Senin, 21 September 2026
02:19 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Labici

Labici atau Labicum atau Lavicum[1] (Latin: Lăbīcī atau Lăbīcum) merupakan kota kuno di Latium—wilayah yang kini menjadi bagian dari Italia tengah—yang terletak di kawasan Monte Compatri modern, sekitar 20 km di sebelah tenggara Roma, tepatnya di lereng utara Perbukitan Alban.[2] Lokasi persis untuk kota ini masih diperdebatkan oleh ahli sejarah.[butuh rujukan]

Kota ini termasuk dalam tiga puluh kota anggota Liga Latin; konon kota ini bergabung dengan suku Aequi dan Volsci pada tahun 419 SM, lalu direbut secara paksa oleh bangsa Romawi pada tahun 418 SM. Setelah peristiwa tersebut, kota ini tidak lagi muncul dalam catatan sejarah, dan pada masa Cicero serta Strabo, kondisinya sudah hampir sepenuhnya ditinggalkan—jika tidak bisa dikatakan hancur. Jejak-jejak tembok kunonya masih dapat ditemukan. Perannya kemudian digantikan oleh respublica Lavicanorum Quintanensium, sebuah pos perhentian yang didirikan di dataran lebih rendah di jalur Via Labicana—tepatnya sedikit di sebelah barat daya desa Colonna saat ini—yang keberadaannya dibuktikan melalui berbagai prasasti serta rute jalan itu sendiri.[2][3]

Yulius Kaisar memiliki sebuah vila di kota ini.[4][5]

Referensi

  1. "Harry Thurston Peck, Harpers Dictionary of Classical Antiquities (1898), L, Latīnae Feriae, Lavīcum".
  2. 1 2 Chisholm 1911.
  3. Quilici, L., S. Quilici Gigli. "Places: 422952 (Labicum)". Pleiades. Diakses tanggal Mei 24, 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Twelve Emperors by Suetonius. Julius Caesar, Chapter 83: The funeral of Julius Caesar.[44 BC] "Then at the request of his father-in-law, Lucius Piso, the will was unsealed and read in Antonius' house, which Caesar had made on the preceding Ides of September at his place near Lavicum [September 18, 45 B.C.]" Retrieved July 2014 from http://www.romansonline.com/Src_Frame.asp?DocID=Stn_JLCS_83 Diarsipkan 2024-03-04 di Wayback Machine.
  5. "And yet in September he went to his estate near Labicum and wrote his testament." -- Weinstock, Stefan. Divus Julius. London: Oxford/Clarendon Press. 1971. Page 198.

Sumber

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan