Sabtu, 17 Oktober 2026
22:30 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Krisis buddhis Vietnam

Krisis buddhis Vietnam

Bagikan:
Krisis Buddhis
Bagian dari Perang Vietnam
500px-Th%C3%ADch_Qu%E1%BA%A3ng_%C4%90%E1%BB%A9c_self-immolation.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Thích Quảng Đức membakar diri
Tanggal8 Mei – 2 November 1963
(5 bulan, 3 minggu dan 4 hari)
LokasiVietnam Selatan
Hasil
Pihak terlibat
Vietnam Selatan Pemerintah Vietnam Selatan
Tokoh utama
Jumlah korban
Ratusan orang terbunuh dalam serangan Pagoda Xa Loi, 8–9 orang terbunuh dalam penembakan Hue Phat Dan, setidaknya 1 bakar diri, 9 pemberontak ARVN, dan 20 warga sipil terbunuh dalam kudeta yang mengakhiri krisis
5 anggota ARVN terbunuh dalam kudeta
Bagian dari seri
Penindasan terhadap buddhis

Krisis buddhis Vietnam merupakan sebuah periode ketegangan politik dan keagamaan di Vietnam Selatan antara bulan Mei sampai November 1963, ditandai dengan serangkaian tindakan represif dari pemerintahan Vietnam Selatan dan sebuah kampanye perlawanan sipil, terutama dipimpin oleh biksu.[1]

Krisis ini mulai membesar sejak penembakan sembilan warga sipil yang tidak bersenjata pada tanggal 8 Mei di pusat kota Huế yang berunjuk rasa terhadap pelarangan bendera buddhis. Krisis ini berakhir dengan sebuah kudeta pada bulan November 1963 oleh Tentara Republik Vietnam, dan penangkapan dan pembunuhan Presiden Ngô Đình Diệm pada tanggal 2 November 1963.

Referensi

  1. ↑ Adam Roberts, ‘Buddhism and Politics in South Vietnam’, The World Today, Royal Institute of International Affairs, London, vol. 21, no. 6, June 1965, hlm. 240–50 menganalisis penyebab krisis buddhis Vietnam dan signifikansinya sebagai kasus perjuangan tanpa kekerasan.

Daftar pustaka

Templat:Krisis Buddha

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan