Minggu, 27 September 2026
03:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Koresh I

Koresh I

raja kota Anshan, Persia

Koresh I
Raja Agung
Raja Anshan
Raja Persia
Cyrus_I_on_horseback%2C_seal.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Cap Koresh I menunggang kuda
Raja Persia
Berkuasa600–580 SM
PendahuluTeispes
PenerusKambisus I
Meninggal580 SM
Anshan (Persia)
Pemakaman580 SM
AyahTeispes
PasanganParsumaš
KeturunanKambisus I
Arukku
WangsaAkhaimenia
DinastiAkhaimenia
AgamaZoroastrianisme

Koresh I (bahasa Persia Kuno: Kuruš) atau Koresh I dari Anshan atau Koresh I dari Persia, adalah Raja Anshan di Persia dari sekitar 600 hingga 580 SM atau, menurut yang lain, dari sekitar 652 hingga 600 SM. Koresh I dari Anshan adalah kakek Koresh Agung, juga dikenal sebagai Koresy II. Namanya dalam bahasa Persia modern adalah کوروش, Kurosh, sedangkan dalam bahasa Yunani dia disebut Κῦρος, Kȳros.

330px-Cyrus_I_seal.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cap Koresh I dari Anshan

Koresh adalah anggota awal Dinasti Akhaimenia. Dia tampaknya adalah cucu dari pendirinya Akhaimenes dan putra Teispes, raja Anshan. Putra-putra Teispes dilaporkan membagi kerajaan di antara mereka setelah kematiannya. Koresh bertakhta sebagai raja Anshan sementara saudaranya Ariaramnes adalah raja Parsa.

Penempatan kronologis dari peristiwa ini tidak pasti. Ini karena identifikasi yang disarankan, tetapi masih diperdebatkan, dengan penguasa monarki yang dikenal sebagai "Kuras dari Parsumas". Kuras pertama kali disebutkan sekitar 652 SM. Pada tahun itu Syamas-syum-ukin, raja Babilonia (668–648 SM), memberontak melawan kakandanya dan penguasa Asyurbanipal, raja Asyur (668–627 SM). Koresh disebutkan berada dalam aliansi militer dengan yang pertama. Perang antara dua bersaudara itu berakhir pada 648 SM dengan kekalahan dan dilaporkan bahwa Shamash-shum-ukin bunuh diri.

Koresh disebutkan lagi pada 639 SM. Pada tahun itu Ashurbanipal berhasil mengalahkan Elam dan menjadi penguasa bagi beberapa mantan sekutunya. Kuras rupanya ada di antara mereka. Putra sulungnya "Arukku" dilaporkan dikirim ke Asyur untuk membayar upeti kepada rajanya. Kuras kemudian seolah menghilang dari catatan sejarah. Identifikasi yang disarankannya dengan Koresh akan membantu menghubungkan dinasti Akhaimenia dengan peristiwa-peristiwa besar abad ke-VII SM.

Ashurbanipal meninggal pada 627 SM. Koresh mungkin terus membayar upeti kepada putra dan penerusnya Ashuretillilani (627–623 SM) dan Sinsharishkun (623–612 SM). Mereka berdua ditentang oleh aliansi yang dipimpin oleh Cyaxares dari Media (633–584 SM) dan Nabopolassar dari Babilonia (626–605 SM). Pada 612 SM keduanya berhasil merebut ibu kota Asyur Niniwe. Ini secara efektif merupakan akhir dari Kerajaan Asyur Baru meskipun sisa-sisa tentara Asyur di bawah Ashur-uballit II (612–609 SM) terus melawan dari Harran.

Media dan Babilonia segera berbagi tanah yang sebelumnya dikuasai oleh Asyur. Anshan rupanya jatuh di bawah kendali yang pertama. Koresh dianggap telah mengakhiri hari-harinya di bawah kekuasaan Cyaxares atau putranya Astyages (584–550 SM). Koresh digantikan oleh putranya Kambisus I. Cucunya kemudian dikenal sebagai Koresh Agung, pendiri Kekaisaran Persia.

Tercatat bahwa kisah hidup dan pemerintahannya ini akan menempatkan aktivitas awalnya lebih dari satu abad sebelum aktivitas cucunya, hal ini akan menempatkannya sebagai ayahanda Kambisus sangat terlambat dan kematiannya pada usia lanjut. Telah dikemukakan bahwa Kuras dan Koresh adalah sosok yang terpisah dari hubungan yang tidak pasti satu sama lain. Yang terakhir kemudian akan bertakhta pada awal abad ke-VI SM dan pemerintahannya tampaknya agak lancar. Karena kurangnya catatan yang memadai untuk periode sejarah ini, masih belum pasti teori mana yang lebih dekat dengan fakta.

250px-Gur-e_Dokhtar.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dugaan makam Koresh I, yang dikenal oleh penduduk setempat sebagai Gur-e-Dokhtar.

Louis Vandenberg menyatakan bahwa Gur-e-Dokhtar adalah makam Koresh I. Ini karena seluruh raja Akhemeniyah setelah Darius Agung dimakamkan di makam batu, dan karena bangunan serupa dihubungkan dengan Koresh Agung, tampaknya masuk akal untuk mengasumsi bahwa makam seperti itu pasti telah didirikan sebelum pemerintah Koresh. Namun, para ahli lain menyatakan bahwa itu adalah tempat pemakaman Mandana, ibunda Koresh Agung, sementara cendekiawan lain menyatakan bahwa Gur-e-Dokhtar adalah mausoleum Atosa, putri Koresh Agung dan istri serta ratu Darius Agung. Kemudian, ketika besi kempa dipelajari, menjadi jelas bahwa bangunan ini didirikan pada abad ke-V SM, jadi mungkin untuk pangeran Koresy Muda.

Referensi

  • A. Shapur Shahbazi: Cyrus I. In: Encyclopædia Iranica, vol. 6, p. 516 (contains only a part of the above-mentioned information).
Koresh I
Lahir:  ? Meninggal: 580 SM
Didahului oleh:
Teispes
Raja Anshan
640–580 SM
Diteruskan oleh:
Kambisus I
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan