Rabu, 04 November 2026
10:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Koromandel Belanda

Koromandel Belanda

Bagikan:
Koromandel Belanda
Koromandel
1608–1825
Bendera Koromandel Belanda
Bendera
Lambang Koromandel Belanda
Lambang
StatusKoloni
Ibu kotaPulicat (1610-1690; 1781-1825)
Nagapatnam (1690-1781)
Bahasa umumBelanda
Gubernur 
• 1608-1610
Pieter Issack Eyloff
• 1636-1638
Carel Reyniersz
• 1663-1665
Cornelis Speelman
• 1824-1825
Henry Francis von Söhsten
Era SejarahImperialisme
• Izin membangun benteng di Pulicat
1608
1 Juni 1825
Didahului olehDigantikan oleh
India Portugal
India Britania

Koromandel adalah governorat Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) di Pantai Koromandel dari tahun 1610 hingga VOC dilikuidasi pada tahun 1798. Governorat ini kemudian menjadi koloni Kerajaan Belanda hingga tahun 1825, ketika wilayah ini diserahkan kepada Britania Raya berdasarkan Traktat Inggris-Belanda 1824. Kehadiran Belanda di wilayah ini dimulai setelah Belanda merebut Pulicat dari Imperium Portugal. Koloni ini merupakan bagian dari India Belanda.[1] India Belanda sendiri terdiri dari direktorat Benggala Belanda dan Suratte Belanda, komandemen Malabar Belanda dan kegubernuran Koromandel Belanda dan Sailan Belanda.

Catatan kaki

  1. ↑ De VOC site - Coromandel

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Koloni dan pos dagang Vereenigde Oostindische Compagnie (1602–1798)
Kegubernuran Jenderal
Kegubernuran
Direktorat
Komandemen
Keresidenan
Permukiman Opperhoofd
Koloni dan pos dagang Geoctroyeerde Westindische Compagnie (1621–1792)
Koloni di Amerika
Pos dagang di Afrika
Permukiman Noordsche Compagnie (1614–1642)
Permukiman
Koloni Kerajaan Belanda (1815–1962)
Sampai 1825
Sampai 1853
Sampai 1872
Sampai 1945
Sampai 1954
Sampai 1962
Kerajaan Belanda (1954–sekarang)
Negara konstituen
Munisipalitas khusus Belanda
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan