, dan disimbolkan q, dan diukur dalam watt per meter2. Juga biasanya dinotasikan sebagai Q″ atau q″ atau

Q ˙ ″ . {\displaystyle {\dot {Q}}''.} {\displaystyle {\dot {Q}}''.}

Perubahan suhu

Jumlah energi panas, Δ Q {\displaystyle \Delta Q} {\displaystyle \Delta Q}, dibutuhkan untuk mengatur suhu suatu material dari suhu awal, T0, ke suhu akhir, Tf tergantung dari kapasitas panas bahan tersebut menurut hubungan:

Δ Q = ∫ T 0 T f C p d T . {\displaystyle \Delta Q=\int _{T_{0}}^{T_{f}}C_{p}\,dT.} {\displaystyle \Delta Q=\int _{T_{0}}^{T_{f}}C_{p}\,dT.}

Kapasitas panas tergantung dari jumlah material yang bertukar panas dan properti bahan tersebut. Kapasitas panas dapat dipecah menjadi beberapa cara berbeda. Pertama-tama, dia dapat dipresentasikan sebagai perkalian dari masa dan kapasitas panas spesifik (lebih umum disebut panas spesifik:

C p = m c s {\displaystyle C_{p}=mc_{s}} {\displaystyle C_{p}=mc_{s}}

atau jumlah mol dan kapasitas panas molar:

C p = n c n . {\displaystyle C_{p}=nc_{n}.} {\displaystyle C_{p}=nc_{n}.}

Molar dan kapasitas spesifik panas bergantung dari properti fisik dari zat yang dipanasi, tidak tergantung dari properti spesifik sampel. Definisi di atas tentang kapasitas panas hanya bekerja untuk benda padat dan cair, tetapi untuk gas mereka tak bekerja pada umumnya.

Kapasitas panas molar dapat dimodifikasi bila perubahan suhu terjadi pada volume tetap atau tekanan tetap. Bila tidak, menggunakan hukum pertama termodinamika dikombinasikan dengan persamaan yang menghubungkan energi internal gas tersebut terhadap suhunya.

Referensi

  1. https://kbbi.kemendikdasmen.go.id/entri/panas
  2. Kirsten R. Daehler; Jennifer Folsom; Mayumi Shinohara (Juni 2011). Making Sense of Science: Energy: For Teachers of Grades 6-8. WestEd. ISBN 978-0-914409-78-6.
  3. Emma Carlson Berne (15 Januari 2013). Hot!: Heat Energy. The Rosen Publishing Group. hlm. 18. ISBN 978-1-4488-9886-2.

Bacaan lebih lanjut

  • Kanginan, Marthen (2004). Sains Fisika SMP Untuk Kelas VIII Semester 1. Jakarta: Erlangga. ISBN 979-688-350-3. (Indonesia)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan