Minggu, 20 September 2026
22:18 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Klan Oda

klan Jepang abad pertengahan

Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Klan Oda (Kanji: 織田 氏, Hepburn: Oda-shi) adalah marga daimyo Jepang yang pernah menjadi kekuatan utama politik Jepang pada pertengahan abad ke-16. Klan Oda mencapai puncak kejayaannya di bawah kepemimpinan Oda Nobunaga. Namun sepeninggal Nobunaga, klan Oda kehilangan pengaruh karena terjadi perebutan kekuasaan di antara pengikutnya. Penerus klan Oda selanjutnya tidak mampu mempertahankan pengaruh dan kekuasaan yang sudah dimiliki oleh Nobunaga. Klan Oda jatuh dalam pengaruh kekuasaan daimyo lain yang juga pernah menjadi pengikut Nobunaga sebelumnya. Klan Oda pun dengan cepat kehilangan pengaruh politik dan kekuasaan.[1]

profil

Keluarga Oda adalah sebuah keluarga militer yang memiliki pengaruh pada masa Muromachi (1333–1568), Azuchi-Momoyama (1568–1600), dan Edo (1600–1868), serta mencapai ketenaran tingkat nasional dengan naiknya Oda Nobunaga (織田信長, 1534–1582), yang berhasil menguasai wilayah Jepang bagian tengah. Asal-usul keluarga ini dapat ditelusuri ke Odanoshō di Provinsi Echizen (sekarang Ota-chō, Prefektur Fukui), di mana mereka bertugas sebagai pengelola tanah setempat (庄官 shōkan) sekaligus pendeta Shintō di Kuil Oda Tsurugi. Karena peran mereka di kuil tersebut, kemungkinan mereka merupakan cabang dari keluarga pendeta Imbe. Namun, beberapa anggota, termasuk Nobunaga, mengklaim sebagai keturunan dari keluarga bangsawan Fujiwara dalam catatan abad ke-16. Pada tahun 1571, Nobunaga juga mengadopsi nama klan Taira.

Pada akhir abad ke-14, ketika Shiba Yoshishige (斯波義重, 1371–1418), seorang shugo (守護, gubernur militer) di Echizen, juga diangkat sebagai shugo di Owari (sekarang bagian dari Prefektur Aichi), Oda Jōshō (織田常松) ditunjuk sebagai wakil gubernur militernya (守護代 shugodai). Anggota keluarga Oda terus menjabat sebagai shugodai di Owari hingga abad ke-16. Keluarga ini kemudian terlibat dalam sengketa suksesi di dalam keluarga Shiba, yang menjadi salah satu faktor utama pecahnya Perang Ōnin (1467–1477). Konflik ini memicu persaingan sengit di dalam klan Oda, terutama antara cabang Iwakura yang dipimpin oleh Oda Ise no Kami dan cabang Kiyosu yang dipimpin oleh Oda Yamato no Kami. Salah satu garis keturunan dari cabang terakhir, yang mencakup salah satu dari tiga pejabat (三奉行 sambugyō) cabang Yamato no Kami, akhirnya memenangkan konflik internal tersebut. Kemenangan ini diraih oleh Oda Nobuhide (織田信秀, 1510–1551) bersama putranya Nobunaga. Pada tahun 1540-an, Nobuhide mengalahkan saingannya Oda Yamato no Kami Michikatsu (織田大和守道勝) dan muncul sebagai seorang daimyo pada masa sengoku dengan ambisi regional. Putranya, Nobunaga, memperkuat kekuasaan keluarga dengan menyingkirkan Oda Nobutomo (織田信友) dari Kiyosu pada tahun 1555, yang sebelumnya telah membunuh shugo Shiba Yoshimune (斯波義統, 1513–1554). Pada tahun 1561, ia mengusir shugo terakhir Owari, Shiba Yoshikane (w. 1572), yang menandai berakhirnya kekuasaan keluarga Shiba.[2]

Referensi

  1. "織田氏(おだうじ)とは? 意味や使い方 - コトバンク". web.archive.org. 2024-03-17. Diakses tanggal 2025-02-03.
  2. "Oda Clan". Japan Reference (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2025-03-25. Diakses tanggal 2026-04-27.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan