Minggu, 20 September 2026
21:42 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Kota Allah

Kota Allah

Artikel ini mengenai "Allah" dalam istilah Kekristenan di Indonesia dan bukan mengenai Allah, Tuhan dalam Islam. Untuk pemahaman lebih lanjut, lihat artikel Penggunaan Allah bagi umat Kristen Indonesia.
Kota Allah
250px-City_of_God_Manuscript.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kota Allah,
teks pembuka, manuskrip ca1470
PengarangAgustinus dari Hippo
Judul asliDe civitate Dei contra paganos
NegaraKekaisaran Romawi Barat
BahasaLatin
SubjekFilsafat Kristen, teologi Kristen, Neoplatonisme
Genreteologi
Tanggal terbit
Karya lengkap diterbitkan 426 M
Jenis mediaManuskrip
239.3
LCCBR65 .A64
Teks asli
De civitate Dei contra paganos at Latin Wikisource
TerjemahanKota Allah di Wikisource
40px-Emblem_of_the_Papacy_SE.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian dari seri tentang
Agustinus dari Hippo
Agustinus dalam
Empat Pujangga Gereja Barat
Agustinianisme
Karya
Pengaruh dan pengikut
Topik terkait
Kategori terkait

Kota Allah melawan Kaum Pagan (bahasa Latin:De Civitate Dei contra Paganos), juga dikenal sebagai Kota Allah, adalah sebuah buku yang ditulis dalam bahasa Latin oleh Agustinus dari Hippo pada awal abad ke-5. Buku ini merupakan tanggapannya terhadap tuduhan bahwa Kekristenan menyebabkan runtuhnya Kekaisaran Romawi dan dianggap sebagai salah satu karya terpenting Agustinus, bersama Pengakuan-Pengakuan, Pedoman, Tentang doktrin Kristen, dan Tentang Trinitas.[1] Sebagai karya dari salah satu Bapa Gereja yang paling berpengaruh, Kota Allah merupakan batu penjuru pemikiran Barat, membahas banyak pertanyaan teologi, seperti penderitaan orang benar, keberadaan kejahatan, konflik antara kehendak bebas dan kemahatahuan ilahi, dan doktrin dosa asal.[2][3]

Latar belakang

Augustinus menulis risalah ini untuk menjelaskan hubungan agama Kristiani dengan berbagai agama dan filosofi yang bersaing dengannya, dan ditujukan pada pemerintah Kekaisaran Romawi yang mana agama Kristiani semakin lama semakin terjalin erat. Buku ini ditulis tak lama setelah peristiwa jatuhnya kota Roma kepada kaum Visigoth pada tahun 410. Peristiwa ini menyebabkan orang-orang Romawi mengalami guncangan jiwa yang sangat berat, dan banyak di antara mereka melihat hal ini sebagai hukuman karena mereka meninggalkan agama Romawi mereka. Di dalam situasi inilah kemudian Augustinus berencana untuk memberikan penghiburan bagi agama Kristiani. Ia menulis bahwa bahkan bila kekuasaan duniawi suatu kekaisaran dalam kondisi berbahaya, adalah Kota Tuhan yang akhirnya akan menang; secara simbolis, perhatian Augustinus terpaku pada surga - sebuah tema yang diulang-ulang dalam banyak karya Kristiani pada Abad Kuno Akhir.

Walaupun agama Kristiani telah ditetapkan sebagai agama resmi Kekaisaran Romawi, Augustinus menyatakan pesan dari buku yang ditulisnya sebagai sesuatu yang spiritual dan bukannya politikal. Agama Kristiani, ia berargumen, harusnya lebih memperhatikan kota Yerusalem Baru yang mistis dan surgawi daripada pada politik-politik duniawi.

Buku ini menyajikan sejarah manusia sebagai sebuah konflik antara apa yang dirujuk Augustinus sebagai Kota Manusia dan Kota Tuhan (sebuah konflik yang ditakdirkan untuk dimenangkan oleh Kota Tuhan pada akhirnya). Kota Tuhan ditandai dengan hadirnya orang-orang yang melepaskan kenikmatan duniawi dan mendedikasikan diri mereka untuk memajukan nilai-nilai Kristiani. Kota Manusia, di sisi lain, terdiri atas orang-orang yang telah hilang tersesat dari Kota Tuhan. Konsep dua kota tidak ditujukan untuk melambangkan tempat atau organisasi nyata mana pun, walaupun Augustinus secara jelas berpikir bahwa Gereja Kristiani berada di pusat Kota Tuhan.

Walau dibingkai di dalam diskusi tema-tema tersebut di atas, buku ini sebagian besar dibuat dari berbagai pembahasan lain tentang topik dan penyajian filosofi akan kesalahan-kesalahan dalam agama-agama penyembah berhala, yang mana Augustinus ingin memberikan komentarnya.

Lihat pula

Referensi

  1. Comstock, Patrick. "Historical Context for City of God by Augustine". Columbia College. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Maret 2022. Diakses tanggal 19 Agustus 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Peterson, Brandon (Juli 2014). "Augustine: Advocate of Free Will, Defender of Predestination" (PDF). Journal of Undergraduate Research via University of Notre Dame.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Tornau, Christian (25 September 2019). "Saint Augustine". Stanford Encyclopedia of Philosophy. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 Agustus 2022. Diakses tanggal 19 Agustus 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikisource Inggris memiliki teks asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Wikimedia Commons memiliki media mengenai De Civitate Dei.
Text of The City of God
Texts about The City of God
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan